Inilah Wine Termahal di Dunia


JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Industri wine ternyata makin berkembang sejak kurang lebih dua dasawarsa. Wine sudah menjadi industri besar yang patut diperhitungkan dan banyak menuai hasil jika serius menggelutinya.   

Awal 2011, Asosiasi Industri Wine Amerika Serikat mencatat, sejak 17 tahun terahir industrinya makin berkembang saja. Bahkan,  resesi ekonomi yang mendera negeri Paman Sam pada 2008 tidak mengurangi hasrat rakyat Amerika Serikat untuk mengonsumsi wine. 

Bukannya mengurangi pengeluaran untuk menghadapi masa terburuk dalam resesi ekonomi, masyarakat Amerika justru menaikkan anggaran belanjanya untuk sekadar meneguk aroma khas wine.  Maka tidak heran jika AS merupakan konsumen terbesar untuk wine dibandingkan Eropa.

Tanpa menyebut nilai transaksi penjualan wine dunia, asosiasi pun akhirnya membeberkan data produsen wine di Amerika yang semakin bertambah tiap tahunnya. Awal tahun 1990-an, jumlah pemain wine masih di angka 12. Pada 2003 sudah berkembang menjadi 96 usaha. Saat ini, jumlahnya menjadi 190 perusahaan.

Layaknya emas, investasi ini memiliki kurva penjualan yang cenderung meningkat. Berdasarkan acuan penjualan 100 wine kualitas terbaik di pasar komoditas Inggris, sebagaimana dilansir Reuters, wine pada April 2017 ditutup di level 358,95 poin. Posisi tersebut meningkat 88 poin sejak April 2016 lalu sebesar 270 poin.

Pergerakan harga dari 100 wine paling banyak dicari, baik di bursa perdagangan komoditas maupun di pasar sekunder. Meski pada Oktober 2008 harga wine di Inggris mengalami penurunan cukup signifikan, tampaknya jenis industri ini tetap menjadi primadona di pasar komoditas saat ini. 

Lalu wine seperti apa yang harganya terus meroket? Chateau Ausone, Chateau Cheval  Blanc, Chateau Bevchevelle, Chateau Lante, Chateau Latour, Chateau Haut Brion, Chateau Margaux, Chateau Petrus (pomerol), Chateau Lafleur (pomerol),  DRC – La Tache, Chateau Pichon Lalande, dan Chateau Pichon Baron merupakan merek-merek terkenal yang dapat menjadi preferensi Anda dalam memulai investasi wine.

Wine buatan  Montrachet 1978 dari Domaine de la Romanée-Conti, seperti dilansir Majalah Forbes, dijual di New York dengan harga US$ 23.929 per botol. Harga tersebut sangat tidak logis bagi sebotol white wine. Selain itu, harga mengejutkan masih datang dari label Jefferson. Wine Chateau Margaux Jefferson 1787 yang akhirnya dibeli seorang pedagang wine New York seharga US$ 225.000 beserta asuransi. 

Menyinggung soal asuransi, hal yang menguntungkan. Investasi wine dilindungi dengan asuransi yang meng-cover investasi Anda dari kebakaran. Selain itu, hasil dari meningkatnya nilai investasi wine Anda tidak dikenakan pajak apapun.

Wine merupakan komoditas yang mudah dijual-belikan, apalagi seiring tren meningkatnya wine di berbagai kalangan di Indonesia. Bahkan kebutuhan wine dunia sudah dipastikan terus berkembang pesat, terutama dari investor di kawasan Asia. Broker-broker wine juga bisa membantu Anda untuk menjual atau membeli seperti keinginan anda.

Dari harga penjualan wine yang dirilis Forbes, Chateau Petrus 1982 yang beredar di Jakarta dengan harga Rp120 juta – Rp130 juta atau sekitar US$ 14.000 per botol masih terasa biasa. Jika Anda ingin mencoba investasi yang menggiurkan dengan hasil rata-rata investasi memberikan keuntungan antara 10%-50% per tahun, mungkin Anda perlu menggarap Chateau Petrus. Wine merek tersebut dikenal “mahal” di kalangan jetset sehingga Anda berpeluang mereguk keuntungan lebih besar dari 50% per tahun.  

 

http://www.netralnews.com/foto/2017/06/29/326-_wine_chateau_margaux_jefferson_1787_termahal_di_dunia_ilustrasil_winecollection-718×452.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments