Investasi Emas Kian Dilirik | Kaltim Post


PROKAL.CO, align=”left”>BALIKPAPAN –  Meningkatnya pemahaman masyarakat atas investasi emas, turut mendorong kinerja PT Pegadaian (Persero) Kanwil Balikpapan. Logam mulia ini pun menjadi salah satu fokus bisnis mereka tahun ini.

Deputi Pemimpin PT Pegadaian Kanwil Balikpapan Firman Alghazali mengungkapkan, pihaknya akan berupaya meningkatkan saldo nasabah dalam produk Tabungan Emas. Berbeda dengan tahun lalu, yang masih mengutamakan penambahan jumlah nasabah.

“Rata-rata, saldo pada Tabungan Emas sepanjang 2016 hanya mencapai 5 gram per nasabah. Kami ingin tahun ini mencapai 25 gram,” jelasnya saat ditemui Kamis (26/1) lalu.

Produk yang baru diluncurkan pada pertengahan 2015 itu, disebut Firman mulai dikenal masyarakat. Akhir tahun lalu, PT Pegadaian berhasil membukukan jumlah nasabah hingga 13.513 orang.

“Saat ini, sudah ada nasabah yang menabung emas antara 50 sampai 100 gram. Tapi tidak banyak,” kata Firman.

Perbandingan antara jumlah nasabah bersaldo tabungan di atas 50 gram dengan nasabah bersaldo di bawah 50 gram di PT Pegadaian Kanwil Balikpapan, adalah 30 berbanding 70. Firman pun menyarankan agar nasabah Tabungan Emas menabung lebih dari 10 gram, agar manfaat investasi emas lebih terasa.

“Kalau menabung 10 gram, kan kurang terasa. Kalau dikonversikan ke rupiah hanya sekitar Rp 5 juta. Kalau 25 gram, dikonversi ke rupiah cukup besar. Sudah ideal untuk rata-rata kebutuhan di masa mendatang,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap ditargetkan untuk dapat menambah jumlah nasabah. Tahun ini, Firman menargetkan jumlah nasabah Tabungan Emas mencapai 17.196 orang, dengan target saldo emas sebesar 27,2 Kg atau senilai Rp 15,7 miliar.

Sedangkan realisasi jumlah nasabah tahun lalu mencapai 13.152 orang, dengan saldo emas seberat 18 Kg, atau senilai kurang lebih Rp 9 miliar. Untuk meningkatkan minat investasi nasabah Tabungan Emas, Pegadaian berencana untuk menggeber pemberian insentif dalam bentuk promo.

Lebih lanjut, Firman mengatakan fokus strategi untuk meningkatkan minat investasi emas memang diarahkan untuk Tabungan Emas, sebab nasabah dan sasaran produk tersebut rata-rata masih membutuhkan sosialisasi. Lain halnya dengan karakter nasabah Logam Mulia.

Dia berpendapat nasabah Logam Mulia pada umumnya telah memiliki kesadaran untuk berinvestasi emas. Tak hanya itu, rata-rata nasabah logam mulia pun merupakan kalangan masyarakat yang memiliki pendapatan tetap dan memiliki sisa dana untuk diinvestasikan. Sehingga, target penambahan nasabah dan besaran outstanding loan untuk logam mulia pun tak ditarget terlampau tinggi.

Sepanjang 2017, Firman menyebut, penambahan nasabah untuk produk logam mulia ditarget sebanyak 912 nasabah, dengan penambahan emas seberat 4,2 kg. Sedangkan pada tahun lalu, jumlah nasabah pada produk ini sudah mencapai 1.005 orang, dengan realisasi OSL mencapai Rp 4,1 miliar.

“Kami berencana membuat bundling investasi. Nasabah logam mulia rata-rata sudah teredukasi. Tahun ini kami proyeksikan kondisi ekonomi akan lebih baik dari tahun lalu. Minat investasi akan berbanding lurus dengan perekonomian,” tutupnya. (aji/man/k18)



Source link

Komentar

comments