Investasi Properti Memang Bikin ‘Ketagihan’ | Investasi dan Pembiayaan


RumahCom – Meski dalam kondisi terpuruk sekalipun, nilai jual sebuah properti rasanya sulit untuk turun drastis. Kalaupun harus ada koreksi, kemungkinan penurunan harga terbesarnya hanya sekitar 10% saja.

Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia dan beberapa negara lain tahun 1997, nilai properti ketika dijual pun masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga pembelian pertama. Bahkan setelah krisis mereda, nilai jual properti langsung melonjak drastis.

Kesimpulannya, meski kondisi ekonomi sedang terpuruk sekalipun, kenaikan harga properti akan selalu lebih tinggi daripada tingkat inflasti. Catat!

Atas dasar inilah, para ‘orang berduit’ gemar berbisnis properti. Entah itu pemain bola, pekerja eksekutif, hingga kalangan selebriti termasuk juga manajemen artis seperti yang digeluti Gema Sakti.

Baca: Catat! 5 Prinsip Dasar Investasi Properti di Seluruh Dunia

Pria muda yang merupakan manajemen artis dari diva ternama Indonesia, Rossa, ini mengaku sudah mendalami seluk beluk bisnis properti sejak 17 tahun lamanya.

Sebelumnya selama 10 tahun ia bekerja di industri properti pada berbagai perusahaan pengembang, hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi investor seraya menjalankan bisnis PR agency-nya yang dinamakan Gelang Emas.

“Jadi kalau dulu saya berprofesi sebagai karyawan perusahaan properti, sekarang saya memilih sebagai pemain atau investornya. Dan ternyata, menjadi investor properti itu sangat-sangat mengasyikkan di samping sebagai konsultan PR saya juga sering mengadakan event terkait properti,” katanya.

Contoh event properti yang pernah sukses diselenggarakannya adalah Alam Sutera Property Expo 2016, Alam Sutera Grand Property Expo 2015, hingga Kota Ayodhya Topping Off Celebration.

Menurut Gema, faktor terbesar yang membuatnya ‘ketagihan’ berinvestasi properti tak lain adalah karena capital gain alias keuntungan yang kerap diraupnya.

“Investasi properti itu benar-benar menjanjikan minimal 20% keuntungan dalam waktu dua tahun. Bahkan saya pernah merasakan sendiri, harga jual apartemen yang saya beli itu sudah naik dua kali pada waktu serah terima. Karena jadi hobi, ya akhirnya sudah tujuh tahun ini saya suka membeli properti untuk disewakan atau dijual kembali,” ujarnya.

Lihat juga: Investasi Rumah Rp300 Jutaan di Kota Batik Pekalongan

Harga Jual Kembali 100%

Bisnis properti memang terbukti memberikan dua keuntungan sekaligus, seperti dikatakan Benny Lo dalam bukunya “Property Quadrant: Sukses Memulai Bisnis Properti”. Keuntungan yang dimaksud adalah:

1. Capital gain atau keuntungan yang didapat dari naiknya harga properti, dibandingkan dengan harga saat properti tersebut dibeli.

Sebagai pedoman investasi, potensi kenaikan harga sebuah rumah antara 10% – 20% per tahun. Namun, di lokasi-lokasi perumahan yang masih taraf pengembangan dan memiliki prospek baik, kenaikannya bisa di atas 25%.

2. Cashflow yaitu arus kas atau penghasilan dari investasi yang dilakukan. Dalam bisnis properti, cashflow bisa berupa uang sewa atau penghasilan yang diperoleh dari properti tersebut.

“Salah satu keuntungan tersebut sudah pernah saya buktikan dari hasil penjualan apartemen Green Bay Pluit yang saat launching tahun 2010 saya beli seharga Rp300 juta. Saat sudah rampung tahun 2014, saya jual kembali harganya sudah naik menjadi Rp700 juta. Jadi selain membuat event properti, saya juga suka membeli produknya karena saya bisa melihat sendiri bagaimana prospeknya,” Gema bercerita.

Ditanya mengenai lebih suka berinvestasi properti jenis apartemen atau rumah tapak, ia mengaku bila untuk jangka pendek apartemen dinilai lebih menguntungkan sebab mudah dijual kembali atau disewakan.

“Sementara kalau rumah tapak itu kan butuh waktu lebih lama kalau untuk dijual kembali. Tapi nilai investasinya yang terus berkembang menarik saya untuk juga punya properti ini,” tukas pria yang belum lama ini dipercaya mengadakan acara Agung Podomoro Land.

Apakah Anda juga tertarik mengikuti jejak Gema Sakti berbisnis properti? Yuk, simak pilihan investasi properti terbaik di berbagai kota besar di Indonesia dengan harga jual mulai Rp350 juta!

Apartemen Sentra Timur

Apartemen Sentra Timur di Jakarta seharga Rp300 Jutaan, bisa jadi salah satu pilihan untuk Anda yang ingin berbisnis properti dari modal kecil.

 

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

https://id1-cdn.pgimgs.com/cms/news/2016/03/plus-minus-investasi-tanah.original.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments