Investor Asing Terus Bukukan Aksi Jual


Pengunjung mengamati papan elektronik yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan 9IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (3/8). – JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing terus mencetak aksi jual bersih sebesar Rp1,47 triliun sepanjang pekan ini dan menggerus akumulasi beli bersih asing yang tinggal tersisa Rp484,7 miliar.

Di samping itu, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan ini pun terkoreksi 0,86% dari penutupan pekan lalu. Pada penutupan indeks Kamis (31/7/2017) indeks melanjutkan tren pelemahan dengan terkoreksi 0,14% atau sekitar 8,4 poin ke level 5.864.

Indeks sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,85% dan pertanian yang terkoreksi 0,83% menjadi sektor pendorong pelemahan indeks Kamis lalu.

Sepanjang pekan ini, rata-rata volume transaksi harian pun terkoreksi 3,07% dari 9,75 miliar unit saham menjadi 9,46 miliar unit saham. Menyusul rata-rata frekuensi transaksi harian saham pun terkoreksi 2,31% menjadi 318,55 ribu kali transaksi dari 326,11 ribu kali transaksi pada pekan lalu.

Melihat tren pelemahan tersebut, analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengungkapkan investor tengah waspada di tengah minimnya sentimen pada pasar.

“Kehati-hatian investor pada minimnya sentimen dan katalis menjelang long weekend ditengah data awal bulan disebagian besar negara merilis data kinerja manufaktur dan indeks kepercayaan konsumen menjadi salah satu faktor pelemahan,” ujar Nafi, Kamis (31/8/2017).

Menanggapi aksi investor asing yang terus keluar dari Indonesia, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengungkapkan sentimen negatif dari panasnya hubungan bilateral Korea Utara dan Amerika Serikat menjadi salah satu penyebab tingginya investor asing yang keluar dari dalam negeri.

“Aksi provokasi antara negara tersebut yang memanas memberikan sentiment negatif. Di Asia sendiri periode damai sudah cukup panjang dan mendorong pertumbuhan ekonomi Asia semakin positif. Momentum tersebut dimanfaatkan asing masuk dengan nilai yang cukup besar. Tapi, dana asing saat ini berpotensi outflow,” ujar Hans.

Hans menambahkan dengan posisi asing yang beberapa waktu terakhir ini sudah banyak keluar ditambah dengan tingginya P/E Ratio di Indonesia membuat tingginya angka net sell asing kemarin wajar.

Sejalan dengan itu, Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Taye Shim membenarkan investor asing banyak keluar. Pasalnya, investor asing tersebut tengah memperhatikan kondisi jangka panjang dari pasar di Indonesia. Salah satunya sektor konsumer yang bergerak stagnan.

Namun, kondisi fundamental fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Sehingga pihaknya masih menargetkan IHSG di akhir 2017 nanti bisa menembus level 6.241.

“Kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Namun, pemerintah harus menjaga targer mereka. Kami masih menargetkan IHSG di akhir tahun bisa menembus level 6.241,” pungkas Taye.



Sumber Artikel

Komentar

comments