Investor Golden Makmur kejar aset direksi

Bisnis

[ad_1]

JAKARTA. Pupus sudah harapan nasabah PT Golden Makmur Citra Sejahtera (GMCS) untuk mendapatkan uangnya kembali lewat proses kepailitan. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mencabut status kepailitan perusahaan investasi emas ini.

Pencabutan status pailit Golden Makmur dilakukan lantaran hakim pengawas dan tim kurator gagal menemukan harta yang bisa menjadi boedel pailit. Padahal tim kurator telah mencari aset-aset perusahaan investasi emas itu sejak pailit Mei 2015 silam. Walhasil, “Mengadili, menyatakan kepailitan atas GMCS resmi dicabut,” kata Eko Sugianto, Ketua Majelis hakim PN Jakpus dalam putusannya, Selasa (13/6).

Dengan putusan ini, ada 472 kreditur yang merupakan investor emas GMCS dengan total tagihan Rp 266 miliar tak bisa lagi berharap uangnya kembali lewat proses pailit.

Namun, salah satu kurator GMCS Togar Sijabarat bilang, dicabutnya status kepailitan Golden Makmur, para investor bisa mengejar harta pribadi direksi perusahaan ini lewat jalur perdata. Selama ini direksi Golden Makmur berlindung dari hukum kepailitan perusahaan. “Kami bekerja untuk membereskan aset GMCS. Yang dinyatakan pailit perusahaan, bukan direksi,” ujarnya Rabu (14/6).

Gugatan perdata bisa menjadi solusi para investor untuk mendapatkan uangnya. Apalagi, kata Togar, berdasarkan UU Perseroan Terbatas para direksi harus bertanggungjawab bila perusahaan gagal membayar utang-utangnya.

Berdasarkan catatan KONTAN, Dirut GMCS Lucky Budiarjo, Dewa N. Kariawan dan ST Honky A sebagai direktur. Adapun Komut GMCS Stephen Loway Lin.

Kini ada beberapa nasabah yang melaporkan kasus ini ke kepolisian dengan dugaan penipuan dan penggelapan. “Saat ini belum diproses. Mungkin ada perubahan pelaporan dengan tindak pidana pencucian uang,” ujarnya.

Pencabutan kepailitan Golden Makmur dipilih karena biaya kepailitan bengkak. Di sisi lain, aset perusahaan tak kunjung ditemukan. Upaya mengejar aset berupa saham di perusahaan GMCS, yakni Virgin Gold Mining Corporation dan Standard Morgajuga gagal karena mereka tutup.

Padahal, perusahaan yang berlokasi di Dubai, Panama, dan Inggris itu pernah ditawarkan sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang (PKPU).

Tim kurator juga gagal menelusuri aliran dana Rp 100 miliar dari Golden Makmur ke sebuah perusahaan. “Kami sudah minta OJK untuk membuka aliran dana itu tapi hasilnya nihil,” imbuh Togar.

Ricardo Simanjutak, pakar hukum perdata bilang, jika investor minta pertanggungjawaban direksi, mereka harus bisa membuktikan direksi tak becus mengelola GMCS.

 

http://photo.kontan.co.id/photo/2013/04/09/1844200129p.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …