Island Concept masih andalkan properti


JAKARTA. PT Island Concept Indonesia Tbk (ICON) menargetkan laju bisnis bisa menorehkan hasil positif hingga akhir tahun ini.Hal ini berkaca dari hasil kineja di kuartal satu tahun ini yang mulai tumbuh (lihat tabel).

Menurut Dodi Prawira Antar, Presiden Direktur Island Concept Indonesia tahun ini pihaknya menargetkan bisa meraup pendapatan bisa naik 27% dari tahun lalu yang tercatat Rp 172,4 miliar. Artinya, perusahaan ini menargetkan bisa meraup pendapatan Rp 220 miliar sampai akhir tahun ini. Selain itu, laba perusahaan yang tahun lalu sebesar Rp 8 miliar juga bisa naik 25% menjadi Rp 10 miliar.

Untuk bisa sampai ke target bisnis tersebut, Island Concept bakal fokus di dua lini bisnis perusahaan ini, yakni jasa katering dan properti. Terutama properti.

Dodi menyebut dari target pendapatan tahun ini, sekitar Rp 150 miliar bisa berasal dari bisnis properti. Uniknya, Island bakal mengandalkan bisnis properti tersebut dari proyek yang tengah digarapnya yakni proyek vila yang berlabel Springhills yang ada di Jimbaran, Bali.

Bidik lahan juga

Tanpa menyebut besaran unit di proyek tersebut, Dodi menargetkan bisa melego sebanyak 80% dari total kapasitas vila yang ada sampai akhir tahun ini. Adapun saat ini, jumlah vila yang terjual sudah mencapai 68%.

Sejatinya, Island Concept dalam catatan KONTAN bakal membangun taman rekreasi atau theme park di areal tersebut. Namun, rencana ekspansi bisnis ini urung Dodi jalankan lantaran belum ada kata sepakat dengan mitranya.

Dodi sendiri menyebut bahwa pihaknya memang masih fokus mengerjakan proyek vila itu. Kalaupun ada proyek lain yang bisa digarap pengembang ini kemungkinan hunian atau hotel.

Sambil menyelesaikan pekerjaan  proyek vila tersebut, pengembang ini juga tidak melupakan untuk terus menambah areal. Saat ini, kata Dodi, pihaknya juga lagi gencar menambah lahan.

Supaya tidak diserobot pihak lain, pengembang ini memberi tanda jadi terlebih dahulu ke pihak pemilik lahan. Sayang, Dodi tidak merinci jumlah lahan yang yang diincarnya. Begitu pula luas lahan yang saat ini dimiliki. “Strategi ini masih kami lihat apakah berhasil atau tidak,” katanya, Jumat (26/5).

Sedangkan di bisnis katering, pihaknya mengaku juga tidak akan ekspansi ke bidang lain selain sektor migas. Maklum, perusahaan ini kerap menjadi langganan katering perusahaan migas, terutama di areal terpencil dan di lepas pantai.

Meski begitu, Dodi masih optimistis, kontribusi bisnis katering pada tahun ini diharapkan bisa tumbuh antara 10% sampai 15% dengan nilai sekitar Rp 70 miliar. Tapi ia tidak merinci seperti apa strateginya. bangan properti perseroan kedepannya. Tujuannya, agar pemilik tanah tidak narik pengembang yang lain. “Masih kami liat apakah strategi imi berhasil atau tidak,” lanjutnya.

http://photo.kontan.co.id/photo/2016/07/18/531451702p.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments