Jawa Tengah – Merdeka.com | Battlepreneur: Perang ide dan sharing bisnis enterpreneur muda


Merdeka.com, Jawa Tengah – 60 youthpreneurs Semarang berkumpul dalam Battlepreneur Talkshow, Sabtu 11 Maret 2017 lalu di Nayyaz Bistro, Banyumanik. Empat wirausaha muda bertukar pengalaman seputar perjuangan mereka.

Acara yang digagas oleh Infotembalang tersebut merupakan ajang bertemunya youthpreneur di kota Semarang untuk bertukar wawasan seputar dunia entrepreneurship. Dalam acara tersebut 4 youthpreneur berpengalaman dari 4 sub sektor bisnis berbeda berbagai pola perjuangan mereka.

Noviaji Wibisono yang merupakan co-Founder & Business Director Becakmabur Branding Agency, Leonita Putri Owner Kedai Brosis, Rizki Rengganu sebagai co-Founder Summer Creative Media serta Henry Gunawan owner Be Proud of Indonesia. Acara ini juga menghadirkan Farisa Satrio, founder Antarkita sebagai moderator dan Reza Rahardian, Lead Activator dari Marketeers & Markplus yang memberikan banyak insight seputar strategi pemasaran.

“Meskipun banyak peluang, banyak pengalaman yang bisa dicontoh, namun komitmen dalam menjalankan bisnis itu yang penting dan perlu dijaga,” kata Noviaji di sela-sela diskusi.

Talkshow Battlepreneur memang memberi kesempatan para speakers untuk berbagi pengalaman mereka menghadapi tantangan dalam bisnis. Hampir semua pernah merasakan masa sulit ketika sedang merintis bisnis seperti keterbatasan alat produksi, modal usaha, atau SDM. Namun nyatanya semua itu bisa dilalui, bahkan muncul inovasi-inovasi baru yang menambah value dalam bisnis mereka.

“Passion juga menjadi salah satu faktor apakah bisnis yang dijalani bisa sustain dan terus berkembang,” tambah Rizki Rengganu.

Sementara itu, Lenoita Putri menyampaikan bahwa tidak perlu takut untuk memulai bisnis. “Pelajari market yang tepat, pola pemasaran dan temukan passion kamu di sana,” tegas dia.

Henry yang memulai bisnis clothing sejak tahun 2009 mengajak youthpreneur untuk tetap konsisten dan tidak kendur semangatnya. “Apapun yang easy come, pasti easy go, begitu juga yang hard come, hard go juga mestinya,” tambah Henry.

Terakhir, Reza Rahardian dari Marketeers menyampaikan bahwa selain jiwa entrepreneurship, youthpreneur juga perlu memiliki productivity dan creativity yang tinggi sebagai bekal untuk menghadapi tantangan selama menjalani bisnis.

“Ekosistem yang positif akan memberikan dampak positif pula buat orang-orang yang terlibat di dalamnya. Itulah yang ingin dibangun melalui acara ini. Karena entrepreneurship tidak melulu tentang bisnis, tapi bagaimana kita bisa menjadi problem solver dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar secara konsisten,” kata dia.

Infotembalang bekerjasama dengan Antarkita dan Marketeers juga memberikan tantangan bagi para start up bisnis (dibawah 1 tahun) untuk memecahkan beberapa case study yang diberikan untuk mengasah keterampilan mereka merancang strategi bisnis yang handal.

15 peserta yang lolos seleksi akan mempresentasikan solusi mereka di hadapan dewan juri. Solusi terbaik akan mendapakan hadiah dan penghargaan di acara puncak Infotembalang Youthpeneur Summit 2017 yang akan digelar tanggal 25 Maret 2017 nanti. Bagi yang tertarik ikut serta bisa mengikuti informasi yang akan diupdate di infotembalang.co

https://cdns.klimg.com/newshub.id/news/2017/03/13/123194/battlepreneur-perang-ide-dan-sharing-bisnis-enterpreneur-muda-170313c.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments