Kemacetan WhatsApp dan pembangunan bisnis baru


Logo WhatsApp
Logo WhatsApp
© WhatsApp

Sejak diakuisisi oleh Facebook pada 2014, WhatsApp telah digunakan oleh miliaran orang dari seluruh dunia. Data terakhir Statista, hingga Juli 2017 rerata ada 1,3 miliar pengguna yang aktif menggunakan WhatsApp setiap bulan.

Namun siapa sangka, layanan pesan instan sebesar WhatsApp pun bisa tumbang. Layanan berkirim pesan ini baru-baru saja mengalami masalah konektivitas di beberapa region.

Seperti dilansir Gadgets360, Kamis (31/8/2017), alat pemantauan Web DownDetector melaporkan lonjakan jumlah keluhan mengenai WhatsApp yang tumbang. Perusahaan menjelaskan insiden ini dimulai pada 9:00 PM (GMT +5.5) atau 22:30 WIB.

Beberapa pengguna di Amerika Serikat, Eropa, Brasil, dan India mengeluhkan masalah saat menggunakan layanan WhatsApp. “So #WhatsApp seems to be down,” tulis Tony Willberg, Arsitek Solusi Awan di Microsoft. “Is WhatsApp service down? I’m not able to connect to WhatsApp server,” tulis pengguna lain meski koneksi internetnya bagus.

Untungnya, pihak WhatsApp langsung merespons keluhan-keluhan tersebut. Tak lama kemudian, layanan tersebut kembali normal dan para pengguna bisa menggunakannya lagi. Belum diketahui apa masalah yang menyebabkan layanan tersebut tumbang tapi ini bukan insiden pertama.

Insiden serupa pernah terjadi pada Mei tahun ini. Ribuan pengguna mengeluhkan layanan pesannya tidak bisa digunakan alias offline. Kejadian tersebut berlangsung selama berjam-jam, sehingga WhatsApp terpaksa mengeluarkan pernyataan tentang gangguan terhadap layanan tersebut.

Sangat disayangkan, WhatsApp tak memiliki laman resmi untuk mengumumkan masalah seperti ini, laiknya layanan lain. Akun Twitter mereka pun hiatus sejak 2014.

Mulai masuk ke ranah bisnis

Dua hari sebelumnya, WhatsApp mengumumkan bahwa mereka akan masuk ke ranah bisnis dengan memulai program uji coba untuk akun bisnis terverifikasi. Seperti dijelaskan laman tanya-jawab WhatsApp, akun terverifikasi bisa digunakan oleh kalangan bisnis atau perusahaan untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggannya.

Keberadaan akun bisnis di WhatsApp, akan mudah dikenali para pengguna. Akun tersebut ditandai dengan pin berwarna hijau yang terletak di samping foto.

Sedangkan teks percakapan dengan kontak bisnis terverifikasi itu tak ditandai dengan warna hitam, melainkan kuning. Tidak ada cara untuk menghapus pesan itu dari obrolan.

Sama dengan sebelumnya, para pengguna yang telah melakukan penyimpanan nama kontak di buku telepon, nama yang akan muncul dalam WhatsApp akan sama dengan apa yang sudah diatur dalam buku telepon tersebut.

Namun, jika para pengguna tidak melakukan penyimpanan nomor milik akun bisnis tersebut, maka nama yang akan muncul pada WhatsApp kontak tersebut sesuai dengan nama yang diatur oleh pemilik bisnis.

Selain itu, pesan yang ada di dalamnya juga tak akan bisa dihapus, tak seperti pada versi reguler. Kendati begitu, pengguna akun bisnis masih bisa memblokir pengguna lain seperti seperti halnya fitur di WhatsApp reguler.

Belum diketahui secara pasti kapan WhatsApp akan meluncurkan akun bisnis untuk semua penggunanya. Dalam masa uji coba ini, WhatsApp hanya melibatkan sejumlah pengusaha kecil.

https://aws-dist.brta.in/2017-09/thumbnail_600_315/1504319428_whatsapp-1357489-1280_1504257576.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments