Keseruan Pitching Temu Bisnis Inovatif Puspiptek



Metrotvnews.com, Tangerang Selatan: Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) menggelar Workshop Temu Bisnis Inovatif yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, 10 dan 11 Juli 2017. Pada hari kedua, para peserta workshop yang juga tenan Puspiptek melakukan pitching (presentasi) produk di hadapan para investor.

Sedikitnya sebelas tenan inkubator insentif inkibasi bisnis Puspiptek atau technopreneur yang mengikuti pitching yang bertempat di Aula Gedung Technology Business Incubation Center (TBIC), Kawasan Puspipptek, Seprong, Tangerang Selatan. Di antaranya Microtex, Valex Folifix, CV Sari Burton, DNR, PT Pustek, Biotek, Mobisa, Indocor, GIM serta Biomagg.

Sedangkan investor yang hadir dalam pitching tersebut adalah dari Kinara Indonesia, Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) dan Jasindo. Baik investor maupun tenan terlihat begitu antusias mengikuti acara tersebut.

Kepala Biro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Jasindo Pramono Edi menilai baik tenan hasil inkubasi bisnis Puspiptek. Dirinya tidak menyangka bahwa ada beberapa karya inovatif yang prosesnya memakai teknologi canggih.

“Mereka cukup antusias, saya melihat sebuah hasil inkubasi yang ternyata heboh ya, bagus banget. Dia punya teknologi yang manfaatnya bisa dirasakan dan ini lonjakan teknologi,” ujar Edi usai acara.

Edi pun juga mengaku tertarik dengan beberapa produk hasil inkubasi di TBIC ini. Seperti dari Biomagg yang memanfaatkan lalat tentara hitam untuk mengurai sampah organik.

“Sampah ini kan menjadi masalah, tidak mudah (mengolahnya). Tapi ini dengan teknologi ternyata sekumpulan orang bisa mengolah sampah menjadi pakan ternak dan pupuk dengan biaya yang murah,” imbuh Edi.

Selain Biomagg, ada juga yang tengah mengembangkan layanan kesehatan online. Di mana masyarakat bisa dengan mudah menggunakan aplikasi di smartphone nya, untuk memanggil dokter, ambulan, membeli obat dan lain sebagainya.

Tak hanya itu saja, ada satu produk minuman sehat, yakni susu fermentasi atau kefir yang diproduksi CV. Sari Burton. Ke’if bukan sekedar susu fermentasi biasa, produk ini memiliki beberapa keunggulan dan rasa yang lezat.


Di tangan Edgina Burton, Ke’if menjadi minuman kefir yang memiliki usia simpan lebih panjang yakni empat bulan, dibandingkan yang biasanya hanya satu sampai dua minggu. (Foto: Metrotvnews.com/Pelangi)

“Selesai S2, saya mencari develop formulanya sampai setahu. Jadilah Ke’if, rasanya juga tidak seasam kefir pada umumnya, dan telah memiliki sertifitkat BPOM serta izin edar resmi,” jelas Director CV. Sari Burton, Edgina Burton.

Produk yang dikembangkannya dari hasil penelitian studi S1 dan S2 nya ini telah menghasilkan omzet Rp500 juta per tahun. Dirinya juga telah menjual produknya ke beberapa supermarket, seperti Grand Lucky, Farmers Market, Gelael, Total Buah, Top Buah Cibubur, Jakarta Buah, Rejeki Buah dan lainnya.

“Ke depan saya ingin mebuat kefir yang spoonable, kaya greek kefir. Harapannya bisa menjadi brand kefir pioneer dan nomor satu,” tukas lulusan IPB ini.

Burton adalah salah satu tenan yang mengambangkan produknya di inkubator bisnis Puspiptek. Dirinya juga mengikuti sesi pitching dalam rangkaian acara Workshop Temu Bisnis Inovatif dan merasakan manfaat dari event tersebut.

“Dari acara ini, saya mendapatkan ilmu-ilmu baru. Di sini diajarkan bagaimana menjadi seorang pitcher yang baik dan juga mendapat materi yang bagus mengenai apa yang dibutuhkan investor,” tutup Burton.

(ROS)

http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2017/07/18/731117/OPp3VmlX1y.jpg?w=650



Sumber Artikel

Komentar

comments