Kiat raja properti menjajakan gudang


JAKARTA. Grup Ciputra tidak melewatkan setiap jengkal peluang bisnis properti. Kelompok usaha yang termasuk pelopor di bisnis properti Tanah Air ini, misalnya, tengah fokus menggarap dan membesarkan bisnis pergudangan.

Melalui anak perusahaan bernama PT Mitra Makmur Bagya, Grup Ciputra meneken kerjasama pembiayaan dengan Bank Mandiri pada Jumat (19/5) kemarin. Batas pembiayaan sebesar Rp 10 miliar untuk jangka waktu maksimal 10 tahun.

Pasca kerjasama itu, Grup Ciputra optimistis, bisnis gudangnya lebih laris. Menurut mereka, fasilitas pembiayaan bisa mendorong konsumen beralih pilihan, dari semula hanya sewa gudang menjadi beli gudang.

Asal tahu, awalnya Grup Ciputra menawarkan cicilan pembelian gudang kepada para pembeli. Tenor kredit internal yang mereka tawarkan selama dua tahun. Itu adalah strategi Grup Ciputra di tengah sulitnya pembeli gudang mendapatkan kredit perbankan.

Sebab pada kenyataannya, peminat gudang Grup Ciputra mayoritas bukan perusahaan besar atau pembeli yang memenuhi syarat kredit perbankan (bankable). “Gudang dipakai untuk dagang dan logistik, jadi kami bicara dengan Bank Mandiri agar mereka masuk memberikan fasilitas kredit ke konsumen yang ingin membeli pergudangan,” terang Harun Hajadi, Managing Director Ciputra Group, Jumat (19/5) pekan lalu.

Bangun pergudangan

Adapun proyek pergudangan grup yang pernah menyebut sebagai Sang Pelopor ini ada lima. Dua di antaranya sudah beroperasi, yakni Bizpark Penggilingan dan Bizpark Pulau Gadung. Sementara tiga pergudangan lain masih dalam tahap pembangunan, yakni Bizpark Bekasi, Bizpark Banjarmasin dan Bizpark Bandung.

Bizpark Bekasi merupakan kawasan pergudangan di atas lahan seluas 40 hektare (ha). Bakal ada 600 unit gudang di dalam proyek tersebut. Grup Ciputra menggarap proyek itu bersama PT Graha Bagya Indonesia.

Bizpark Bekasi mengantongi izin sebagai tempat penyimpanan barang bagi industri kecil yang tidak mempunyai limbah dan tempat logistik. “Konsep gudangnya bisa sekaligus dijadikan sebagi office, tempat tinggal dan gudang,” kata Harun.

Sejauh ini, pengembangan Bizpark Bekasi sudah sampai tahap I. Sebanyak 144 unit gudang sudah rilis di pasaraan. Luas unit gudang mulai dari 132 meter persegi (m²) hingga 600 m². Sementara harga jualnya Rp 2 miliar-Rp 10 miliar per unit.

Sejak peluncuran perdana di pasar, 63 unit gudang Bizpark Bekasi sudah terjual. Nilai penjualannya Rp 200 miliar. Grup Ciputra menargetkan pergudangan itu bisa mendatangkan penjualan Rp 130 miliar pada tahun 2017.

Gudang lain, Bizpark Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Proyek seluas 25 ha tersebut sebenarnya sudah rilis sejak tahun 2012. Grup Ciputra mengenakan harga jual lebih murah ketimbang Bizpark Bekasi, yakni mulai Rp 700 juta per unit. Gudang terkecil Bizpark Banjarmasin berukuran 6×24 m².

Sementara gudang ketiga yang sedang Grup Ciputra kembangkan berada di Bandung, Jawa Barat. Bizpark Bandung menempati lahan seluas 100 ha. Nanti, separuh area bakal berupa kawasan pergudangan. Separuhnya lagi berwujud mixed use.

Tahun ini, Grup Ciputra mengincar marketing sales atau pendapatan pra penjualan Rp 9 triliun. Dari Januari-April 2017, pencapaian marketing sales grup ini mencapai sekitar Rp 1,6 triliun.

Grup Ciputra akan memacu marketing sales dari dua residensial anyar di Cibubur dan Makassar yang rilis bulan ini. Proyek andalan lain seperti kluster di Maja dan Citraland Surabaya.

 

http://photo.kontan.co.id/photo/2014/10/24/271135379p.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments