Kimia Farma Lebarkan Sayap Bisnis ke Arab Saudi

Bisnis

[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KF) melebarkan saya bisnis ke Arab Saudi. Ini dilakukan melalui penandatanganan Conditional Share Subscription Agrement (CSSA) bersama Dwaa Medical Limited Company (Dwaa) di Mekah, Arab Saudi.

Kerja sama dalam bentuk usaha joint venture ini diharapkan mendatangkan manfaat bagi jamaah umrah, jemaah haji Indonesia dan tenaga kerja yang berdomisili di Arab Saudi dengan kehadiran 30 outlet farmasi dan 2 pusat distribusi di lokasi utama Mekah dan Jeddah.

“Pengembangan bisnis Kimia Farma di Arab Saudi tidak hanya terbatas pada musim haji. Namun juga untuk jemaah umrah dan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi serta masyarakat Arab Saudi itu sendiri. Tidak hanya kebutuhan obat, kami juga akan mengembangkan  klinik dan fasilitas kesehatan lainnya,” kata Presiden Direktur PT Kimia Farma (Persero) Tbk Honesti Basyir dalam keterangannya, Sabtu (22/7/2017).

Keberadaan apotek tersebut akan memberi alternatif bagi warga negara Indonesia selain apotek-apotek lainnya yang dikelola oleh Arab Saudi dimana kedepannya Perseroan juga berencana untuk melakukan pembangunan klinik dan layanan kesehatan lainnya melalui kerjasama dengan pihak lainnya.

Rencana akuisisi atas saham Dwaa sebagaimana dimuat dalam CSSA, maka komposisi kepemilikan saham dalam Dwaa berubah. Nantinya sebesar 60 persen saham Dwaa dimiliki KF dan 40 persen saham Dwaa dimiliki Pemegang Saham sebelumnya.

CSSA ditandatangani Honesti Basyir dan Chairman Marei Bin Mahfoudz Group Sheikh Marei Bin Mubarak bin Mahfoudz dan disaksikan Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal RI dan Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo.

Sebagai langkah awal memasuki pasar baru di Timur Tengah, Kimia Farma berinvestasi pada perusahaan farmasi di Arab Saudi yang merupakan anak perusahaan dari Marei Bin Mahfoudz Group untuk menjadi mitra Integrated Healthcare Business, dengan bidang usaha wholesaler dan retail farmasi dan produk kesehatan, serta jasa manajemen layanan kesehatan.

Kimia Farma juga merancang grand strategy, yakni pembangunan berbagai fasilitas produksi perseroan, yaitu Pabrik Banjaran, Pabrik Garam Farmasi, Pabrik Bahan Baku Obat dan dalam waktu dekat akan mulai beroperasinya Pabrik Rapid Test, yaitu suatu produk alat kesehatan test kit untuk melakukan pendeteksian penyakit seperti HIV, Siphilis, Malaria, Hepatitis, narkoba dan demam berdarah.

Tonton video menarik berikut ini:

https://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/656087/big/kimiafarma-140110b.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Minta Ampun Bakal Ketika Ini Webkonseling Hanya Menyediakan Layanan Dialog Melewati Email.

bakal itu diperlukan pemberian supaya daya kegiatan yang tampak bisa lebih terlalu banyak dan juga sepertinya lebih pakar di sendiri-sendiri bagian serta meninggikan kapasitas yang ada. jadi konsultan psikolog jakarta pada kesimpulannya saya memutuskan buat mendaratkan ke psikolog akibat saya mau bersemayam di situ serta saya bisa melangsungkannya, dengan cara …

Bisnis
jasa belanja ebay, amazone dan lain-lain (hemat dan terpercaya)

jasa belanja ebay-terlihat sebelah perkara apa sebabnya orang atau industri tidak dapat membeli lagi perkakas dari luar negeri. shopher diharuskan memilah 1 saham untuk dapat menyandang produk yang terdapat di website ebay. yaiu, sdm indonesia yang betul-betul menduduki prosedur e-commerce ini selaku ensiklopedis. selain itu kamu pula bakal meraih pertanda …

Bisnis
Jasa Pembelian Barang Di Ebay

Cara Belanja di eBay sebenarnya sangat mudah, cocok sekali bagi anda yang sibuk dan lebih suka berbelanja secara online. Pembayaran di amazon biasanya melalui kartu kredit, kupon diskon atau kartu pembayaran amazon yg bisa dibeli sebelum berbelanja…proses pembayaran seperti biasanya toko online, hanya memasukkan data pembayaran mis kartu kredit atau …