Kolaborasi Bisnis Anne Avantie – Dapur Cokelat


Kecintaannya pada Tanah Air mendorong desainer ternama Anne Avantie dan Ermey Triniarty, pendiri Dapur Cokelat berkolaborasi menciptakan karya melalui coklat. Hasil karya keduanya resmi diluncurkan pada hari, Selasa 18 April 2017 dengan nama “Cokelat Cinta Indonesia”.

Tampilan Cokelat Cinta Indonesia disajikan dengan bentuk menyerupai kotak kayu dengan ukiran bermotif kain batik nusantara yang terbuat dari cokelat. Ada pula motif parang pada serangkaian Cokelat Cinta Indonesia.

Anne Avantie mengungkapkan bahwa motif parang yang ada dalam produk ini merupakan motif batik tertua yang menggambarkan jalinan kasih yang tak pernah putus. Ia berharap, melalui karya ini masyarakat semakin menghargai kekayaan budaya Indonesia dan mencintai Tanah Air.

“Hal ini juga menjadi salah satu bukti bahwa industri kreatif dapat menghasilkan karya lintas industri dengan ide dan kreasi tanpa batas, sehingga industri kreatif dapat semakin berkembang,” ujarnya, saat peluncuran Cokelat Cinta Indonesia di Plataran Menteng, Jakarta.

Keistimewaan lain dari produk ini adalah teknik pembuatannya secara manual (handmade), sehingga membutuhkan keahlian khusus. Sedangkan rasa dari cokelat praline ini merupakan rasa-rasa kesukaan dari Anne Avantie dan Ermey.

Adapun cokelat yang dibanderol seharga Rp 300 ribu ini, berisi 20 butir praline yang terdiri dari 12 rasa yaitu seperti dark truffle, white truffle, milk truffle, almond square, mocca, nut nougat, strawberry square, marble lemon, cranberry, green tea, dan cookies flakes. Dan cokelat ini juga hanya akan tersedia sejak tanggal 19-31 Mei 2017 di gerai Dapur Cokelat di Jabodetabek, Surabaya dan Malang.

“Sebagian keuntungan dari penjualan produk ini, akan kami serahkan untuk membantu mereka yang membutuhkan di bawah naungan Wisma Kasih Bunda,” ujar Ermey.

Ermey menambahkan, Cokelat Cinta Indonesia adalah sebuah karya yang menjadi tonggak wujud kasih perjalanan Dapur Cokelat selama 18 tahun. Ia melihat perkembangan bisnis cokelat ke depan masih bisa melejit dikarenakan bisnis cokelat yang selalu berkembang. Menurutnya, dalam bisnis cokelat ini kuncinya adalah kreativitas.

“Perjalanannya memang tidak mudah, diperlukan satu usaha dan kreatifitas. Karena kami berbisnis dibidang makanan, maka kami harus terus berinovasi sehingga bisa tetap bertahan,” jelasnya.

Kini Dapur Cokelat memiliki 23 outlet yang 11 diantaranya adalah gerai mitra. Gerainya pun sudah tersebar di daerah Jabodetabek, Surabaya, Malang, Makassar hingga Pekanbaru.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/swa.co.id/wp-content/uploads/2017/04/IMG_20170418_113208_HDR-800×600.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments