Kolaborasi Bisnis Transportasi Online, Blue Bird dan Gojek Sama-sama Puas


TRIBUN-MEDAN.com – Manajemen PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengklaim kolaborasi bisnis dengan PT Gojek Indonesia telah membuahkan hasil positif. Manajemen taksi berlogo burung biru ini mengklaim mengalami pertumbuhan bisnis di awal tahun ini.

Sigit Priawan Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird Tbk memprediksi, kinerja perusahaan taksi sepanjang kuartal satu tahun ini mampu tumbuh positif dari tahun lalu. Ia menyebut pertumbuhan positif lantaran manajemen melakukan beberapa inovasi bisnis.

Salah satu inovasi yang mereka lakukan adalah dengan bersinergi dengan aplikasi transportasi online Gojek. “Hasil masih positif, meski persaingan masih tetap ada. Karena kami harus melihat jangka panjang dan bukan jangka pendek,” kata Sigit, Selasa (25/04/2017).

Sayang, Sigit tidak merinci lebih lanjut soal hasil pencapaian kinerja di kuartal satu tersebut. Termasuk kontribusi bisnis dari kolaborasi dengan Gojek Indonesia. Begitu pula soal proyeksi target pendapatan sampai akhir tahun ini, ia masih belum bisa memberikan perinciannya.

Selain Blue Bird, perusahaan taksi konvensional yang mencoba menggandeng penyedia aplikasi transportasi adalah PT Ekspress Transindo Utama Tbk alias Ekspress yakni dengan Uber. Hanya saja hingga berita ini turun KONTAN belum bisa mendapatkan tanggapan dari manajemen perusahaan berkode TAXI di Bursa Efek Indonesia mengenai hasil kerjasama yang mereka gelar sejak akhir tahun lalu tersebut.

Program promosi

Memang menggandeng peyedia aplikasi transportasi bukan satu-satunya pendongkrak penghasilan. Seperti yang dilakukan Blue Bird, yang mengklaim kerap menelurkan beragam program promosi untuk bisa mendongkrak kinerja keuangan. Misalnya program yang tergolong baru adalah Big Bird Jalan Jalan yang digelar sejak awal 2017.

Program jalan-jalan dengan tujuan wisata tertentu tersebut untuk mengakomodasi konsumen yang ingin berwisata dengan kelompok yang kecil, seperti keluarga. Langkah ini juga sebagai upaya Blue Bird untuk bisa terus mengisi armada busnya yang berlogo Big Bird.

Sigit menyebutkan, kegiatan wisata menggunakan angkutan darat kini kembali marak. “Apalagi mulai marak akses tol baru,” katanya.

Sebagai gambaran, Blue Bird mengalokasikan belanja modal Rp 1 triliun tahun ini. Prioritas dana belanja modal dari kas internal ini akan mereka pakai untuk peremajaan armada. Hanya saja, Sigit tidak memberikan perincian berapa jumlah mobil yang akan diganti Blue Bird sepanjang tahun ini.

Yang jelas peremajaan ini sekadar mengganti armada yang sudah uzur, dan tidak menambah armada baru. Sebagai catatan, saat ini, Blue Bird sudah mempunyai sebanyak 26.000 armada yang tersebar di berbagai daerah.(*)

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/go-bluebird_20170403_120145.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments