Kompetisi Bisnis Makanan Siap Saji Makin Ketat


JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis restoran siap saji di Indonesia semakin ketat, seiring dengan ekspansi bisnis masing-masing perusahaan.

Jurus yang dipakai selain menambah gerai, juga mengeluarkan menu baru untuk menarik konsumen.

Dikutip dari Kontan, Minggu (11/6/2017), salah satu perusahaan yang mengeluarkan paket baru adalah PT Pioneerindo Gourmet Tbk (PTSP) selaku pemegang merek CFC. Perusahaan ini mengandalkan program paket murah bertajuk Komandan saat Ramadan dan Lebaran.

“Tahun ini, ditargetkan dari paket Komandan bisa memberikan kontribusi sekitar 15 persen dari keseluruhan pendapatan perusahaan,” sebut Teh Kian Kun, Direktur Utama PT Pioneerindo Gourmet Tbk, Jumat (9/6/2017).

Dibandingkan dengan bulan bulan lain, momentum bulan puasa volume penjualan cenderung lebih tinggi. Menurut Teh Kian, penjualan pada bulan puasa bisa naik hingga tiga kali lipat.

Strategi meramu menu baru juga menjadi opsi yang ditempuh PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) pemegang merek KFC.

Direktur FAST Justinus Dalimin Juwono bilang, pihaknya akan mengeluarkan lagi seri Cheesy Chicken sebagai salah satu strategi perseroan menggenjot pemasukan. “Seri Cheesy Chicken akan di-launching kembali pada Agustus mendatang,” ungkapnya, Kamis (8/6/2017).

Justinus berujar, menu lumuran keju sangat diminati masyarakat, sehingga Cheesy Chicken kembali dirilis. Tak cuma itu, FAST bakal memperkenalkan tiga produk baru lain tahun ini juga. Sayang, Justinus belum mau merinci lebih lanjut. “Masih rahasia,” kilahnya. Yang pasti, sebagai spesialisasi dari KFC, keseluruhan produk baru tersebut berbahan dasar ayam.

Menambah gerai

Selain perang menu, perusahaan makanan siap saji juga berlomba-lomba ekspansi dengan menambah gerai baru. Tahun ini, Pioneerindo pemilik brand CFC sudah menyiapkan amunisi belanja modal sekitar Rp 30 miliar untuk menambah 25 gerai baru di seluruh Indonesia.

Teh Kian menyebutkan, daerah yang dibidik untuk perluasan pasar adalah yang sudah memberikan kontribusi positif yaitu Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. PTSP juga bakal merenovasi 15 gerai lama dengan alokasi anggaran mencapai Rp 250 juta per gerai.

Per Desember 2016, Pioneerindo memiliki 284 gerai. Perinciannya, 256 unit gerai CFC 256, tujuh gerai Sabo dan 21 unit gerai Carl Donat.

Setali tiga uang dengan FAST yang menggelontorkan belanja modal antara Rp 300 miliar- Rp 350 miliar pada tahun ini untuk menambah 30-35 gerai besar KFC dan 20 gerai KFC Box. Hingga 2016, Fast Food sudah membuka sebanyak 575 gerai besar KFC dan 13 KFC Box, yang tersebar di 145 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Justinus menjelaskan, untuk membangun satu gerai KFC Box menghabiskan anggaran antara Rp 1,5 miliar – Rp 2,5 miliar. Berbeda dengan gerai besar KFC yang membutuhkan biaya mulai dari Rp 3,5 miliar hingga Rp 9 miliar.

Terkait kinerja usaha, hingga kuartal I-2017, FAST membukukan pendapatan Rp 1,2 triliun. Naik tipis dari kuartal yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 1,1 triliun.

Sementara menilik laporan keuangan PTSP per kuartal I-2017, pendapatan perseroan ini naik 15,9 persen dari Rp 96,4 miliar tahun lalu menjadi Rp 111,7 miliar. Kenaikan tersebut berasal dari penjualan di store lama sebesar 2 persen dan selebihnya berasal dari gerai-gerai yang baru.

Berita ini diambil dari kontan.co.id dengan judul asli : Persaingan bisnis makanan siap saji semakin ketat

http://assets.kompas.com/crop/0x0:780×390/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/05/29/38327633201.png,0,-0,1)/data/photo/2015/06/16/0903191cfc780x390.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments