Konsep TOD Dongkrak Bisnis Properti Bogor | Properti


 

Jakarta – Konsep transit oriented development (TOD) dinilai dapat mendongkrak bisnis properti di kota penyangga Jakarta seperti Bogor. Konsep itu memudahkan akses ke transportasi publik sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi.

“TOD mengurangi ketergantungan mobil dan motor sehingga kualitas kehidupan meningkat lewat pengurangan waktu yang terbuang karena kemacetan lalu lintas jalan,” tutur Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tarumanagara, Suryono Herlambang, kepada wartawan, di Tangerang, baru-baru ini.

Dia menilai, aksesibilitas menjadi penting dari lokasi hunian ke tempat aktifitas. Hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik dapat membuat nyaman para penghuni proyek properti. Konsep TOD bisa berjalan dengan baik jika masyarakat mudah, nyaman dan aman menggunakan angkutan massal.

“TOD mencuat di Amerika Serikat tahun 1950-an yang mengakomodasi keluarga mapan yang tinggal di luar kota di rumah yang nyaman. Di Jakarta gejala itu terlihat sejak 1990-an,” tambahnya.

Survei Rumah.com bekerjasama dengan Intuit Research, Singapura yang dirilis di Jakarta, baru-baru ini, memperlihatkan pentingnya akses ke transportasi publik sebagai pertimbangan membeli hunian. Faktor itu menempati urutan ketiga dari 10 faktor utama konsumen dalam membeli.

“Konsumen masih mencari lokasi yang memiliki fasilitas dan infrastruktur yang sudah baik namun masih memiliki potensi menjadi lebih baik sehingga aksesibiiltas terhadap rencana mass transit (Transit Oriented Development) akan semakin merupakan faktor pembeda yang dicari,” ujar Ronald Wihardja, managing director PT Megapolitan Developments Tbk, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, belum lama ini.

Dia menambahkan, konsep proyek properti yang baik menekankan fasilitas yang diberikan. Lalu, desain yang apik dan memiliki kedekatan dengan fasilitas penunjang seperti infrastruktur transportasi.

 

Properti Bogor

Menurut Ronald, perbaikan akses Jakarta dengan Bogor semakin cepat datang dengan rencana dibangunnya angkutan kereta ringan (light rail train/LRT) di Sentul, Bogor. Selain itu, ditopang oleh kehadiran jalan tol menuju Bogor Outer Ring Road.

“Kami sangat berharap perbaikan infrastruktur dan transportasi akan berdampak sangat positif terhadap permintaan properti di Bogor baik dari segi jumlah maupun harga,” katanya.

LRT dibangun oleh pemerintah pusat yang tahap awal untuk rute Cibubur-Cawang dan Bekasi-Cawang. Rute tersebut ditargetkan rampung sebelum Asian Games digelar di Jakarta pada 2018. Rute selanjutnya menghubungkan Cibubur dengan Sentul.

Infrastruktur transportasi yang bagus menggairahkan bisnis properti di Bogor. Dia mencontohkan proyek Vivo Sentul yang sedang digarap Megapolitan.

Saat ini yang dipasarkan adalah iconic mall-nya yang terdiri atas Vivo Mall, Vivo Walk, dan Galleria Kiosk Mall. Di proyek yang mulai dibangun pada 2016 itu, Megapolitan juga menawarkan ruko thematic BizPark.
“Pembangunan berjalan pesat sejak PT PP ditunjuk sebagai konsultan struktur. Topping off di harapkan di Q3 2017 dan operasional diharapkan untuk dimulai di Q1 2018,” ujar dia.

Momentum pejualan dan penyewaan unit meningkat seiring dengan progress pembangunan. Saat ini, Vivo Mall Sentul sudah terisi lebih dari 50%.

Dia menjelaskan, potensi kawasan Bogor masih sangat tinggi dilihat dari kurangnya tempat hiburan retail yang tersedia saat ini. Ke depan, potensi Bogor terus berkembang yang disebabkan oleh meningkatnya daya beli warga Bogor yang diprediksi meningkat 15% per tahun. “Selain itu, karena membaiknya akses dari dan menuju kawasan Vivo Mall Sentul,” jelas Ronald.

Ronald mengatakan, masih banyak investor yang membeli untuk mendapatkan apresiasi nilai karena memprediksi harga meningkat sejalan dengan progress pembangunan, perbaikan ekonomi, dan penambahan akses. Di atas itu, mulai banyak pembeli pemain di bidang retail yang membeli atau menyewa karena mengantisipasi arus pengunjung yang ingin memenuhi kebutuhan hiburannya di kawasan Vivo Mall Sentul yang ikonik.

“Tren ini meningkat karena investor tidak ingin kehilangan kesempatan mengingat persediaan terus menipis,” papar dia.


Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

http://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/725×460-2/1457272294.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments