Korut Dikenai Sanksi, Pasar Asia Lanjutkan Reli


bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah indeks saham di Asia memperpanjang penguatannya pada perdagangan pagi, Selasa (12/9/2017), setelah indeks S&P 500 mencetak rekor akibat minimnya kerusakan yang timbul dari Badai Irma sehingga mendorong prospek perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) secara bertahap.

Indeks Topix Jepang menanjak 1,1% pada pukul 9.12 pagi waktu Tokyo (pukul 07.12 WIB), sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3% dan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,4%.

Sementara itu, indeks Standard & Poor’s 500 berakhir dengan kenaikan 1,08% di level 2.488,11 pada perdagangan Senin (11/9). Indeks S&P 500 memperbarui rekor tertingginya pada perdagangan kemarin, dengan seluruh 11 sektor indeks utama menguat.

Indeks Topix Jepang memperpanjang relinya, sedangkan bursa saham Korea Selatan dan Australia naik. Indeks S&P 500 membukukan kenaikan terbesar sejak April dan ditutup di level tertingginya.

Adapun indeks dolar AS dikabarkan bergerak stabil setelah mampu mengikis pelemahannya pekan lalu pada hari Senin. Harga minyak juga mempertahankan penguatannya, di tengah tanda-tanda bahwa efek Badai Irma ternyata tidak sedahsyat yang diperkirakan.

Meningkatnya minat terhadap aset berisiko yang dimulai pada perdagangan Senin kembali terlihat di awal perdagangan Asia pagi ini, didukung oleh kurangnya perkembangan provokatif dari Korea Utara.

Pada hari Senin (11/9) waktu setempat, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyetujui sanksi untuk rezim Kim Jong Un karena uji coba rudal dan nuklirnya.

15 anggota DK PBB mengeluarkan resolusi tersebut dengan suara bulat setelah perundingan dimulai pekan lalu.

Resolusi ini termasuk memangkas impor produk minyak sulingan menjadi 2 juta barel per tahun, melarang ekspor tekstil dan memberi negara-negara izin untuk membekukan aset kapal kargo yang operatornya tidak setuju dengan inspeksi di laut lepas.

“Kami bertindak sebagai respons terhadap perkembangan baru yang berbahaya,” ungkap utusan AS Nikki Haley kepada DK PBB setelah pemungutan suara, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (12/9/2017).

Investor selanjutnya dipastikan akan menantikan peluncuran produk-produk terbaru Apple hari ini, di antaranya model iPhone dan versi Apple watch terbaru. Pasar juga akan memantau data penjualan ritel dan inflasi AS yang dirilis pekan ini.

Di sisi lain, Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan kebijakan pada pertemuan yang berakhir Kamis (14/9) waktu setempat, meskipun data inflasi Inggris menunjukkan kenaikan.

 



Sumber Artikel

Komentar

comments