Kuasai Landbank 1.300 Ha, Rimo Fokus Ekspansi Properti


Kuasai Landbank 1.300 Ha, Rimo Fokus Ekspansi Properti
Kamis, 20 Juli 2017 | 7:09

Salah satu gerai Dept Store Rimo di Jakarta. Foto ilustrasi: indocities.blogspot.comSalah satu gerai Dept Store Rimo di Jakarta. Foto ilustrasi: indocities.blogspot.com

JAKARTA – PT Rimo International Lestari
Tbk (RIMO) melalui anak usahanya, PT Hokindo Properti Investama, akan fokus
untuk pengembangan proyek properti di tiga wilayah pada sepanjang tahun ini.
Perserlan telah memiliki cadangan lahan (landbank) sebanyak 1.300
hektare (Ha) sampai semester I-2017 untuk ekspansi tersebut.

 

Direktur Keuangan Rimo
Internasional Lestari Herman Susanto menyatakan, aksi rights issue perseroan beberapa
waktu turut membawa dampak perubahan terhadap bisnisnya. Dengan memiliki 99,99%
saham Hokindo Properti Investama, secara mayoritas pendapatan dan fokus bisnis
Rimo International Lestari, akan berasal dari lini usaha properti.

 

Guna membuka peluang
bisnis properti yang lebih baik, perseroan baru-baru ini telah menambah landbank sekitar 30 Ha di
Kawasan Puncak, Jawa Barat. Antara lain, aksi penambahan landbank yang dilakukan oleh
Hokindo Properti Investama belum lama ini.

 

“Khusus wilayah Puncak, perseroan
melalui anak usaha memang sudah meraih surat keputusan (SK) hingga 200 Ha, tapi
realisasi lahan yang kami miliki belum mencapai angka tersebut,” ujar Herman
kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa
(18/7).

 

Sementara itu, jika
berbicara mengenai potensi akuisis lahan ke depan, ia mengakui, perseroan tidak
menutup kemungkinan untuk menambah lahan di dekat wilayah yang sudah dimiliki
saat ini. “Kalau untuk tahun 2017, kami akan fokus untuk proyek properti di
Banjarmasin, Pontianak, dan Rasuna Said Kuningan,” papar dia.

 

Perihal proyek properti
di Pontianak, Herman mengungkapkan, pihaknya sudah memiliki 500 Ha di kawasan
yang dekat dengan calon Pelabuhan Internasional Kijing. Sehingga, progres
pembangunan pelabuhan yang digarap oleh PT Pelindo II (Persero) tersebut lebih
cepat, tentu akan berdampak positfi bagi bisnis properti Rimo Internasional
Lestari di Pontianak.

 

“Kalau dengan pelabuhan,
tentunya sudah sesuai dengan rencana pengembangan bisnis kami yang di
Pontianak. Sebab, perseroan memutuskna untuk fokus menggarap perumahan,” ungkap
Herman.

 

Kemudian, jika meninjau
proyek perseroan di Rasuna Said Kuningan, ia mengakui bahwa proses pembangunan
apartemen sudah mencapai 11% pada akhir semester I-2017. “Sebab, tahapan
pemangunan proyek dengan skema kerja sama operasi (KSO) itu memang sudah
mencapai kisaran 4-5% pada kuartal I lalu,” papar dia.

 

Ke depan, Herman
berharap, perkembangan progres pembangunan properti dari Hokindo Properti
Investama akan dapat lebih baik lagi, Sehingga, pada akhirnya perusahaan
tersebut dapat memberikan kontribusi yang lebih jauh kepada kinerja perusahaan.

 

“Sejalan dengan
perubahan bisnis yang baru Rimo Internasional Lestari lakukan, perseroan masih
terus menjajaki peluang dan strategi bisnis lainnya. Hal yang sudah menjadi
pertimbangan perseroan, antara lain membuka bisnis toko bahan bangunan pada
2018,” ungkap dia.

 

Adapun, seiring dengan
transformasi yang Rimo Internasional Lestari lakukan, kinerja perusahaan secara
konsolidasi sudah berada dalam posisi positif. Terutama itu, dari sisi kenaikan
pendapatan dan rugi bersih yang kini sudah tercatat laba bersih.

 

Menilik dari laporan
keuangan kuartal I-2017 yang perseroan publikasi pada 18 Juli lalu, terlihat
pendapatan emiten ini secara konsoldasi naik signifikan dari Rp 3,14 miliar
menjadi Rp 77,03 miliar. Kemudian, emiten berkode RIMO ini juga membukukan laba
bersih sebesar Rp 52,75 miliar, berbanding rugi bersih sebesar Rp 10,24 miliar
pada kuartal I-2016.

 

“Kami sedikit terlambat
menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2017, tapi itu sebetulnya karena
perseroan memerlukan sedikit waktu terkait konsolidasi yang baru dilakukan.
Dalam kuartal I-2017, kinerja dari Hokindo Properti Investama sudah masuk
sesuai denga porsi kepemilikan kami,” ujar Herman. (dka)


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Sumber Artikel

Komentar

comments