Like Suryanti: Konsultan Properti Itu Ibarat Koki


Like Suryanti. (Foto: ist)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Bicara soal memasarkan produk properti, wanita berusia 37 tahun ini memang terkenal suka ceplas-ceplos. Sebagai orang marketing, tak sungkan bilang kalau bisnis properti belakangan ini memang mengalami pasang surut.

“Tak ada yang perlu ditutupi kalau properti memang sedang naik turun. Tapi, ingat, ke depan bisnis ini yang paling menjanjikan dan merata. Khususnya di daerah penyangga, misalnya di kota-kota sekitar Jakarta. Ini karena pembangunan infrastruktur yang terus digenjot dan jadi konsentrasi pemerintahan,” ujar wanita bernama Like Suryanti, Corporate Sales Manager EUREKA, ketika dihubungi INAPEX.co.id, Selasa (1/8/2017).

Like Suryanti melihat pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur transportasi, sangat berdampak langsung bagi pengusaha sektor properti.

Developer akan terdorong untuk terus mengembangkan suatu kawasan, baik peningkatan kawasan lama akibat adanya penambahan jaringan infrastruktur seperti LRT maupun kawasan baru.

Kendati demikian, tak lepas dari sejumlah tantangan lain, agar dapat survice di sektor properti, selain terus mencari lokasi yang potensial untuk dikembangkan, juga dituntut kreatifitas memunculkan konsep-konsep baru.

Bagi pemain bisnis hunian highrise building, kreatifitas bukan cuma di sektor desain gedung, melainkan juga sampai urusan fasilitas umum dan unit.

“Begitu juga di sektor marketing, dituntut kreatifitas terutama di sektor digital marketing. Setiap developer harus selalu mengikuti perkembangan di sektor ini. Ini yang suka dilupakan,” tambah Like Suryanti.

Like Suryanti mengingatkan, perkembangan aspek yang satu ini begitu cepat. Hitungannya sudah bukan tahun lagi, tapi setiap saat selalu muncul strategi marketing digital baru.

“Kondisi pasar sudah digital minded, ini yang harus diantisipasi para developer agar tetap survive jualan, bukan cuma membangun,” tuturnya.

Menurut Like Suryanti, tak mudah bisa survive di bisnis konsultan properti. Kunci suksesnya bukan sekadar jago jualan, tapi harus bekerja dengan hati.

“Konsultan itu tak ubahnya seperti pemilik properti, karena si pemilik perusahaan sudah mempercayakan sepenuhnya kepada sang konsultan. Di sinilah konsultan harus dapat membuat produk yang dipercayakan kepada dirinya agar memincut konsumen membeli produk yang ditawarkan,” kata Like Suryanti.

Bekerja dengan hati, lanjut Like, dimulai sejak konsep, desain, harga, marketing, dan penjualan menjadi satu kesatuan yang utuh. Semua dikemas secara bagus sehingga produk yang dihasilkan menjadi pilihan utama konsumen.

“Konsultan menjadi penguat brand di pasar. Ibarat koki, konsultan properti bertugas mengolah sejak konsep sampai barang tersebut bukan hanya bagus secara mutu, tetapi juga punya daya tarik yang kuat bagi konsumen untuk memilikinya,” pungkasnya.

http://duitkita.net/wp-content/uploads/2017/08/like-suryanti-konsultan-properti-itu-ibarat-koki.jpeg



Sumber Artikel

Komentar

comments