Lippo Karawaci Pastikan Bagi Dividen


Lippo Karawaci Pastikan Bagi Dividen
Oleh Devie Kania | Jumat, 24 Maret 2017 | 7:04

Ketut Budi Wijaya. Foto: DAVIDKetut Budi Wijaya. Foto: DAVID

JAKARTA – PT Lippo
Karawaci Tbk (LPKR) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2016 sebesar Rp
44,2 miliar atau Rp 1,94 per saham. Dengan pembagian dividen tersebut,
perseroan berharap dapat melanjutkan komitmen kepada pemegang saham sekaligus
menunjukkan manajemen keuangan yang baik.

 

Presiden Direktur Lippo
Karawaci Ketut
Budi Wijaya mengatakan, selama 2016, perseroan membukukan pendapatan
sebesar Rp 10,5 triliun, naik
18% dibandingkan 2015 yang sebesar Rp 8,9 triliun.

 

Adapun laba sebelum
bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) dan laba bersih setelah
pajak masing-masing sebesar Rp 2,2 triliun dan Rp 882 miliar. Pencapaian
tersebut, menurut dia, dilatarbelakangi
pelemahan di sector properti.
Namun, perseroan berhasil menyelesaikan
penjualan Lippo Mall Kuta
kepada Lippo Malls Indonesia Retail Trust.

 

“Sehingga, hal
itu memberikan kontribusi
masingmasing sebesar
Rp 762
miliar dan Rp 231 miliar
terhadap pendapatan dan
laba bersih perseroan
pada 2016,”
ungkap Ketut dalam
keterangan resmi,
Kamis (23/3).

 

Ketut juga menjelaskan, tahun
lalu, pendapatan property perseroan turun 11% menjadi Rp 3,8 triliun atau
berkontribusi 36% terhadap total pendapatan. Sementara itu, pendapatan recurring terutama
didukung oleh Divisi Healthcare justru
memainkan peranan penting dalam mengimbangi pelemahan bisnis properti. Tahun
lalu, recurring income bertumbuh
stabil 23% menjadi Rp 6,75 triliun dan berkontribusi sebesar 64% terhadap total
pendapatan.

 

Adapun pendapatan dari
Divisi Healthcare
tumbuh
sebesar 25% menjadi Rp 5,17 triliun, diikuti oleh pertumbuhan 21% dari
pendapatan Divisi Komersial menjadi Rp 732 miliar dan bisnis manajemen aset
yang tumbuh sebesar 13% menjadi Rp 853 miliar.

 

Terkait rencana pembagian
dividen, Ketut menegaskan bahwa perseroan senantiasa ingin memberikan imbal hasil
kepada para pemegang saham. Karena itu diputuskan pembagian dividen sebesar Rp
44,2 miliar dari laba tahun buku 2016.

 

“Saya juga ingin berterima
kasih kepada para pemegang saham, mitra usaha, para pemasok, dan terutama kepada
seluruh karyawan atas kerja keras maupun dukungan yang telah diberikan kepada
perseroan selama ini,” ujar dia.

 

Sementara itu, tim analis
PT Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli saham LPKR. Dengan rekomendasi tersebut,
Sinarmas Sekuritas menyarankan kepada investor untuk mulai membeli LPKR saat
harganya mencapai Rp 730. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI)
kemarin, LPKR ditutup pada harga Rp 745. Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp
17,19 triliun.

 

Lippo Karawaci merupakan
perusahaan publik properti terbesar di Indonesia, berdasarkan total aset dan
pendapatan. Hal ini didukung oleh land bank yang luas dan basis pendapatan recurring
yang kuat.
Bisnis perseroan mencakup residential/ townships, retail malls, hospitals, hotels, dan asset management.

 

L i p p o K a r a w a c I mengembangkan
kawasan perumahan, industri, komersial, serta ritel properti di seluruh Tanah
Air. Melalui anak perusahaan, perseroan juga mengelola dan mengoperasikan rumah
sakit, mal, dan hotel di kotakota besar di Indonesia. Selain itu, perseroan
menyediakan berbagai layanan infrastruktur bagi penduduk di kota-kota mandiri
perseroan, serta memberikan jasa manajemen property dan jasa manajemen REIT.

 

Analis senior Bina Artha
Parama Reza Priyambada mengatakan, kinerja Lippo Karawaci tahun lalu sebagian
besar ditopang dari pendapatan berulang atau recurring income.
Pendapatan perseroan terutama berasal dari mal dan rumah sakit. Ini juga
sejalan dengan beberapa proyek properti yang meningkat penjualannya dibanding tahun
sebelumnya.

 

Reza memperkirakan, kinerja
Lippo Karawaci tahun ini masih akan ditopang oleh bisnis rumah sakit, serta tambahan
penjualan dari beberapa apartemen perseroan. “Saat ini, kinerja perseroan yang
bagus tidak ter-absorb pada
harga sahamnya. Target harga untuk LPKR tahun ini Rp 950,” ujar dia. (*)


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Sumber Artikel

Komentar

comments