Mama-Mama Gaul Tertipu Investasi Bodong


Dorita, 29, salah seorang korban, mengaku mengalami kerugian Rp 20 juta karena ikut investasi bodong tersebut. Awalnya dia ikut arisan yang diadakan YR, warga Perum Griya Giri Mulya (GGM), Kelurahan Klatak, yang juga pemilik dapur makanan cukup ternama di Banyuwangi.

Saat itu dia hanya ikut arisan indeks yang beranggota ibu-ibu rumah tangga. ”Saya ikut sejak Oktober dan ketika itu berjalan cukup lancar,” ungkap ibu rumah tangga asal Kelurahan Sobo tersebut.

Untuk memperlancar komunikasi, anggota arisan kaum hawa itu membuat grup BlackBerry Messenger (BBM) yang diberi nama Arisan Mama Gaul (AMG) dan grup sosialita. Dari grup BBM itulah, YR menawarkan program-program arisannya dengan modus investasi kilat Rp 5 juta kembali Rp 6,5 juta dalam tempo 14 hari. Bahkan, anggota arisan tersebut juga mendapatkan bonus berlibur ke Bali dan menginap di hotel selama dua hari dua malam. Selain itu, ada promo investasi happy hanya dengan memberikan modal Rp 3 juta, dalam waktu lima hari uang bisa kembali Rp 4,5 juta. Peserta juga mendapat hadiah cincin emas seberat 1 gram.

Karena iming-iming menggiurkan itulah, Dorita mengikuti investasi kilat dan happy. Tidak tanggung-tanggung, nilai total uang yang diinvestasikan mencapai Rp 20 juta. Saat itu dia sama sekali tidak curiga karena segala urusan lancar. ”Tidak ada pikiran jika orangnya kabur karena sudah saling kenal, akrab, dan tahu rumahnya. Arisan mulai macet sejak awal Mei lalu hingga sekarang,” tuturnya.

Bukan hanya Dorita, Zemy Prihatiningsih, 32, warga Desa/Kecamatan Licin, bernasib sama. Modusnya tidak jauh berbeda. Dia mengenal YR setelah jual beli kue via online. Setelah kenal itulah, Zemy ditawari untuk ikut bergabung dalam arisan indeks. Dengan hanya investasi Rp 15 juta, dia dijanjikan mendapat uang Rp 900 ribu per minggunya. ”Tapi, untuk bisa bergabung investasi itu, syaratnya juga harus ikut arisan Rp 3,6 juta setiap bulan selama 16 bulan,” jelasnya.

YR juga memberikan iming-iming, yang bisa mendapatkan anggota baru (member) akan memperoleh bonus berupa perhiasan dan hasil menggiurkan. Total uang Zemy yang masuk dalam investasi bodong tersebut mencapai Rp 163 juta. ”Saya mendapat member 33 orang. Karena macet, saya juga dimarahi orang. Tapi, sudah saya talangi semua,” jelasnya.

Selain Dorita dan Zemy, ada lima ibu rumah tangga lain yang ikut melaporkan kasus tersebut ke Polres Banyuwangi. Yakni, Ayu, Melani, Ane, Farida, dan Fenny. Jika dijumlah, nilai total kerugian investasi bodong itu mencapai Rp 1 miliar. ”Dari tujuh orang yang melapor, nilai kerugian mencapai Rp 600 juta. Belum termasuk puluhan anggota grup lain yang belum melapor,” jelas Zemy.

Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi mengatakan sudah menerima laporan tersebut. Saat ini kasus itu ditangani unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Banyuwangi. Pihaknya segera meminta keterangan sejumlah saksi korban investasi bodong berkedok arisan tersebut.

Selain itu, polisi mengumpulkan alat bukti dalam perkara tersebut. ”Kami masih sebatas menerima laporan. Tapi, yang jelas kami tindak lanjuti dengan serius kasus ini. Apalagi, korban yang dirugikan cukup banyak dengan nominal kerugian cukup besar,” jelasnya. (ddy/aif/c7/end)

http://www.jawapos.com/uploads/news/2017/07/06/mama-mama-gaul-tertipu-investasi-bodong_m_142540.jpeg



Sumber Artikel

Komentar

comments