Manisnya Bisnis Sop Buah saat Bulan Ramadhan


JAKARTA, KOMPAS.com – Sudah menjadi kebiasaan kaum muslim di Indonesia saat bulan suci Ramadhan datang, gemar mengkonsumsi kudapan yang menyegarkan dan serba manis. Tak pelak hal ini menjadi peluang bagi pelaku usaha musiman yang ingin mencicipi manisnya berbisnis di bulan yang penuh berkah.

Salah satu kuliner yang sering dijumpai saat bulan puasa adalah sop buah, minuman yang terdiri dari berbagai buah tropis dipadu dengan air gula, susu, dan es batu. Sop buah menjadi panganan yang laris manis di kala Ramadhan datang.

Rizal Mahmudi (34) pedagang sop buah di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan mengatakan, sop buah menjadi makanan yang paling dicari konsumen saat puasa.

Sop buah memang laris kalau puasa, soalnya bisa buat buka puasa, isinya macam-macam buah, ada melon, blewah, buah naga, apel, anggur, kelapa, pisang, pear, sama jeruk peras,” ujarnya kepada Kompas.com di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2017).

Rizal menambahkan, untuk satu porsi sop buah dirinya menjual dengan harga Rp 12.000, dan saat bulan puasa dirinya rata-rata mampu menjual 100 sampai 200 porsi per hari.

Untuk memenuhi kebutuhan buah sebagai bahan baku sop buah, Rizal mengaku membeli berbagai buah tropis di pasar Induk Kramat Jati dan pasar tradisional lainnya.

“Biasanya per hari bisa 100 sampai 200 porsi kalau lagi ramai, ramainya saat libur atau akhir pekan, lumayan keuntungannya bisa buat mudik ke kampung halaman saya di Cirebon,” ungkapnya.

Untuk belanja kebutuhan mulai dari buah, susu, plastik, es batu hingga gula pasir, Rizal membutuhkan modal belanja Rp 1.000.000 per tiga hari.

“Belanjanya tiga hari sekali, kalau untuk es batu setiap hari, kalau buah dan lain-lain tiga harian, kira-kira Rp 1.000.000 sekali belanja, harapannya sampai lebaran harga jangan pada naik,” jelasnya.

Hamzah (32) salah satu pedagang sop buah di Pamulang, Tangerang Selatan mengatakan, bisnis sop buah saat bulan puasa memang menggiurkan, namun demikian persaingan antar pedagang makanan dan minuman kian ketat.

Sop buah Alhamdulillah berkah pokoknya, tapi sekarang saingan juga banyak, ibu-ibu juga jualan menu takjil dadakan, ada kolak, es kelapa, es campur, cendol,” jelasnya.

Namun hal tersebut tak menjadikan semangat Hamzah untuk berjualan sop buah saat bulan puasa surut. “Saya tetap jualan, kita cari tempat di pinggir jalan yang aksesnya sama lahan (parkir) enak buat pembeli berhenti, dan jangan terlalu dekat sama pedagang lain,” ujar Hamzah.

Menurutnya, dengan berbagai faktor tersebut, keuntungan dapat terdorong naik dan menciptakan persaingan yang sehat.

“Sehari bisa jual 100-150 porsi dengan harga Rp 10.000, dan biaya modal 30-40 persen dari keuntungan tergantung harga kebutuhan di (pasar) Induk,” jelasnya. 

http://assets.kompas.com/crop/9×5:996×499/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/05/29/38327633201.png,0,-0,1)/data/photo/2017/06/04/3997405427.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments