Masalah Lahan KEK Mandalika Selesai, Sirkuit MotoGP Siap Dibangun


Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan masalah pembebasan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok sudah selesai setelah 29 tahun lamanya. Tuntasnya persoalan tersebut ditunjukkan dengan penyerahan uang kerohiman ke masyarakat dari Luhut.

“Saya berharap bulan ini harus selesai, nanti Pak Kapolda dan Pak Danrem bekerja sama untuk mendorong ini selesai, dan (termasuk) Bapak-Ibu sekalian,” kata Luhut dalam keterangan resminya di Jakarta, seperti ditulis Minggu (2/4/2017).

Luhut menyerahkan uang kerohiman tahap pertama secara simbolik pada 10 warga yang berhak. Sebesar Rp 2,8 miliar dibayarkan untuk pembebasan lahan seluas 63.019 meter persegi yang berlokasi di Batek Bantar.

Setelah bertahun-tahun, Menko Luhut mulai turun tangan ke Mandalika sejak Oktober 2016. Menurutnya, dana kerohiman tersebut merupakan cara tepat untuk mengatasi persoalan lahan tersebut.

“Karena (harus memperhatikan) peraturan perundang-undangan dan segala macam (faktor lainnya, maka kemudian) kita carilah formula yang pas, itu membutuhkan waktu sampai hampir 4 bulan hingga proses ini selesai. Sehingga dana kerohiman ini cara yang paling bagus untuk menyelesaikan,” jelasnya.

Bangun Sirkuit MotoGP

Dengan selesainya masalah lahan ini, pecinta balap MotoGP di Indonesia dapat menyaksikan pembalap sekelas Valentino Rossi ataupun Jorge Lorenzo berpacu di Sirkuit Lombok, NTB. Sirkuit ini adalah satu bagian dari rencana besar PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk menjadikan kawasan Mandalika sebagai tujuan wisata kelas dunia.

Sirkuit MotoGP rencananya akan dibangun oleh perusahaan investor dari Perancis, Vincy. “Tadi Pak kepala ITDC katakan ada hampir Rp 6 triliun akan segera masuk dari satu investor Perancis membangun hotel dan sirkuit Moto GP. Sudah pasti, sudah ditandatangani Presiden,” ucap Luhut.

Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan itu berpesan kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), penyelesaian masalah lahan masih harus dilanjutkan dengan memajukan industri lokal dan kualitas sumber daya manusia dengan pendidikan.

“Kita tidak mau hanya menyelesaikan begini saja. Kita ingin pegawai nanti di kawasan KEK Mandalika adalah putra-putri dari sini. Pulau Lombok yang kaya itu harus orang Lombok yang menikmatinya, jangan jadi orang lain (yang menikmatinya),” ujar Luhut.

Dirinya mencontohkan, produk lokal yang bisa dijual ke industri restoran dan perhotelan, seperti hasil pertanian dan peternakan sayur, telur, ayam, dan lainnya.

Pengembangan KEK Mandalika merupakan implementasi strategi pembangunan pemerintah Indonesia yang ingin mendorong pertumbuhan yang berkeadilan. “Strategi kita tidak lagi Jawa sentris tapi Indonesia sentris, jadi pertumbuhan di luar Jawa menjadi penting. Negeri ini mau kita bikin bagus atau tidak bagus, tergantung kita,” tegas Luhut. (Fik/Gdn)

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1553973/big/076364800_1491111696-Foto_Liputan6.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments