Mencermati Geliat Japan Tobacco di Asean


Warga melintas di depan kantor pusat pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/8). – Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi akuisisi dua perusahaan rokok di Asia Tenggara oleh Japan Tobacco Inc. beberapa waktu lalu dikait-kaitkan dengan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). Padahal, PT Karyadibya Mahardhika (KDM) bukanlah anak usaha GGRM.

Hal itu, ditegaskan oleh manajemen GGRM dalam public expose marathon yang diselenggarakan di Surabaya beberapa waktu lalu. Dalam keterbukaan informasi, Selasa (5/9/2017), manajemen GGRM menegaskan KDM bukan anak usaha GGRM. 

“Dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan tersebut.

Sebagai informasi, usai mencaplok dua perusahaan yang terafiliasi dengan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), Japan Tobacco Inc. mengakuisisi produsen rokok asal Filipina yakni Mighty Corporation dengan nilai sekitar US$936 juta.

Japan Tobacco Inc. telah menandatangani perjanjian akuisisi aset yang berhubungan dengan bisnis rokok dari Mighty Coporation pada, Selasa (22/8/2017) dengan nilai 46,8 miliar peso Filipina atau sekitar US$936 juta.

Aset yang diakuisisi termasuk jaringan distribusi, peralatan manufaktur, inventori dan properti intelektual dari Mighty Corporation. Transaksi tersebut diharapkan bisa diselesaikan pada akhir kuartal III/2017.

Mighty Corporation merupakan perusahaan rokok terbesar kedua di Filipina dengan pangsa pasar sebesar 23%. Perusahaan itu memiliki posisi terdepan di segmen bernilai yang menyumbang lebih dari 50% volume industri dengan merk lokal yang kuat seperti Mighty dan Marvels. 

Japan Tobacco Inc. berharap dengan adanya transaksi tersebut memungkinkan perusahaan untuk mengkonsolidasikan landasan bisnisnya melalui perluasan distribusi dan portofolio merk yang semakin kuat.

President and CEO Japan Tobacco Inc. Eddy Pirard mengungkapkan pihaknya yakin akuisisi itu memungkinkannya untuk terus berekspansi di pasar dan akan memungkinkan pihaknya untuk memanfaatkan merk unik Mighty Corporation dan jaringan distribusi nasional mereka dalam waktu dekat.

Sementara itu, Executive Vice President and President of the Tobacco Business Japan Tobacco Inc. Mutsuo Iwai mengatakan transaksi tersebut merupakan contoh lain dari ekspansi geografis untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka menengah dan jangka panjang.

“Akuisisi besar di Asia Tenggara ini menambah dari skala penuh yang baru saja kami umumkan masuk ke Indonesia. Dan selanjutnya, akan meningkatkan basis bisnis kami di wilayah tersebut,” katanya, dalam keterangan resminya, Selasa (22/8/2017).

Pada awal Agustus, Japan Tobacco Inc. juga mengumumkan akan mengakuisisi PT Karyadibya Mahardhika (KDM) dan PT Surya Mustika Nusantara (SMN) senilai US$677 juta.

Japan Tobacco Inc. mengungkapkan pihaknya telah menandatangani perjanjian jual beli untuk membeli 100% saham perusahaan produsen rokok kretek PT Karyadibya Mahardhika (KDM) dan perusahaan distribusi PT Surya Mustika Nusantara (SMN) pada Jumat (4/8/2017). Transaksi tersebut ditargetkan bisa diselesaikan pada kuartal IV tahun fiskal 2017.

Perusahaan asal Jepang tersebut menilai Indonesia merupakan pasar tembakau kedua terbesar di dunia dengan produk utama rokok kretek yakni campuran antara tembakau dan cengkeh yang diproduksi baik dengan mesin maupun buatan tangan.

Japan Tobacco Group sebelumnya sudah banyak terlibat pada bisnis rokok Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan menilai kesepakatan tersebut tentunya akan membuka peluang bisnis rokok konvensional yang lebih besar bagi Japan Tobacco di Indonesia.

Iwai, kala itu mengungkapkan akuisisi tersebut akan menjadi ekspansi penting bagi rekam jejak perusahaan di emerging market untuk menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan ke depannya.

“Ini merupakan akuisisi penting pertama bagi kami di Asia Tenggara dan kesempatan baik bagi kami untuk mengembangkan bisnis di kawasan regional,” ujarnya.

Sebelumnya, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya mengungkapkan informasi mengenai akuisisi Japan Tobacco Inc tersebut akan lebih memberikan nilai positif ketimbang negatif bagi GGRM.

Menurutnya, akuisisi ini dapat membantah tuduhan yang telah berjalan lama bahwa beberapa sister company kecil GGRM mungkin memiliki transaksi antar perusahaan yang tidak sesuai dengan perpanjangan tangannya.

Dia mengungkapkan produk rokok Apache telah dipasarkan beberapa lama dan Japan Tobacco Inc. (JTI) memiliki hubungan yang nyaman dengan GGRM. Menurutnya, pembicaraan di pasar menyarankan JTI mungkin mengakuisisi GGRM dimana hal tersebut masuk akal dalam hal pertumbuhan global JTI. Pasalnya Indonesia merupakan pasar yang substansial dan merupakan salah satu pasar tembakau langka di dunia yang masih terus berkembang. 

“Oleh karena itu, akuisisi Apache dapat dianggap sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan hubungan antara JTI dan GGRM. Hal ini bisa diterjemahkan menjadi sinergi potensial dalam waktu dekat dan kemungkinan akuisisi dalam jangka panjang. Memang, pemeriksaan saluran kami juga mengungkapkan bahwa GGRM bisa mendapat dorongan dari keahlian JTI di segmen tar rendah,” katanya.

Kendati demikian, aksi akuisisi oleh Japan Tobacco Inc. membuat Moodys Japan K.K. menilai rating Japan Tobacco Inc. Aa3 dan outlook stabil tidak terdampak oleh akuisisi yang baru saja diumumkan perseroan baik di Filipina maupun di Indonesia.

Japan Tobacco, Inc. adalah satu-satunya produsen tembakau domestik Jepang dan perusahaan tembakau terbesar ketiga di dunia –tidak termasuk perusahaan China National Tobacco Corporation– setelah Philip Morris International Inc. (A2 stable) dan British American Tembakau plc (Baa2 stabil).

 



Sumber Artikel

Komentar

comments