Mengawali Bisnis dengan Menjadi Dropshipper



Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Di era digital saat ini sistem pemasaran melalui online atau internet marketing menjadi metode yang paling diminati, baik di perusahaan besar maupun di kalangan pengusaha kecil. Seiring dengan berkembangnya dunia bisnis online, istilah dropship pun marak di kalangan pengusaha pemula, seperti mahasiswa ataupun ibu rumah tangga.

Dropship merupakan sistem penjualan yang digunakan oleh seseorang yang memasarkan sebuah produk tanpa harus memiliki stok barang terlebih dahulu. Seorang dropshipper hanya bertugas memasarkan produk memalui media yang dimiliki, seperti media sosial dan website.

Ketika menerima order dari customer, dropshipper hanya perlu menghubungi distributor untuk mengirimkan barang sesuai order. Kemudian proses pembayaran dibayarkan oleh customer kepada dropshipper, dan baru akan dibayarkan oleh dropshipper ke distributor setelah dipotong beberapa persen. Keuntungan pun dapat dirasakan oleh seorang dropshipper sebagai pebisnis tanpa stok barang atau modal.

Aktivitas dropshipper yang terbilang menguntungkan tersebut sangat diminati oleh para pebisnis pemula, khususnya pelajar. Dengan modal gadget dan laptop, para pelajar dapat menjalankan bisnis online dengan mudah dan memiliki penghasilan besar.

Mohamad Bagas Al’ghafiqi, seorang pebisnis muda mengaku sudah terjun ke dunia bisnis sebagai dropshipper sejak bangku SMA. Bagas memilih menjalankan usaha yang tanpa harus mengeluarkan modal terlebih dahulu. Menurutnya, menjadi seorang dropshipper adalah pilihan yang tepat untuk memulai bisnis.

Memasarkan berbagai produk, mulai dari pakaian hingga peternakan dilakukan Bagas dengan tujuan berhenti meminta uang jajan dari orang tua. Meski tidak pernah mendapatkan izin untuk berbisnis, Bagas tetap menekuni pekerjaan sebagai dropshipper sembari mendalami ilmu bisnis dengan para pebisnis sukses di sebuah komunitas.

Berbekal keyakinan dan kemauan belajar tinggi, Bagas akhirnya mampu membuktikan kepada orang tua bahwa dirinya mampu menghasilkan uang jajan sendiri. Dengan menunjukkan hasil yang diperoleh sebagai seorang dropshipper, orang tua Bagas akhirnya bangga kepada anaknya. Karena di tengah kesibukkannya berbisnis, Bagas masih mampu meraih prestasi sebagai mahasiswa terbaik ketika duduk di bangku kuliah.

Bagi Bagas, memulai berbisnis tidak perlu dengan mengumpulkan modal terlebih dahulu. Akan tetapi dengan memperbanyak jaringan dan membiasakan diri untuk selalu jujur agar dapat membangun kepercayaan kepada siapapun, terutama partner bisnis dan customer.

Bahkan saat ini, dengan keahliannya di bidang internet marketing, dirinya kerap diminta untuk menjadi mentor bagi para wirausaha pemula dari kalangan pemuda atau mahasiswa.

http://foto.wartaekonomi.co.id/files/arsip_foto_2017_08_13/ekonomi_bisnis_2017_08_13_174156_square_small.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments