Mengintip Bisnis Starbucks di Indonesia


Ilustrasi gerai Starbucks

Ilustrasi gerai Starbucks (Foto: DarkFritz via Wikimedia Commons)

Nama Starbucks kini tengah menjadi sorotan setelah mantan CEO Starbucks, Howard Schultz, pada Januari 2017, menyatakan bahwa Starbucks sepenuhnya akan mendukung pernikahan sesama jenis atau LGBT.

Pernyataan sensasional Schultz ini menyusul keputusan yang dibuat Tim Cook, CEO Apple Inc., yang secara gamblang memang menyatakan diri sebagai seorang gay alias homoseksual.

Hal tersebut memicu kontroversi di Indonesia hingga munculnya seruan boikot Starbucks.

Seruan mendukung pernikahan sesama jenis sepertinya bukan pertama kalinya. Mengutip laman Wikipedia, Sabtu (1/7), pada bulan Januari 2012, seorang eksekutif Starbucks menyatakan bahwa ia mendukung legalisasi pernikahan sesama jenis. Hal ini mengakibatkan dilancarkannya boikot oleh National Organization for Marriage, sebuah grup Kristen tradisionalis. Di sisi lain, 640.000 orang menandatangani petisi terima kasih kepada Starbucks atas dukungannya.

Starbucks coffee

Starbucks coffee (Foto: Instagram @starbucks)

Lantas, bagaimana bisnis Starbucks di Indonesia?

Starbucks masuk ke Indonesia sejak 2001 setelah Starbucks menyeleksi 200 perusahaan calon mitra di Indonesia. PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) terpilih menjadi mitra Starbucks.

Lewat anak usahanya, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), perseroan mengembangkan berbagai merek bisnis makanan dan minuman di antaranya Starbucks.

MAPB sendiri baru saja mencatatkan saham perdananya melalui Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Juni 2017.

Perseroan melepas sebanyak 22,17 juta lembar saham baru atau setara dengan 20 persen dari total modal perseroan. Dalam pencatatan saham perdananya ini, perseroan menetapkan harga sebesar Rp 1.680 per lembar saham sehingga pemilik merek waralaba Starbucks di Indonesia ini meraup dana segar hasil IPO sebesar Rp 37,25 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.

Perseroan berencana menambah sebanyak 60 gerai hingga akhir tahun. Secara total, perseroan menargetkan bisa punya 404 gerai yang bergerak di bidang food and beverages untuk di wilayah Jakarta dan Luar Jakarta.

“(Targetnya) 60 gerai baru tahun ini, sekarang sudah ada 344 gerai. Dan sekarang sudah separuh dari target 60 gerai,” kata Direktur PT MAP Boga Adiperkarsa Fetty Kwartati saat pencatatan saham perdananya di Gedung BEI, Sudirman, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (21/6).

Hingga saat ini perseroan dengan kode MAPB memiliki lima brand food and beverage premium internasional di antaranya, Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery dan Godiva. Namun, menurut Fetty, ini tidak menutup kemungkinan perseroan untuk menambah brand.

Minuman Starbucks

Minuman Starbucks (Foto: Instagram/@starbucks)

Mengutip situs resmi MAP, Sabtu (1/7), Mitra Adi Perkasa berdiri pada tahun 1995 dan mengalami pertumbuhan pesat selama bertahun-tahun ditandai dengan peluncuran saham perdana Perusahaan pada bulan November 2004.

Kini, MAP adalah peritel gaya hidup terkemuka di Indonesia dengan lebih dari 2.000 gerai ritel dan beragam portofolio yang mencakup sports, fashion, department stores, kids, food and beverage serta produk-produk lifestyle.

Beberapa merek terkemuka yang dikelola oleh MAP termasuk Starbucks, Zara, Marks & Spencer, SOGO, SEIBU, Debenhams, Oshkosh B’ Gosh, Reebok, di antara lainnya. Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia, MAP memiliki lebih dari 22.000 karyawan. Selain dari bidang usaha ritel, MAP juga merupakan distributor terkemuka untuk merek-merek sports, kids dan lifestyle.

Sementara itu, Starbucks Corporation adalah sebuah perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington.

Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia,dengan 20.336 kedai di 61 negara, termasuk 13.123 di Amerika Serikat, 1.299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Cina, 473 di Korea Selatan, 363 di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, dan 164 di Thailand.

https://gimg.kumpar.com/kumpar/image/upload/w_1200,c_fill,ar_40:21,g_auto,f_jpg/dsiiwr3zzvjgvcrunalu.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments