Mengubah Perusahaan Keluarga Menjadi Bisnis Berkelanjutan


SINTESA Group bisa dibilang salah satu yang berhasil melakukan transformasi dari perusahaan keluarga menjadi perusahaan yang menerapkan prinsip bisnis yang berkelanjutan (sustainable excellent company). Menerapkan prinsip sumber daya manusia sebagai kunci kesuksesan, kini Sintesa Group telah sukses menjadi perusahaan yang memiliki manajemen profesional.

Berawal dari perusahaan karet pada tahun 1919, saat ini Sintesa Group telah menjelma menjadi kelompok bisnis yang terdiri dari 16 anak usaha dan terbagi atas empat pilar yaitu properti, produk industri, energi dan produk konsumen.

Kesuksesan transformasi bisnis Sintesa Group merupakan buah hasil kerja keras dari Shinta Widjaja Kamdani yang juga berkedudukan sebagai CEO Sintesa Group. Sebagai generasi ketiga pemilik Sintesa Group, Shinta bertanggung jawab terhadap pengembangan kepentingan bisnis perusahaan.

Saat ini Sintesa Group tidak hanya fokus mencari keuntungan semata, tetapi juga mendorong keberlanjutan dari sisi kemanusiaan (people) dan lingkungan (planet). Hal tersebut guna mendukung prinsip bisnis yang berkelanjutan. Lalu, bagaimana perusahaan meraih visi dan misi sebagai sustainable excellent company? Berikut petikan wawancara SINDO dengan Shinta belum lama ini.

Bagaimana awal mula berdirinya Sintesa Group?

Sintesa ini perusahaan keluarga yang sudah cukup lama. Kakek saya sudah memulai dari tahun 1919 dari perkebunan karet. Lalu ayah saya melanjutkan ke perusahaan trading pada tahun 1959. Kemudian saya membangun Sintesa Group pada tahun 1999. Saya mengkosolidasi bisnis keluarga menjadi empat pilar yaitu properti, produk industri, energi dan produk kemasan.

Jadi sebenarnya dari bisnis keluarga sudah hampir 100 tahun berdiri, tapi Sintesa itu kita konsolidasikan pada tahun 1999. Kita transisi dari bisnis keluarga menjadi perusahaan yang memiliki manajemen yang profesional.

Bagaimana upaya Anda melakukan transformasi bisnis?

Saya percaya, yang terpenting dari bisnis keluarga itu harus bisa memisahkan urusan tata kelola perusahaan dengan urusan pengendalian bisnis. Banyak sekali bisnis keluarga di campur baur dari sisi governance yang sulit untuk menjadi profesional. Yang terpenting, bagaimana kita mengatur isu dari sisi tata kelola perusahaannya.

Dalam perusahaan keluarga, biasanya hanya mementingkan keuntungan. Saya memang tidak mengatakan profit itu tidak penting, tapi kita harus mempunyai visi yang lebih luas. Jadi kita jangan hanya dikendalikan oleh profit. Itu yang kemudian saya sebut sustainable excellent company atau bisnis yang berkelanjutan.

Apa visi dan misi Sintesa Group?

Visi Sintesa Group itu untuk menjadi sustainable excellent company. Di situ ada tiga element utama, pertama Profit yakni keuntungan, kedua People atau dari aspek sosial dan ketiga Planet dari sisi lingkungan. Ketiga elemen ini harus berjalan beriringan, tidak boleh lebih kecil atau lebih dominan. Karena ini juga merupakan visi pembangunan berkelanjutan atau sustainable development.

Disisi lain, kita merasa corporate value itu penting. Sintesa Group memiliki empat value yang harus dipegang, yakni empowerment, enterpreneurship, excellent dan empaty. Di dalam Sintesa Group kita harus empower satu sama lain. Karyawan juga harus mempunyai jiwa wirausaha walaupun mereka bekerja untuk satu perusahaan. Kita diwajibkan memberikan hasil produk yang terbaik. Empaty, karena kita harus bisa memberi ke masyarakat melalui kegiatan CSR yang berkelanjutan.

Apakah fokus bisnis Sintesa Group tahun ini?

Sintesa Group memang telah memiliki empat pilas bisnis yaitu produk kemasan, produk industri, properti dan energi. Masing-masing pilar memang akan terus berkembang. Tapi tahun ini kita akan fokus pada segmen energi terutama yang renewable (terbarukan). Ini dibutuhkan untuk mendorong infrastruktur di Indonesia. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk kontribusi dari Sintesa Group terhadap bangsa. Kita akan fokus membangun power generation untuk menghasilkan daya listrik. Tapi kita menggunakan energi yang bersih, misalnya berasal dari gas ataupun geothermal. Tujuannya supaya tidak merusak alam.

Sebagai CEO Anda menerapkan prinsip kepemimpinan seperti apa?

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2017/06/11/37/1212564/mengubah-perusahaan-keluarga-menjadi-bisnis-berkelanjutan-nU8.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments