Merasakan Kelas Bisnis Emirates Jakarta-Dubai


Dubai – Penerbangan dari Jakarta ke Dubai naik maskapai Emirates adalah 7 jam 40 menit. Waktu yang lama itu, terasa menyenangkan saat duduk di kelas bisnisnya.

Ini adalah pengalaman detikTravel beberapa waktu lalu ke Dubai, atas undangan Umirates dan Dubai Tourism. Bersama rombongan awak media dari Jakarta berjumlah 5 orang, kami diberi tiket kelas Bisnis PP Jakarta-Dubai.

Kami berangkat dengan pesawat Emirates Ek 359 pada pukul 00.15 WIB dan menempuh perjalanan sejauh 7 jam 40 menit, tanpa transit. Terbang dari Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, mendarat di Terminal 3 Bandara Dubai.

Senyum pramugari yang ramah menyambut rombongan awak media di kelas bisnis. Kursinya empuk dan nyaman, apalagi bisa direbahkan sampai posisi badan benar-benar enak untuk tidur. Cukup kendalikan dari semacam tablet layar sentuh.

Kursi kelas bisnis Emirates (afif/detikTravel)Kursi kelas bisnis Emirates (Afif/detikTravel) Foto: undefined

Di tablet tersebut, semuanya bisa dikendalikan dari posisi kursi hingga berbagai film dan musik di depan mata. Ya, Emirates memiliki inflight entertainment bernama Ice Digital Widescreen (ICE). Di kelas bisnis, ukuran layarnya lebih besar dibanding kelas ekonomi.

ICE (langganan inflight entertainment terbaik dunia) memiliki 2.000 acara pilihan seperti Hollywood, Bollywood, film-film klasik hingga film World Cinema yang mana banyak film baru. Puluhan game, musik-musik dunia dan acara televisi secara live seperti pertandingan Liga Premier Inggris pun ada!

Tablet layar sentuh untuk mengatur tempat duduk, melihat pemandangan di luar hingga mengganti channel hiburan (Afif/detikTravel)Tablet layar sentuh untuk mengatur tempat duduk, melihat pemandangan di luar hingga mengganti channel hiburan (Afif/detikTravel) Foto: undefined
Layar inflight entertainment yang besar di kelas bisnis (Afif/detikTravel)Layar inflight entertainment yang besar di kelas bisnis (Afif/detikTravel) Foto: undefined

Oh iya, lewat tablet layar sentuh, kita juga bisa melihat suasana langsung di luar pesawat. Jadi dapat pengalaman baru, melihat detik-detik pesawat lepas landas dan mengudara di angkasa.

Karena penerbangan pagi, kami sudah diberi selembaran untuk memilih menu makanan. Tinggal beri tanda ceklis, mau sarapan Full Breakfast dengan berbagai menu lengkap, Continental Breakfast, Express Breakfast atau kalau mau tidur dan tidak mau diganggu tinggal pilih No Breakfast.

Soal amenity kits, maskapai Emirates bekerja sama dengan Bulgari. Ada sisir rambut, tissu, hingga parfum yang bikin penampilan tetap fresh. Asyik!

Aneka kuliner di dalam pesawat yang menggoyang lidah (Afif/detikTravel)Aneka kuliner di dalam pesawat yang menggoyang lidah (Afif/detikTravel) Foto: undefined

Tahukah kamu, jika penerbangan Emirates yang terbang dari suatu negara, maka akan tersaji menu kuliner khas negara tersebut. Jika terbang dari Indonesia, maka terdapat rendang hingga nasi goreng.

Satu lagi, khusus di kelas bisnis akan ditawari wine. Pilihan wine yang diberikan juga cukup menggoda, seperti mau pilih wine Paris atau Queensland dari Australia tahun 2005. Bagi pecinta wine, pasti tahu yang mana yang paling nikmat.

Saat malam, langit-langit di dalam kabinnya terlihat titik-titik bercahaya seperti terhampar bintang. Simpel sih, namun hal seperti itu jadi bikin suasana makin tenang dan nyaman untuk tidur.

Saya selonjorkan badan sambil terus menonton film-film Hollywood sampai ngantuk. Nyaman sekali, seperti tidak sedang duduk di dalam pesawat saja.

Para pramugari Emirates di kelas bisnis pun patut diacungi dua jempol. Pelayanan mereka cekatan dan sigap. Bahkan begitu saya bangun, langsung ditawari teh asli Vietnam oleh salah seorang pramugarinya yang berasal dari Vietnam.

Terbang 7 jam 40 menit dari Dubai naik kelas bisnis Emirates, sungguh menyenangkan.

Sungguh nyamannya kelas bisnis Emirates (Afif/detikTravel)Sungguh nyamannya kelas bisnis Emirates (Afif/detikTravel) Foto: undefined

(aff/msl)

https://images.detik.com/visual/2017/02/20/35a6c76c-a906-4488-9f42-847c5342bde9_43.jpg?w=650



Sumber Artikel

Komentar

comments