Meski Properti Lesu, Investor Asing Tetap Gencar Masuk Indonesia

Bisnis

[ad_1]

JAKARTA, KompasProperti – Indonesia masih menjadi pasar yang menggiurkan bagi para investor asing.

Antara lain perusahaan yang bergerak di berbagai sektor dari Singapura, Jepang, dan China, terus mencari celah ekspansi ke Tanah Air.

Berdasarkan pengamatan Jones Lang LaSelle (JLL), minat investor terlihat cukup tinggi khususnya untuk sektor logistik dan perumahan, baik tapak maupun vertikal.

“Beberapa aktivitas investasi yang terjadi pada kuartal II-2017 adalah Logos di sektor pergudangan, kemudian Daiwa House dan GIC di setor perumahan,” ujar Head of Research JLL James Taylor, di kantornya, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Untuk diketahui, Logos merupakan perusahaan investasi properti dari Australia. Dengan suntikan dana 400 juta dollar AS (Rp 5,3 triliun) dari Cambridge and Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB), Logos akan membangun fasilitas logistik di Pondok Ungu Bekasi.

Sedangkan Daiwa House merupakan perusahaan pengembangan dari Jepang. Dengan investasi 35 juta dollar (Rp 466 miliar), Daiwa House berencana membangun 5.000 unit komplek superblok berisi 12 menara di tenggara Jakarta.

Lahan pengembangan ini mencapai 12 hektar dengan total luas bangunan 640.000 meter persegi yang merangkum proyek apartemen dan komersial.

Adapun GIC adalah lembaga investasi global yang didirikan oleh pemerintah Singapura. Bekerja sama dengan PT Intiland Development Tbk, GIC mengembangkan gedung perkantoran South Quarter di TB Simatupang.

Gencar investasi saat properti lesu

Bisnis properti yang belum menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir tidak membuat investasi asing berkurang.

Menurut Head of Advisory Vivin Harsanto, perusahaan asing melihat prospek bisnis di Indonesia dalam jangka panjang.

“Dengan adanya perbaikan infrastruktur, mereka (investor asing) melihat pasar Indonesia bagus. Apalagi jumlah populasi di Indonesia juga tinggi,” sebut Vivin.

Ia menambahkan, di sektor residensial, populasi yang tinggi merupakan faktor penarik utama bagi investor untuk menanamkan modal. Ditambah lagi, kebutuhan akan perumahan juga masih besar.

Meski sekarang pasar tengah lesu, investor melihat adanya potensi keuntungan dalam beberapa tahun ke depan.

“Biasanya investor itu lihat jauh ke depan, misalnya 3-5 tahun ke depan mungkin ada pertumbuhan. Itu yang dikejar investor di sektor ini. Karena basis konsumsi kita (Indonesia) besar,” tuntas Vivin.

 

http://assets.kompas.com/crop/0x0:780×390/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/06/23/39519489272.png,0,-0,1)/data/photo/2013/04/26/2042117-jakarta-skyline-780×390.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Minta Ampun Bakal Ketika Ini Webkonseling Hanya Menyediakan Layanan Dialog Melewati Email.

bakal itu diperlukan pemberian supaya daya kegiatan yang tampak bisa lebih terlalu banyak dan juga sepertinya lebih pakar di sendiri-sendiri bagian serta meninggikan kapasitas yang ada. jadi konsultan psikolog jakarta pada kesimpulannya saya memutuskan buat mendaratkan ke psikolog akibat saya mau bersemayam di situ serta saya bisa melangsungkannya, dengan cara …

Bisnis
jasa belanja ebay, amazone dan lain-lain (hemat dan terpercaya)

jasa belanja ebay-terlihat sebelah perkara apa sebabnya orang atau industri tidak dapat membeli lagi perkakas dari luar negeri. shopher diharuskan memilah 1 saham untuk dapat menyandang produk yang terdapat di website ebay. yaiu, sdm indonesia yang betul-betul menduduki prosedur e-commerce ini selaku ensiklopedis. selain itu kamu pula bakal meraih pertanda …

Bisnis
Jasa Pembelian Barang Di Ebay

Cara Belanja di eBay sebenarnya sangat mudah, cocok sekali bagi anda yang sibuk dan lebih suka berbelanja secara online. Pembayaran di amazon biasanya melalui kartu kredit, kupon diskon atau kartu pembayaran amazon yg bisa dibeli sebelum berbelanja‚Ķproses pembayaran seperti biasanya toko online, hanya memasukkan data pembayaran mis kartu kredit atau …