Model Bisnis Minimarket Tanpa Kasir di China Dianggap Belum Matang


SHANGHAI, KOMPAS.com – China kini mulai diramaikan dengan kehadiran minimarket tanpa kasir dan pegawai. Konsumen dapat menggunakan ponsel mereka untuk memindai barcode dan membayar sendiri barang yang mereka beli.

Mengutip South China Morning Post, Selasa (11/7/2017), salah satu minimarket “otomatis” ini dioperasikan oleh perusahaan rintisan (startup) teknologi BingoBox di Shanghai.

Gerai-gerai itu dibuka setelah masa uji sistem selama beberapa bulan di provinsi Guangdong. BingoBox memiliki dua gerai yang beroperasi di Shanghai, salah satunya bekerja sama dengan peritel waralaba Taiwan RT-Mart.

Adapun gerai lainnya bekerja sama dengan peritel Perancis Auchan. Namun, gerai-gerai itu terpaksa ditutup sementara.

Temperatur musim panas yang terik membuat sistem pendingin udara di dalam gerai bermasalah, membuat kualitas beberapa produk makanan dan minuman ikut bermasalah. Sebut saja bentuk kue yang menjadi berubah dan produk cokelat jadi meleleh.

(Baca: Taocafe, “Supermarket” Tanpa Antre dan Kasir Bikinan Alibaba)

 

Seorang pegawai BingoBox menyatakan gerai-gerai itu akan segera dibuka kembali setelah dilakukan serangkaian perbaikan.

Namun, secara umum model bisnis minimarket semacam itu dipandang belum matang, termasuk di China sendiri.

Model bisnis gerai ini bergantung pada paduan teknologi ponsel, perangkat lunak pengenal wajah, dan akuntabilitas personal.

Konsumen terlebih dahulu harus mendaftar dengan menggunakan identitas mereka yang sesungguhnya.

Setelah data diterima, mereka bisa masuk ke dalam gerai dengan menggunakan kamera ponsel untuk memindai kode QR yang ada di pintu dan mengirimnya melalui WeChat.

Di dalam gerai, mereka bisa memilih produk yang ingin dibeli, memindainya di meja kasir, dan membayar melalui WeChat atau Alipay.

(Baca: Hati-hati, Robot Bisa Mengambil Alih Pekerjaan Anda)

 

Kemudian, kamera memindai konsumen saat keluar gerai. Siapapun yang tidak membayar akan terekam dalam database perusahaan.

Meski gerai itu beroperasi tanpa kasir atau pegawai, konsumen bisa menghubungi layanan konsumen melalui layar video. Saat ini ada delapan gerai BingoBox di Shanghai dan Guangdong.

“Gerai itu menjual makanan, minuman, dan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih murah dibandingkan mini market tradisional yang ada,” jata VP Marketing BingoBox Wang Ying.

Raksasa teknologi Alibaba pun baru saja memperkenalkan minimarket sejenis bernama Tao Cafe di Hangzhou, Provinsi Zhejiang pada akhir pekan lalu.

Alibaba sendiri menargetkan membuka 100.000 gerai minimarket tanpa kasir dengan kecerdasan artifisial tersebut dalam tiga tahun ke depan.

Namun, beberapa warga masih skeptis terhadap kehadiran gerai mini market generasi baru tersebut. Pasalnya, model bisnis gerai ini mengandalkan sistem kredibilitas personal.

“Model bisnis semacam ini harus bergantung pada sistem kredibilitas personal, yang masih belum matang di China. Sehingga, sangat sulit untuk mencegah terjadinya pencurian,” ujar salah seorang warganet di jejaring sosial Weibo. 

(Baca: Bulan Depan, Kepemilikan Gerai Minimarket Akan Dibatasi 40 Persen)

http://assets.kompas.com/crop/0x3:1000×670/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/06/23/3751145980.png,0,-0,1)/data/photo/2017/07/11/1087302595.png



Sumber Artikel

Komentar

comments