MVB Indonesia Tetapkan Lima Perusahaan dengan Etika Bisnis Terbaik | Ekonomi


Jakarta – The World Most Valued Business (MVB) Indonesia telah memilih lima perusahaan yang berhasil melakukan kegiatan bisnis dengan mengutamakan lingkungan, komunitas dan negara.

Kelima perusahaan tersebut adalah PT Industry, produsen Wine dengan merek Sababay, PT Nirwana Alam Hijau produsen bioplastik, PT Panorama JTB Tours Indonesia, PT Brother Intenational Sales Indonesia dan Damn, I Love Indonesia.

Chairman MVB, Alistair Speirs, mengatakan, perusahaan tidak hanya mencari keuntungan saja tetapi harus mengutamakan lingkungan agar menjadi perusahaan bonafit.

“Masyarakat sudah mulai melihat latar belakang perusahaan sebelum mereka membeli produk jadi image perusahaan harus bagus,” ujar Alistair Speirs, di Jakarta, Jumat (12/5).

MVB adalah organisasi yang memberdayakan kesadaran konsumen dengan menemukan dan menyoroti bisnis yang melakukan pendekatan yang tepat pada isu keberlanjutan, ramah lingkungan, etika ketenagakerjaan, dan hal penting lainnya. Organisasi ini berperan sebagai kanal untuk mempromosikan etika bisnis, juga menjadi forum untuk saling bertukar informasi maupun ide.

CEO PT Industry, Evy Gozali, mengatakan, sejak awal perusahaan didirikan, misinya adalah memperbaiki kehidupan komunitas petani anggur di Buleleng.

“Sebelum perusahaan didirikan, harga anggur hanya Rp 500 per kilogram dan petani sulit mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Evy, perusahaan berinvestasi dan membeli anggur dengan harga 10 kali lipat dan diolah menjadi minuman anggur dan Sababay sudah menjadi merek minuman yang sudah diapresiasi pasar internasional dan menjadi kebanggan Indonesia.

“Para petani anggur di Buleleng juga semakin sejahtera, anak anaknya bisa sekolah. Kami tidak ada budget khusus untuk CSR karena misi kami memang sukses bersama petani,” ujar Evy.

Sementar aitu, CEO PT Nirwana Alam Hijau (Avani), Kevin Kumalaputra, mengatakan, perusahaan memproduksi produk bioplastik untuk menggantikan kantong plastik, coffee cup plastik dan sedotan.

“Bioplastik dengan merek Avani bisa hancur dalam waktu 60 hari karena dibuat dari tebu dan serat singkong,” jelas Kevin.

Perusahaan, lanjut dia, membesarkan bisnisnya dengan misi menyelamatkan lingkungan. Produk bioplastik banyak digunakan oleh konsumen luar negeri karena produknya 80 persen di ekspor ke luar negeri.

“Melalui bisnis yang kami kembangkan, lingkungan akan semakin terjaga,” kata Kevin.


Investor Daily

Ridho Syukro/FER

Investor Daily

http://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/725×460-2/361458184088.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments