Pasca Lebaran Bisnis Properti Masih Stagnan – Berita Depok

Bisnis

[ad_1]

Ilustrasi perumahan.

DEPOKTIK. Pasca Hari Raya Idul Fitri pengeluaran uang di masyarakat masih tinggi. Terlebih lagi, bertepatan dengan tahun ajaran baru yang mengharuskan anak-anak masuk sekolah. Kondisi tersebut ternyata berpengaruh kepada pasar perumahan.

Direktur PT Rolas Sapta Mandiri, Abdul Khaer mengungkapkan bahwa setelah lebaran pasar perumahan masih stagnan. Menurutnya, ada beberapa faktor penyebabnya, seperti mudik, pembelian pakaian, liburan, dan tahun ajaran baru.

“Kalau dibilang pasar properti itu lesu sih engga, dan kalau dibilang sedang bergairah dari sisi mananya kita juga belum menemukan. Apalagi, kondisi masyarakat saat ini lebih pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan berbarengan dengan masuknya sekolah atau tahun ajaran baru. Jelas, kondisi ini juga punya pengaruh di pasar perumahan,” ujar pria yang juga Direktur Perumahan Griya Bukit Mas ini kepada depoktik.co.id, kemarin.

Khaer mengungkapkan, memasuki tahun ajaran baru masyarakat akan lebih banyak mengeluarkan uangnya untuk pendidikan anak. Ia mencontohkan, masuk sekolah di luar negeri, biaya peralatan sekolah, daftar ulang dan lainnya. Sehingga, kebutuhan lainnya di kesampingkan dahulu.

“Kalau sebelumnya ada THR, atau yang menerima gaji 13 dan 14 maka yang diutamakan adalah untuk kebutuhan rumah tangga dan pendidikan,” paparnya.

Aturan OJK “Ancaman” Pengembang

Ia menambahkan, saat ini untuk pengajuan kredit rumah makin ketat. Terlebih lagi, aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mudah bisa mengetahui kredit para debitur melalui bank atau non bank.

Bila sebelumnya, melalui BI cheking bisa diketahui seseorang melakukan pinjaman di Bank. Namun, dengan adanya aturan dari OJK pinjaman melalui leasing motor atau mobil akan bisa dilacak.

“Saya kira dengan aturan OJK yang baru nantinya menjadi ancaman bagi pengembang perumahan. Sebab, orang akan ketahuan sedang memiliki pinjaman di leasing motor atau mobil. Sehingga, kondisi tersebut akan menjadi pertimbangan bagi developer,” terangnya.

Ia menilai, saat ini di usia produktif antara 28-40 tahun sangat mustahil tidak melakukan pinjaman motor atau mobil melalui leasing. Apalagi, saat melakukan pinjaman di leasing motor atau mobil sangat mudah persyaratannya di bandingkan dengan di bank.

Sehingga bila seseorang diketahui telah memiliki pinjaman pada leasing akan menjadi pertimbangan saat mengajukan KPR. “Jadi, bisnis properti saat ini masih landai. Apalagi, perizinan bagi pengembang juga diperketat. Tapi, kita tetap berharap agar semua berjalan lancar dan optimis,” tandasnya.

http://duitkita.net/wp-content/uploads/2017/07/pasca-lebaran-bisnis-properti-masih-stagnan-berita-depok.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Minta Ampun Bakal Ketika Ini Webkonseling Hanya Menyediakan Layanan Dialog Melewati Email.

bakal itu diperlukan pemberian supaya daya kegiatan yang tampak bisa lebih terlalu banyak dan juga sepertinya lebih pakar di sendiri-sendiri bagian serta meninggikan kapasitas yang ada. jadi konsultan psikolog jakarta pada kesimpulannya saya memutuskan buat mendaratkan ke psikolog akibat saya mau bersemayam di situ serta saya bisa melangsungkannya, dengan cara …

Bisnis
jasa belanja ebay, amazone dan lain-lain (hemat dan terpercaya)

jasa belanja ebay-terlihat sebelah perkara apa sebabnya orang atau industri tidak dapat membeli lagi perkakas dari luar negeri. shopher diharuskan memilah 1 saham untuk dapat menyandang produk yang terdapat di website ebay. yaiu, sdm indonesia yang betul-betul menduduki prosedur e-commerce ini selaku ensiklopedis. selain itu kamu pula bakal meraih pertanda …

Bisnis
Jasa Pembelian Barang Di Ebay

Cara Belanja di eBay sebenarnya sangat mudah, cocok sekali bagi anda yang sibuk dan lebih suka berbelanja secara online. Pembayaran di amazon biasanya melalui kartu kredit, kupon diskon atau kartu pembayaran amazon yg bisa dibeli sebelum berbelanja…proses pembayaran seperti biasanya toko online, hanya memasukkan data pembayaran mis kartu kredit atau …