Pendapatan Bisnis Digital Telkom Tumbuh Pesat




Jum’at, 28 Juli 2017 | 15:58 WIB

Pendapatan Bisnis Digital Telkom Tumbuh Pesat

Data, Internet & IT Service memberikan kontribusi besar bagi pendapatan Telkom dengan pertumbuhan 19,8 persen menjadi Rp 27,12 triliun.

INFO NASIONAL – Di tengah kondisi industri yang semakin kompetitif, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya pendapatan dari lini Data, Internet & IT Service, dan untuk pertama kalinya melampaui pendapatan dari lini Cellular Voice & SMS.

Pada semester pertama 2017, Telkom mencatat pendapatan dari Data, Internet & IT Services Rp 27,12 triliun, sedangkan pendapatan Cellular Voice & SMS Rp 26,02 triliun. Kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services terhadap total pendapatan perseroan pun meningkat menjadi 42,4 persen.

“Data, Internet & IT Service memberikan kontribusi besar bagi pendapatan perseroan dengan pertumbuhan 19,8 persen menjadi Rp 27,12 triliun. Selain itu, kontribusi bisnis Data, Internet & IT Service terhadap keseluruhan pendapatan perseroan juga meningkat menjadi 42,4 persen atau tumbuh 19,8 persen,” ujar Direktur KeuanganTelkom Harry M. Zen di Jakarta, Rabu, 26 Juli 2017.

Selain itu, pada periode yang sama, Telkom kembali membukukan pertumbuhan triple-double-digit dengan pendapatan mencapai Rp 64,02 triliun atau tumbuh 13,4 persen dibanding tahun lalu Rp 56,45 triliun. Telkom juga membukukan EBITDA Rp 33,23 triliun atau tumbuh 15,4 persen serta laba bersih Rp 12,10 triliun atau tumbuh 21,9 persen.

Peningkatan pendapatan dari Data, Internet & IT Service tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan seluler dan lonjakan traffic mobile data yang mencapai 118,7 persen. Pelanggan seluler saat ini mencapai 178 juta atau tumbuh 13,1 persen dibanding akhir periode yang sama tahun lalu.

Pelanggan broadband juga mengalami peningkatan yang cukup berarti. Pelanggan mobile broadband Telkomsel Flash tumbuh 63,9 persen menjadi 81,72 juta user. Hal ini diikuti dengan peningkatan pelanggan fixed broadband 4,7 persen menjadi 4,52 juta user.

Demikian juga dengan pelanggan layanan fixed broadband IndiHome yang mencatat pertumbuhan 34,2 persen. Pada semester pertama 2016, pelanggan IndiHome baru mencapai 1,5 juta pelanggan, sementara pada periode yang sama tahun ini menjadi lebih dari 2 juta pelanggan.

Guna meningkatkan jumlah pelanggan IndiHome, akhir 2016 lalu Telkom memperkenalkan paket IndiHome Netizen, yang merupakan layanan dual play. Paket baru ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Hanya tujuh bulan sejak diperkenalkan, IndiHome Netizen mencatatkan 389 ribu pelanggan. Adapun average revenue per user (ARPU) IndiHome tercatat Rp 344 ribu.

Adapun Telkomsel selaku entitas anak usaha juga mampu mempertahankan kinerjanya dan membukukan pertumbuhan triple-double-digit. Pendapatan Telkomsel tumbuh 11,9 persen, EBITDA 14,0 persen, dan laba bersih 15,6 persen secara year-on-year (yoy). Pada semester pertama 2017, pendapatan Telkomsel mencapai Rp 45,99 triliun, EBITDA Rp 27,19 triliun, dan laba bersih Rp 15,50 triliun. Kontribusi pendapatan bisnis digital Telkomsel memperlihatkan pertumbuhan yang berarti, yakni 26,9 persen, menjadi Rp 18,07 triliun.

Meningkatnya pertumbuhan bisnis digital tersebut didukung perluasan dan penguatan jaringan Telkomsel dengan layanan 3G/4G melalui penambahan 17.538 BTS baru. Total BTS Telkomsel pada akhir semester pertama 2017 adalah 146.571 BTS. Sebesar 65,7 persen di antaranya merupakan BTS yang mampu memberikan layanan 3G/4G.

Harry berharap Telkom dapat mempertahankan kinerja yang cukup menggembirakan pada semester pertama 2017. “Pencapaian pada semester pertama 2017 ini diperoleh berkat kuatnya kinerja perseroan pada periode sebelumnya. Kami berharap momentum pertumbuhan ini dapat kami pertahankan pada semester selanjutnya,” ujarnya. (*)

http://duitkita.net/wp-content/uploads/2017/07/pendapatan-bisnis-digital-telkom-tumbuh-pesat.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments