Pengajuan Modal Bisnis Anda Ditolak Bank, Ini Alasannya


Salah satunya riwayat kredit yang jelek.

Ilustrasi perencanaan bisnis.


VIVA.co.id – Bila bisnis sudah berjalan stabil, langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah pengembangan. Dengan ekspansi, skala bisnis Anda bisa makin besar, dan keuntungan yang diperoleh juga bisa makin banyak.


Namun, untuk melakukan perluasan usaha diperlukan modal yang tidak sedikit. Oleh karenanya, para pengusaha mencari opsi pendanaan modal bisnis dengan mengajukan pinjaman ke bank.


Tapi, ada saja pengusaha yang pengajuan pinjamannya ditolak oleh bank. Ini empat alasannya seperti dikutip dari CekAja.com.


Riwayat kredit Anda jelek


Meski prospek bisnis Anda cerah dan itu ditunjukkan dengan pembukuan yang baik, bank bisa saja menolak permohonan pinjaman bila catatan kredit Anda jelek. Bank bisa melihat catatan kredit Anda melalui laporan riwayat perkreditan yang dikeluarkan Bank Indonesia.


Data ini sering juga disebut sebagai BI Checking. Apabila Anda sering menunggak cicilan kredit kendaraan atau pernah gagal bayar kredit pemilikan rumah (KTA), dapat dimaklumi bila bank tidak mengabulkan permohonan pinjaman.


Syarat tidak lengkap


Bila syarat yang diminta bank tidak Anda lengkapi, jangan harap bank akan mengucurkan dana segar ke rekening Anda. Bank merupakan lembaga keuangan profesional yang tertib dalam administrasi. Jangan samakan dengan pinjaman perorangan atau lembaga keuangan tidak resmi lainnya.


Syarat itu sendiri relatif tergantung jenis pinjaman yang Anda ajukan. Misalnya, Anda mengajukan pinjaman KTA untuk modal bisnis. Bank akan mensyaratkan bukti kepemilikan kartu kredit minimal setahun. Bila Anda tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikannya, maka bank tidak bisa mengabulkan permohonan Anda.


Prospek tidak cerah


Sebelum mengucurkan pinjaman, bank akan melakukan penilaian terhadap bisnis Anda. Tentunya, bank hanya akan memberi pinjaman pada pelaku usaha yang sudah menjalankan bisnisnya. Staf analis biasanya akan datang dan menganalisa bisnis Anda.


Bila legalitas bisnis Anda terjamin, kapasitas usaha masuk kualifikasi, dan bank melihat bahwa usaha Anda layak untuk diberikan tambahan modal, bank tidak akan ragu untuk mengabulkan pinjaman modal bisnis Anda.


Jumlah pinjaman yang diajukan terlalu besar


Saat mengajukan pinjaman jangan memaksakan diri. Misalnya dengan mengajukan pinjaman lebih besar dari kebutuhan Anda. Sebab, bank bisa saja menilai bahwa kebutuhan usaha Anda tidak sesuai dengan nominal pinjaman yang diajukan. Pinjaman yang besar juga berdampak pada cicilan utang yang besar.


Nah, apabila bank tidak menemukan kesanggupan bayar yang terlihat dari arus kas bisnismu, maka bank tidak perlu pikir dua kali untuk menolak pinjaman yang diajukan. Sekali lagi, ajukan proposal pinjaman yang masuk akal, dan proporsional bila ingin sukses mendapatkan tambahan modal. (mus)


 












BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Load More…

http://media.viva.co.id/thumbs2/2015/05/03/311410_ilustrasi-perencanaan-bisnis-_641_452.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments