Pengaruh kinerja server pada keberlangsungan bisnis


Ilustrasi pengaruh kinerja server pada bisnis
Ilustrasi pengaruh kinerja server pada bisnis
© Shutterstock

Keberadaan komponen server dalam sebuah bisnis menjadi vital karena server berperan sebagai “lemari penyimpan” data penting sebuah perusahaan. Tak hanya itu, bagi usaha yang bergerak di dunia digital, nasib dari operasional sehari-hari juga bergantung pada kinerja server.

Saat ini, umumnya hampir semua jenis bisnis bergantung pada keberadaan perangkat server. Saking pentingnya peranan perangkat ini, divisi tim TI (teknologi informasi) di beberapa perusahaan pun kerap diharuskan bisa terhubung 24 jam sehari untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada server.

Berbagai bisnis, mulai dari perbankan, telekomunikasi, media, hingga penyedia jasa daring, kinerja maupun operasionalnya sangat bergantung pada performa server. Untuk perbankan misalnya, saat ini sebagian besar bank di Indonesia sudah menyediakan fasilitas internet banking hingga aplikasi untuk memberikan kemudahan bertransaksi kepada para nasabah mereka.

Melihat penetrasi pengguna internet yang semakin meningkat di Indonesia, tak heran jika peminat layanan internet banking atau financial technology (fintech) juga semakin bertambah. Bahkan, untuk tahun 2014 saja volume transaksi internet internet banking mencapai 6.447 triiliun. Angka ini adalah angka kenaikan dari tahun sebelumnya. Besarnya angka tersebut sudah tentu tidak lepas dari kepercayaan nasabah terhadap tingkat keamanan bertransaksi secara daring.

Di sektor perbankan, server tak hanya digunakan untuk menjamin kelancaran urusan operasional produk fintech ataupun transaksi perbankan manual mereka, namun server juga diandalkan untuk menjaga penyimpanan jutaan data nasabah secara berkesinambungan. Bayangkan jika server perbankan downtime dalam hitungan detik saja, akan ada berapa banyak transaksi yang gagal?

Krusialnya keberadaan server juga dirasakan oleh mereka yang bergelut di dunia usaha yang menyediakan jasa atau platform jual-beli daring. Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap konsep “daring” dalam berbagai aspek kehidupan, penyedia jasa transportasi daring dan situs jual-beli daring menjadi salah satu usaha yang kebanjiran penggemar. Bayangkan, untuk tahun 2016 saja, tercatat 8,7 orang pelanggan melakukan belanja daring dengan nilai transaksi lebih dari Rp68 triliun. Angka ini bisa jadi akan berkurang jika pembeli mengalami selalu mengalami kesulitan saat mengakses situs belanja daring.

Semakin meningkatnya pengguna fasilitas daring sudah pasti menuntut penyedia jasa untuk bisa memberikan kinerja optimal sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pemilihan server sebagai infrastruktur penunjang utama bisnis sangat perlu diperhatikan. Lenovo System x3650 M5 hadir sebagai solusi bagi infrastruktur TI bisnis Anda.

Server terbaru keluaran Lenovo ini memiliki dukungan dual power supply unit (Dual-PSU) yang aktif untuk saling mendukung, sehingga dapat meminimalisasi risiko server mati. Meski hadir dengan dual power supply unit, server ini tetap memiliki suhu mesin yang stabil karena penyuplai tenaganya berstandar 80+ titanium yang merupakan tingkat efisiensi tertinggi (hingga 96%) pada sebuah power supply.

Dan yang paling penting, Lenovo juga menawarkan dukungan layanan pemeriksaan atau perbaikan server yang praktis dan responsif. Pengerjaan bisa dilakukan pada hari yang sama dan langsung dikerjakan di lokasi tempat server disimpan sehingga tim TI Anda tidak perlu repot melepas dan membawa server yang rusak untuk perbaikan.

https://aws-dist.brta.in/2017-05/thumbnail_600_315/1493707842_cfa459001ab96fbd78665af6c25b9ce1.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments