Penjualan Perumahan Menengah Atas Melambat -Jogjapolitan » Harian Jogja

Bisnis

[ad_1]

Buruh membangun rumah bersubsidi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jateng, Selasa (1/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)Buruh membangun rumah bersubsidi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jateng, Selasa (1/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Bisnis properti residensial di segmen menengah atas di Jogja mengalami perlambatan 30%-40%

Harianjogja.com, JOGJA-Lesunya sektor komoditas pertambangan dan perkebunan nasional turut memberikan dampak pada daya beli perumahan kelas menengah ke atas. Akibatnya, properti residensial di segmen ini di Jogja mengalami perlambatan 30%-40%.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Nur Andi Wijayanto mengungkapkan secara nasional pertumbuhan properti mengalami perlambatan. Pada segmen perumahan, penurunan tersebut cukup terasa. Apalagi wilayah Jogja merupakan salah satu daerah penyumbang residensial di Indonesia.

“Dampak penurunan ini cukup terasa dampaknya, terutama pada segmen perumahan menengah ke atas. Di Jogja penurunan daya beli untuk rumah middle up ini berkisar 30 sampai 40 persen,” ujar Andi kepada Harianjogja.com, Minggu (6/8/2017).

Andi memaparkan REI DIY sempat melakukan survei tentang pembeli properti di wilayah Jogja. Hasilnya menunjukkan untuk properti dengan segmen menengah atas, konsumennya sebagian besar adalah pelaku usaha atau yang bekerja di sektor komoditas. Secara umum para konsumen tersebut bekerja di bidang pertambangan dan perkebunan.

Sementara, lanjut Andi, sektor-sektor tersebut tengah mengalami kelesuan. Harga jual hasil perkebunan tengah anjlok, hal itu juga terjadi pada sektor pertambangan seperti minyak bumi maupun batu bara.

“Berdasarkan hasil survei internal REI DIY, ternyata 60 persen pembeli properti Jogja demografi pekerjaannya di sektor tersebut. Sehingga dengan kondisi pasar pertambangan dan perkebunan yang lesu ini turut berdampak pada daya beli mereka terhadap perumahan menengah atas,” jelas Andi.

Kondisi tersebut memberikan dampak terhadap penjualan rumah-rumah menegah ke atas. Di mana rata-rata kisaran harga jualnya mulai dari Rp500 juta hingga miliaran rupiah.

Kendati segmen tersebut mengalami perlambatan, namun diakui Andi masih ada segmen pasar yang dapat digali potensinya. Andi mengungkapkan segmen tersebut yakni segmen menengah, di mana rumah-rumah dengan harga Rp500 juta ke bawah ternyata juga cukup diminati oleh segmen tersebut.

“Kebanyakan adalah rumah dengan harga kisaran Rp300 jutaan. Ternyata rumah ini banyak diminati, termasuk di dalamnya rumah subsidi walaupun rumah subsidi ini cukup sulit untuk dikembangkan karena mahalnya lahan di DIY saat ini,” jelas Andi.

http://images.harianjogja.com/2017/08/rumah-bersubsidi-kendal-1.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Minta Ampun Bakal Ketika Ini Webkonseling Hanya Menyediakan Layanan Dialog Melewati Email.

bakal itu diperlukan pemberian supaya daya kegiatan yang tampak bisa lebih terlalu banyak dan juga sepertinya lebih pakar di sendiri-sendiri bagian serta meninggikan kapasitas yang ada. jadi konsultan psikolog jakarta pada kesimpulannya saya memutuskan buat mendaratkan ke psikolog akibat saya mau bersemayam di situ serta saya bisa melangsungkannya, dengan cara …

Bisnis
jasa belanja ebay, amazone dan lain-lain (hemat dan terpercaya)

jasa belanja ebay-terlihat sebelah perkara apa sebabnya orang atau industri tidak dapat membeli lagi perkakas dari luar negeri. shopher diharuskan memilah 1 saham untuk dapat menyandang produk yang terdapat di website ebay. yaiu, sdm indonesia yang betul-betul menduduki prosedur e-commerce ini selaku ensiklopedis. selain itu kamu pula bakal meraih pertanda …

Bisnis
Jasa Pembelian Barang Di Ebay

Cara Belanja di eBay sebenarnya sangat mudah, cocok sekali bagi anda yang sibuk dan lebih suka berbelanja secara online. Pembayaran di amazon biasanya melalui kartu kredit, kupon diskon atau kartu pembayaran amazon yg bisa dibeli sebelum berbelanja…proses pembayaran seperti biasanya toko online, hanya memasukkan data pembayaran mis kartu kredit atau …