Perusahaan Travel Optimistis Tahun Ini Bisnis Tumbuh

Bisnis

[ad_1]

JAKARTA – Di tengah situasi ekonomi yang tengah lesu, pelaku usaha di bidang layanan perjalanan atau travel optimistis tahun ini bisnis akan tumbuh dan berkembang. Salah satunya disampaikan PT Radian Kharisma Wisata, perusahaan travel dengan brand Annisa Travel.

Mereka menilai meski daya beli masyarakat menurun, namun bisnis travel berbeda dengan sektor lain. Di mana banyak masyarakat tetap melakukan perjalanan ke luar negeri untuk berbagai keperluan.

Terkait dengan sistem pembayaran, perusahaan travel tidak terganggu dengan kredit atau sistem keuangan. Karena rata-rata costumer berangkat setelah pembayaran atau transaksi selesai dilakukan.

Direktur Utama Annisa Travel Ery Heriawati mengemukakan, tahun ini pihaknya menargetkan bisnis perusahaan tumbuh sebesar 30%. Di mana pada tahun lalu Annisa Travel berhasil melayani sebanyak 1.500 costumer.

“Kami targetkan tahun ini tumbuh sebesar 30% atau dapat melayani 1.800 orang . Di mana tahun lalu, kita berhasil memberangkatkan sebanyak 1.500 orang,” ujarnya, di sela-sela  acara Halal Bihalal manajemen Annisa Travel dengan loyal customer, karyawan, mitra bisnis, dan jamaah di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).

Bahkan tahun ini, lajut Ery, Anissa travel akan menambah cabang baru. Setelah meresmikan kantor Cabang Serang, Banten, perusahaan akan membuka satu cabang lagi di Cirebon, Jawa Barat.

”Target saya akhir bulan ini kantor cabang kita di Cirebon akan diresmikan. Saat ini, kami sedang finishing dan menyiapkan segala sesuatunya. Mohon doanya ya,” kata Ery.

Menurut mantan karyawati maskapai Garuda Indonesia ini Cirebon merupakan kota yang potensial untuk bisnis wisata, terutama Haji dan Umrah. ”Dengan kemampuan dan pengalaman yang kami miliki, kami sangat confidence masuk pasar Cirebon. Dan Insya Allah, kami bisa diterima pasar di sana,” imbuh Ery.

Sementara itu, Direktur Annisa Travel Sofialah Muhajir mengatakan, dalam bisnis, Annisa Travel tetap mengedepankan pelayanan terbaik. ”Dari tahun ke tahun, jumlah customer kami terus meningkat dengan destinasi yang kian beragam. Dan, hubungan antara kami dan customer akan terus kami jaga, salah satunya dengan halal bihalal atau pengajian bersama,” ujarnya.

Muhajir mengakui, persaingan bisnis travel dari tahun ke tahun semakin ketat, mengingat terus bertambahnya perusahaan travel. Namun, dia tetap optimistis Annisa Travel mampu bersaing karena memiliki jumlah loyal customer yang besar.

“Walau persaingan ketat dan ekonomi sedang lesu, perusahaan travel tidak terganggu dengan kredit atau sistem keuangan. Karena rata-rata costumer berangkat setelah pembayaran atau transaksi selesai dilakukan. Untuk loyalitas customer kami menjaga amanah, terlebih terkait perjalanan ibadah,” tandasnya.

(dmd)

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2017/07/09/34/1219029/ekonomi-lesu-perusahaan-travel-optimistis-tahun-ini-bisnis-tumbuh-hF7.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …