PT SGC Danai Pilgub untuk Mengamankan Kerajaan Bisnis di Lampung


Lowongan Kerja di PT. Sugar Group Companies 1

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Bukan rahasia lagi bagi masyarakat Lampung. PT Sugar Group Companies yang bergerak dalam bisnis perkebunan tebu, di setiap Pilkada di Lampung, apalagi yang bersinggungan langsung dengan wilayah perusahaannya, terlibat mendanai hajat politik lima tahunan.

Targetnya, calon yang didukung harus menang, dengan suplay modal yang tidak terbatas. Pengamat sekaligus praktisi hukum Gindha Ansori Wayka, menilai banyak faktor yang membuat sebuah corporate, seperti PT Sugar Group Companies, terlibat dalam politik praktis. Salah satu faktor yang paling memungkinkan adalah menyangkut kerajaan bisnis.

Gindha tidak yakin keterlibatan corporate dalam politik karena sebuah kesalahan ataupun tekanan. “Saya rasa kalau karena sebuah kesalahan, itu terlalu kecil. Mereka sudah berdiri puluhan tahun, dengan banyak pengalaman. Kalau hanya karena sebuah kesalahan, karena hukum, atau sekadar mempertahankan hegemoni, saya rasa tidak. Ada faktor lain  yang jauh lebih memungkinkan,”katanya kepada kupastuntas.co, belum lama ini.

Menurutnya, perusahaan besar tidak akan khawatir dengan kepala daerah. Karena sedikit sekali kasus eksekutif menarik HGU sebuah perusahaan.

“Biasanya, perusahaan itu lebih berurusan ke legislatif. Atau jika ada masalah internal, cenderung masalah audit. Sedangkan kasus dengan eksekutif yang membuat HGU perusahaan ditarik itu sepertinya kecil sekali. Dan saya rasa kepala daerah tidak akan gegabah menarik HGU perusahaan besar, karena justeru bisa muncul masalah baru,” katanya.

Faktor yang paling memungkinkan bagi corporate terjun ke ranah politik adalah dari sisi bisnis, khususnya investasi.

“Dilihat dari sisi bisnis jauh lebih memungkinkan, misalnya untuk investasi. Sebuah perusahaan pasti memikirkan pengembangan, seperti bagaimana mereka bisa mendapatkan kemudahan investasi yang tentunya bisa menjaring penanam modal,” tuturnya.

Dalam pandangan Gindha, kehadiran corporate dalam politik mampu menghidupkan suasana demokrasi, dan itu bukan sebuah kesalahan.

“Kehadiran perusahaan dalam perhelatan politik itu mampu menghidupkan suasana demokrasi. Yang jelas mereka pasti punya orang atau akan memilih calon sesuai dengan yang mereka butuhkan,” terangnya.

Menurutnya, dukungan sebuah perusahaan kepada calon juga didasari dengan banyak alasan. “Bisa saja karena balas budi karena mereka pernah dibantu, atau perusahaan melihat ada calon yang memiliki prospek yang memang bagus dalam memimpin tetapi juga bisa menguntungkan perusahaan. Hal-hal seperti itu sangat mungkin terjadi,” nilainya.

Ia meyakini sebuah perusahaan besar memiliki ekspektasi dan kriteria sendiri terhadap seorang calon yang membuat mereka mau terjun ke politik.

Sedangkan pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung, Yusdianto, mengaku tidak mengetahui dengan pasti mengapa sebuah perusahaan bisa ngotot ambil bagian dalam urusan politik.

Hanya saja, Yusdianto menilai calon yang diusung oleh corporate adalah kepala daerah yang akan menjadi pengawal corporate.

“Saya menduga banyak hal yang harus dilindungi, banyak hal yang harus dikawal, banyak hal yang harus diteruskan, hegemoni pabrik sehingga status kepala daerah harus dipegang,” tuturnya.

Diakuinya, banyak alasan bagi perusahaan untuk ikut dalam kancah demokrasi. “Ada banyak variabel yang melatarbelakangi campur tangan corporate dalam ajang demokrasi, baik itu pilkada dan pemilu lainnya,” katanya. (Rizky)

https://i0.wp.com/kupastuntas.co/files/lowongan-kerja/2017-05/lowongan-kerja-di-pt.-sugar-group-companies-01.jpg?fit=283%2C300&ssl=1



Sumber Artikel

Komentar

comments