Punya Gaji Pas-pasan Tapi Ingin Berinvestasi, Bagaimana Caranya?


Emas Batangan

Investasi perhiasan emas batangan. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Istilah investasi nampaknya sudah tak asing lagi di telinga Anda. Sekarang ini, Anda bisa memilih berbagai produk investasi, misalnya emas, reksa dana, saham, hingga deposito.

Tetapi sayangnya tidak semua masyarakat Indonesia gemar berinvestasi. Salah satu alasannya adalah karena gaji yang pas-pasan. Lantas bagaimana caranya agar Anda tetap bisa berinvestasi meski gaji pas-pasan?

Perencana Keuangan Ahmad Gozali berbagi tips untuk Anda. Menurut dia kebiasaan menabung merupakan cikal bakal Anda dalam berinvestasi. Artinya, jika seseorang sudah memiliki kebiasaan menabung, maka dia tidak akan sulit untuk berinvestasi.

“Investasi itu habit/kebiasaan, bukan kebetulan. Dengan penghasilan berapapun bisa kok investasi, asalkan dibiasakan dan bukan menunggu kebetulan dapat rezeki tambahan, kebetulan lagi enggak banyak pengeluaran, dan lain-lain,” kata Gozali kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (13/9).

Selanjutnya, tutur Gozali, saat menerima gaji langkah yang sebaiknya dilakukan adalah mengalokasikan gaji Anda untuk ditabung atau diinvestasikan. Sisanya, kata Gozali, bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ilustrasi investasi

Ilustrasi investasi. (Foto: Stevepb via Pixabay (CC0 Public Domain))

“Tetapkan angka yang ingin rutin diinvestasikan. Angka ini ditetapkan lebih dulu dari pada budget untuk belanja ya. Karena invest itu bukan dengan menunggu sisa, tapi memang dialokasikan di awal. Jumlahnya tidak perlu besar, yang penting realistis bisa rutin setiap bulan,” ujarnya.

Sebagai pemula, tentunya yang harus dipersiapkan adalah memilih produk investasi yang tepat. Menurutnya, tahapan investasi bisa mulai dari mengisi rekening tabungan terlebih dahulu.

“Berikutnya pilih investasi lain yang bisa secara rutin dibeli setiap bulan, ingat konsistensi adalah kata kuncinya. Pilihan yang terbuka adalah, reksa dana, emas, bahkan saham,” tuturnya.

Gozali kembali menegaskan, berapapun gajinya semua bisa berinvestasi. Terpenting menurut dia adalah konsistensi. Dalam sebuah investasi diperlukan seseorang yang konsisten yang mau menyisihkan penghasilannya untuk diinvestasikan.

“Idealnya adalah konsistensi, bukan berapa setorannya dan berapa hasilnya. Dikatakan berhasil kalau bisa konsisten selama satu tahun. Setelah itu sudah terbiasa, baru tingkatkan angkanya atau pilih investasi dengan return lebih baik,” tegasnya.

https://gimg.kumpar.com/kumpar/image/upload/w_1200,c_fill,ar_40:21,f_jpg,q_auto/l_nddzbmcpt9lirfrrrdbd,g_south,w_1200/jfbh4ksbzwbz6gvpkpun.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments