RAHASIA SUKSES: Jatuh Bangun Pendiri Samsung Geluti Beragam Bisnis : Okezone Ekonomi

Bisnis

[ad_1]

JAKARTA – Korea Selatan saat ini menjadi salah satu negara dengan ekonomi yang cukup besar di kawasan Asia. Transformasi ekonomi di Korea Selatan mulai terjadi pada 1945. Dari negara yang tidak memiliki prospek, Korea Selatan bertransformasi menjadi salah satu raksasa ekonomi hanya dalam satu generasi.

Perjuangan ekonomi Korea Selatan mencapai puncak tersebut tidak terlepas dari peran para konglomerat yang dikenal dengan nama ‘chaebol’. Para chaebol ini kebanyakan merupakan tuan tanah yang memiliki bisnis keluarga yang cukup lama.

Salah satu perusahaan dunia yang berkembang dari chaebol adalah Samsung Group yang didirikan oleh Lee Byung-chul yang lahir di Uriyeong, Gyeongsangnam-do, dan Kekaisaran Korea pada 12 Februari 1910.

Dia termasuk dalam keluarga kaya dari klan Gyeongju Lee. Keluarganya memiliki lahan yang sangat besar dan merupakan tuan tanah di wilayah tersebut. Dia mendapat pendidikan awal dari sekolah-sekolah lokal di kampung halamannya dan kemudian melanjutkan pendidikannya ke Waseda University yang berlokasi di Tokyo.

Namun, dia tidak menyelesaikan kuliahnya lantaran ayahnya meninggal. Setelah kematian ayahnya, dia menggunakan harta dan uang yang dia dapatkan sebagai ahli waris keluarga untuk membuka bisnis penggilingan padi. Dia membuka penggilingan padi di kota asalnya, Gyeongnam.

Sayangnya, usaha penggilingan padi tersebut tidak tumbuh sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, tepat di usianya yang ke-30, dia pun mendirikan perusahaan perdagangan di Daegu. Perusahaan ini bergerak dalam bidang ekspor dan impor dan mulai memproduksi minuman beralkohol serta makanan jadi.

Saat itu, dia menginvestasikan 30 ribu won untuk bisnis tersebut atau sekira USD5 juta. Perusahaan ini dia namakan Samsung Trading Co, cikal bakal Samsung yang berdiri pada 1 Maret 1938. Samsung sendiri memiliki arti ‘tiga bintang’ yang menggambarkan logo perusahaan pada awalnya.

Lewat perusahaan ini, dia pun menjual ikan, sayuran, dan buah-buahan ke China. Setelah Samsung berkembang dengan pesat, Lee pun memindahkan kantor pusatnya ke Seoul pada 1947.

Sayangnya, perang yang terjadi di Korea membuat dia harus meninggalkan Seoul dan memulai pabrik gula di Busan bernama Cheil Jedang. Pabrik tersebut menjadi pabrik gula pertama di Korea Selatan.

Setelah perang, pada 1954, Lee membuat langkah berani dengan mendirikan Cheil Mojik dan membangun pabrik wol di Chimsan-dong, Daegu. Pabrik wol tersebut menjadi yang terbesar di negara ini. Perusahaan itu pun berkembang pesat menjadi perusahaan besar.

Selamat dari perang telah membuat Lee lebih paham bagaimana cara menjadi sukses. Dia pun mendekatkan diri dengan pemerintah yang baru dan ini membantu dia mendapatkan kontrak yang menguntungkan. Bahkan, tidak jarang kontrak tersebut melibatkan negara asing.

Pada akhir 1950, dia pun menjadi orang terkaya di Korea. Namun semakin tinggi seseorang, semakin keras pula angin yang menerpanya. Lee kerap dijadikan simbol korupsi oleh banyak pihak. Akibatnya, Rhee pun mengalami kejatuhan di periode 1960 dan berdampak negatif bagi bisnis Samsung.

Lee pun harus melarikan diri ke Jepang lantaran pada Mei 1961 terjadi kudeta militer di Korea. Di Tokyo, dia mengetahui bahwa dirinya menjadi buronan utama pemerintahan Korea yang baru. Tak kehabisan akal, dia pun menggelar pertemuan dengan Mayjen Park Chung-hee, Kepala Militer Korea saat itu. Dia pun berhasil mendapatkan kesepakatan, yakni dosa-dosa masa lalunya akan dihapuskan, dengan imbalan dia harus membantu transformasi industri Korea.

Sepanjang periode 1970-an, Samsung pun berkembang ke industri lain seperti keuangan, media, bahan kimia, dan pembuatan kapal. Grup Samsung pun memasuki industri elektronik. Guna mengembangkan divisi elektronik, dia pun mendirikan Samsung Electronics Co, co Samsung Electro-Mechanics, co Samsung Corning, dan Samsung Semiconductor & Telecommunications Co, serta membuat fasilitas di Suwon.

Lee meninggal pada 1987 dan meninggalkan perusahaan tersebut kepada putranya Lee Kun-hee. Berbeda dengan ayahnya yang tidak pernah lulus dari universitas, Lee junior memiliki gelar dari sekolah bergengsi di Korea, Jepang, dan Amerika Serikat. Menariknya, dia lulus dari Waseda University, universitas yang dulu pernah ditempati ayahnya.

Pada akhir 1990-an, setelah terjadinya krisis keuangan Asia, banyak chaebol atau para pendiri yang kehilangan kendali dari perusahaan mereka. Namun, hal ini tidak terjadi pada Samsung. Samsung masih dijalankan oleh banyak keturunan Lee Byung-chull dan 100 tahun kelahirannya yakni pada 2010, dirayakan dengan banyak kemegahan.

https://img.okezone.com//content/2017/05/04/320/1683515/rahasia-sukses-jatuh-bangun-pendiri-samsung-geluti-beragam-bisnis-vLjAAyN7Gi.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Bagi Klien Yang Berposisi Di Luar Kota Serta Hendak Memperoleh Anjangsana Dari Kami Tentu Dikenakan Biaya Lawatan, Transport Dan Fasilitas, Dimana Biayanya Dijamin Sepenuhnya Oleh Konsumen.

mengapa jaga rumah pakai kontraktor bangunan lebih hemat & laba ini sporadis pun masih saja timbul walaupun pada pekerjaan dari anemer paling ahli sungguhpun. servis seo page one (jspo) merupakan sebuah industri servis seo patut dan terunggul di indonesia yang sungguh handal dan paling di percaya di dalam kondisi promosi …

Bisnis
Dengan Tampaknya Harga Konsultan Interior Rumah, Para Kontraktor, Perseroan Real Estate, Atau Lebih-lebih Bisa Jadi Perseorangan Bisa Menyebabkan Rumah Seperti Dengan Impian Dan Juga Budget.

servis konsultan interior paling baik dengan design kitchen set minimalis jakarta kami mampu memberikan harga termurah untuk harga kitchen set jakarta yang ter cepat, terpercaya serta jempolan. sehabis kalian menyebabkan ketentuan untuk mendandani bilik dapur rumah kalian, tahap pertama yang perlu kalian lakukan yakni mengambil buah pikiran berhubungan dapur kayak …

Bisnis
Itulah Apa Sebabnya Suatu Sofa Bilik Pengunjung Wajib Sebagai Sempurna Terintegrasikan (lebur) Pada Ruangan.

set kamar untuk anak terunggul yang di makna kamar patung kayu set minimalis hpl di sini merupakan segala deretan atau finisingnya kita sekalian mengenakan banjar maupun melekat hpl. di dalam produk ini kita menggunakan tumpukan hpl taco bagai finisingnya, supaya pun begitu saya dan teman-teman pun menyajikan finising menggunakan cat …