Ralali.com Bidik Ceruk Bisnis “Marketplace” untuk Kulakan Barang

Bisnis

[ad_1]

JAKARTA, KOMPAS.comRalali.com, perusahaan rintisan atau startup di Indonesia, makin fokus untuk menjadi marketplace untuk kulakan barang dagangan dari para reseller. Ralali.com merupakan platform atau pelantar yang menghubungkan perusahaan besar dengan perusahaan kecil, atau istilahnya business-to-business (B2B).

CEO Ralali.com, Joseph Aditya M, mengatakan, Ralali.com ini dibangun sejak 2013. “Tahun 2014 kami menjadi perusahaan dan dapat investasi dari luar negeri,” kata Joseph saat berkunjung ke redaksi Kompas.com di Palmerah, Jakarta, awal Juni lalu.

Ralali fokus pada model bisnis B2B untuk menjembatani transaksi antarperusahaan di Indonesia.

“Biasanya kan perusahaan kecil harus mencari-cari perusahaan besar atau distributor, harus pergi jauh untuk bertransaksi. Ralali.com ini berusaha memfasilitasi pertemuan ini,” kata Joseph.

Ide Ralali.com sederhana yaitu memasukkan basis data perusahaan besar atau suplier, kemudian disebar ke bisnis medium. Awalnya, yang bergabung dengan Ralali adalah perusahaan-perusahaan industrial dengan barang-barangnya yang khas industri.

“Kami awalnya fokus pada MRO, maintenance, repair, and operations. Kemudian kami kembangkan bisnis yang niche misalnya melayani kebutuhan industri alat kesehatan, alat restoran, dan lain-lain,” kata Joseph.

Hingga kini, total seller atau penjual mencapai 4.000 perusahaan besar, pembeli mencapai 90.000, dengan total produk mencapai 10.000. “Pengunjung website kami per bulan mencapai 1 juta user,” katanya.

Joseph mengklaim, Ralali kini telah menjadi marketplace B2B terbesar di indonesia. “Di tahun 2017, kami dipercaya investor untuk diberikan funding, fokusnya mengembangkan ekosistem, masuk ke fintech, masuk ke fitur-fitur yang cukup unik misal RFQ atau request for quotation,” kata Joseph.

RFQ memfasilitasi para pedagang kecil untuk mengunggah foto dari sebuah barang yang tak diketahui nama dan harganya. Para pembeli dari perusahaan besar akan menanggapi RFQ tersebut dan jika cocok maka transaksi pun berlangsung.

“RFQ itu seperti lelang, kami mendigitalkan prosesnya. Misal ada perusahaan kecil yang ingin berbisnis, mau kulakan barang tapi enggak tahu bagaimana carinya,” kata Joseph.

Ke depannya, Ralali ingin memfasilitasi perusahaan luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. “Kan biasanya selama ini mereka masuk ke Indonesia lewat pameran karena mereka enggak tahu cara lain untuk masuk ke indonesia. Dengan Ralali, akan memudahkan proses itu dan nantinya orang Indonesia bisa membeli barang luar negeri dari mereka,” kata Joseph.

Marketing Communication Manager Ralali.com, Ranu Prasetyo, mengatakan, transaksi di perusahaannya biasanya dalam skala besar karena memang levelnya business-to-business, berbeda dengan business-to-customer (B2C) yang sudah banyak e-commerce yang bermain di Indonesia.

Ralali.com tak bersaing dengan e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, atau Blibli. “Transaksi di kami biasanya skalanya besar dan barang-barangnya unik, misal jualannya genset ke Indonesia Timur,” kata Ranu.

Perilaku transaksinya tentu saja berbeda. Di Ralali, transaksi bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta sekali transaksi. Barang-barang yang ditransaksikan juga kadang aneh-aneh, seperti mesin genset, ban truk, dan traktor.

Beberapa kisah orang bertransaksi di Ralali juga unik. Misalnya, waktu itu ada turis dari Dubai yang menginap di hotel di Indonesia. Turis tersebut mencoba sebuah produk teh pelangsing.

“Dia coba teh itu dan suka, sepulangnya ke Dubai, dia pingin beli banyak karena terkait ongkos kirim. Akhirnya turis tadi kulakan dari Ralali dan kemudian di negara asalnya akhirnya ikut menjual produk teh pelangsing,” kata Ranu.

Penjual atau seller biasanya dari manufaktur. Sedangkan buyer atau pembeli dari retailer dan reseller besar, UMKM, dan individu. “Sebanyak 80 persen lebih ke UMKM dan reseller, sisanya end user,” kata Ranu.

Tahun ini, ada lonjakan volume transaksi mencapai 890 persen. Kategori yang diminati adalah komputer dan komunikasi.

Lalu dari mana Ralali mendapatkan keuntungan? Ranu mengatakan, keuntungan berasal dari member premium atau superseller yang mau membayar lebih untuk sejumlah fitur unggulan, misalnya mendapatkan tempat listing di halaman depan.

Secara umum, penjual reguler dan pembeli bisa mendaftar gratis di Ralali. “Kami seperti mal, pengunjung gratis datang, bahkan penjual reguler juga gratis berdagang, kecuali kalau dia menginginkan lebih maka harus membayar untuk menjadi member premium,” kata Ranu.

http://assets.kompas.com/crop/0x0:780×390/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/05/29/38327633201.png,0,-0,1)/data/photo/2015/05/25/2018516shutterstock-174316322780×390.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Bagi Klien Yang Berposisi Di Luar Kota Serta Hendak Memperoleh Anjangsana Dari Kami Tentu Dikenakan Biaya Lawatan, Transport Dan Fasilitas, Dimana Biayanya Dijamin Sepenuhnya Oleh Konsumen.

mengapa jaga rumah pakai kontraktor bangunan lebih hemat & laba ini sporadis pun masih saja timbul walaupun pada pekerjaan dari anemer paling ahli sungguhpun. servis seo page one (jspo) merupakan sebuah industri servis seo patut dan terunggul di indonesia yang sungguh handal dan paling di percaya di dalam kondisi promosi …

Bisnis
Dengan Tampaknya Harga Konsultan Interior Rumah, Para Kontraktor, Perseroan Real Estate, Atau Lebih-lebih Bisa Jadi Perseorangan Bisa Menyebabkan Rumah Seperti Dengan Impian Dan Juga Budget.

servis konsultan interior paling baik dengan design kitchen set minimalis jakarta kami mampu memberikan harga termurah untuk harga kitchen set jakarta yang ter cepat, terpercaya serta jempolan. sehabis kalian menyebabkan ketentuan untuk mendandani bilik dapur rumah kalian, tahap pertama yang perlu kalian lakukan yakni mengambil buah pikiran berhubungan dapur kayak …

Bisnis
Itulah Apa Sebabnya Suatu Sofa Bilik Pengunjung Wajib Sebagai Sempurna Terintegrasikan (lebur) Pada Ruangan.

set kamar untuk anak terunggul yang di makna kamar patung kayu set minimalis hpl di sini merupakan segala deretan atau finisingnya kita sekalian mengenakan banjar maupun melekat hpl. di dalam produk ini kita menggunakan tumpukan hpl taco bagai finisingnya, supaya pun begitu saya dan teman-teman pun menyajikan finising menggunakan cat …