Ramadhan, SDM, dan Fenomena Bisnis

Bisnis

[ad_1]

Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, MBA
Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh
Email: [email protected]

SETIAP menjelang Ramadhan, termasuk Ramadhan 1438 H ini, kita selalu disuguhi berita yang hampir sama, yaitu harga daging mahal. Bahkan tahun ini, di beberapa tempat harga daging sapi di Uroe Meugang kali ini mencapai Rp 200.000/kg. Meskipun instruksi Gubernur Aceh telah menetapkan harga daging sapi per kilogram maksimal Rp 130.000. Para penjual tak peduli (Serambi, 26 Mei 2017).

Harga daging sapi yang tinggi, bukan hanya di Aceh, tetapi juga menyebar seantero Indonesia. Dibandingkan dengan luar negeri, harga daging sapi Indonesia tergolong amat mahal. Sebagai perbandingan saja, harga daging sapi di Australia yang sapi segar (bukan beku) hanya Rp 25.000/kg setelah diimpor di Indonesia harga wajar adalah Rp 35.000/kg. Menurut Ross Ainswort, seorang ekportir daging sapi dari Australia, “saat masuk rumah potong hewan di Indonesia, harga daging sapi bisa dijual Rp 38.000/kg, tetapi mengapa harga daging sapi beku di pasaran Indonesia mencapai Rp 95.000/kg?”

Pertanyaan demi pertanyaan tentang fenomena bisnis harga daging ini terus bermunculan di benak kita. Sungguh tak masuk akal, harga di pasaran tiga kali lebih mahal, jika dibandingkan dengan harga yang seharusnya. Ada apa dengan fenomena bisnis daging sapi ini? Apakah itu yang menyebabkan Luthfi Hasan Ishaq, aggota Komisi I DPR RI ketika itu tergelincir dalam pusaran mafia impor daging sapi ini? Kita masih ingat kasus Fathanah yang begitu heboh, ketika ia dengan duit miliaran rupiah mampu mengurus surat keramat izin tambahan kuota impor daging sapi yang begitu besar. Siapapun yang memiliki kuota impor yang amat besar, tentu peluang menarik laba pun sangat besar.

Redefinsi SDM
Karena harapan atas begitu besar keuntungan yang bakalan diperoleh dari bisnis daging sapi ini, maka para importir daging sapi pun semakin ketat bersaing untuk mendapat surat izin impor tersebut. Akibatnya, persaingan tidak sehat pun mengemuka, siapa yang mau membayar mahal dan bersedia “main kongkalikong”, dialah yang dapat. Karena dia menghabiskan begitu besar biaya untuk mengurus surat izin impor tersebut, tentu biaya “kenakalan” ini dibebankan kepada konsumen dengan menaikkan harga daging sapi, yang seharusnya masyarakat kita dapat menikmatinya dengan harga yang wajar.

Jadi, sungguh kejam para pelaku mafia. Mereka telah membuat ekonomi berbiaya tinggi, yang pembebanannya telah begitu memberatkan warga negara yang mengkonsumsinya, tak peduli kaya atau miskin, termasuk miskin papa sekalipun. Ketika pengusaha dan penguasa telah bersekongkol, maka jika tak punya hati setan pun ikut bermain di sana.

Siapakah orang-orang yang terlibat dalam persekongkolan ini? Ternyata mereka bukanlah orang-orang bodoh, tetapi mereka secara akademik sebagian besar berpendidikan minimal peringkat sarjana. Lalu bagaimana mutu sumber daya manusia (SDM) mereka? Apa pula yang dimaksud dengan SDM?

Kamus Oxford mendefinisikan SDM adalah The personal of a business or organization, regarded as a significant asset in terms skills and abilities (Karyawan sesebuah, bisnis atau organisasi, yang dianggap sebagai asset penting dalam hal keterampilan dan kemampuan). Atau Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefiniskan SDM adalah “potensi manusia yang dikembangkan untuk proses produksi”.

Jika lembaga pendidikan bersandarkan kepada definisi SDM sebagai yang dinyatakan oleh Oxford dan KBBI, maka penekanan pengembangan SDM hanya menyiapkan sarjana yang berketerampilan dan berkemampuan dalam melaksanakan sesuatu tugas. Lalu, jika demikian, mutu SDM dapat dimaksudkan sebagai individu yang berketerampilan hebat dan berkemampuan canggih. Bukan manusia yang berperikemanusiaan, bukan pula manusia berperasaan. Singkat cerita, sarjana yang hampa dari akhlak mulia dan tidak berkarakter baik.

Agar terhindar dari perilaku seorang sarjana yang tak bermoral, seharusnya perlu dilakukan redefinisi dari SDM sehingga sarjana perguruan tinggi di masa depan lebih sempurna. Dengan demikian, kita dapat mengusulkan definisi SDM yang baru adalah sebagai berikut “aset penting bangsa yang berketerampilan dan berkemampuan yang memiliki akhlak mulia”.

http://cdn2.tstatic.net/aceh/foto/bank/images/prof-dr-jasman-j-maruf-mba_20170603_160311.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Toko Bunga Jakarta Online Murah Terpercaya

Selamat Datang di Website Kami: toko bunga jakarta online murah Menyediakan Berbagai Macam Bunga, Papan Bunga, Bunga Meja, Bunga Berdiri, Bunga Bouqet Tangan dll. Model papan bunga dengan kombinasi warna biru kuning hijau juga merupakan salah satu dari banyak model favorit di klien kami. pesan untuk dewan berkabung. Bouquet Flower …

kontraktor kaca dan aluminium composite panel
Bisnis
Spesialis Kontraktor Aluminium Composite Panel Gedung

Fasad & Dinding Tirai dari Aluminium Composite Panel Ringan dan kaca stopol. Spesialis kontraktor kaca dan aluminium composite panel dan juga kaca oleh PT Partindo. Akreditasi jaminan tertutup pasti akan diberikan untuk proyek yang membutuhkan berdasarkan panel serta persyaratan naungan yang memanfaatkan ditambah masalah lingkungan. Aplikasi Alcopan tidak terbatas pada …

daftar harga beton cor ready mix
Bisnis
Harga Beton Cor Readymix Per M3 untuk Wilayah Jakarta

Biaya Beton Semua Set Mix – Jayamix Per M3 Cor K225 Oktober 2017. daftar harga beton cor ready mix tidak terdiri dari jaringan uang tunai, jika lebih besar dari 10 pipeline. Dengan menyewakan pompa berdasarkan tuntutan waktu pemakaiannya bisa mencegah bahaya peralatan menganggur namun tetap perlu membayar uang sewa. Biaya …