Relaksasi LTV Dorong Kebangkitan Bisnis Properti di Tangerang Raya


kompas.com

TANGERANG-Kebijakan Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi loan to value (LTV) dengan menurunkan besaran down payment (DP) KPR/KPA dari sebelumnya sebesar 20 persen menjadi 10 persen bisa membangkitka n bisnis properti di Kawasan Tangerang Raya. Ditambah lagi dibolehkannya  transaksi rumah indent untuk kedua, ketiga, dan seterusnya. “Sejumlah indikator tersebut menambah keyakinan kami bahwa industri properti dalam negeri akan kembali bangkit mulai tahun ini,” kata Direktur Marketing Kingland Avenue at Alam Sutera, Bambang Sumargono dalam siaran persnya, Jakarta, (3/3/2017).

Lebih jauh Bambang meyakini, kondisi tersebut mampu mendorong pasar properti di tiga wilayah Tangerang pada tahun ini akan lebih bergairah dibanding sebelumnya. “Pasar hunian khususnya apartemen akan memasuki siklus pertumbuhan baru, sekaligus sebagai momen kebangkitan industri properti Tanah Air,” tambahnya.

Menurut Bambang, indikatornya jelas, dari sisi makro ekonomi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini cukup optimistis, yakni sebesar 5,3 persen dengan tingkat inflasi 3,5 persen. Tahun lalu, tingkat inflasi nasional sebesar 3,02 persen, terendah sejak 2010. “Sedangkan dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) juga telah memangkas suku bunga kredit pemilikian rumah (KPR) maupun kredit pemilikan apartemen (KPA) ke level single digit, dikisaran 8 persen hingga 9 persen,” urainya.

Selain itu, kata Bambang, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) siap-siap membongkar Gerbang Tol (GT) Karang Tengah. Dengan begitu, pengguna jalan tol hanya berhenti di satu gerbang untuk transaksi, yakni GT Cikupa. Penutupan GT Karang Tengah memberikan dampak positif terhadap bisnis properti di wilayah sekitar, seperti Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. “Apalagi, Serpong – Bandara Soetta (Soekarno Hatta) akan dapat ditempuh dalam waktu yang lebih singkat,” ujarnya

Kepadatan pada GT Karang Tengah yang cukup panjang dengan antrean kerap mencapai lebih dari 10 kilometer saat jam sibuk akan terurai, sehingga akses menuju Jakarta-Tangerang dipastikan lancar.

Dengan penutupan GT Karang Tengah, sambung Bambang, maka jalur Serpong – Kebon Jeruk bahkan Tomang bisa ditempuh hanya 10 menit, dimana sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam hingga 1,5 jam. “Sektor properti bakal menjadi ladang investasi yang sangat prospektif dibanding instrumen investasi lainnya,” jelasnya.

Indikator lain, adalah kesuksesan implementasi program tax amnesty. Pada Maret 2017, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah mencatat uang tebusan sebesar Rp 111 triliun dengan total aset baik berada di luar negeri maupun dalam negeri yang dilaporkan mencapai Rp 4.371 triliun. “Sejumlah indikator tersebut akan menjadikan investasi properti memasuki babak baru yang sangat menjanjikan di tahun 2017,” imbuhnya. ***

http://www.beritamoneter.com/wp-content/uploads/2016/09/rumah-kelas-menengah.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments