S.D. Darmono : Perlu Diciptakan Pasar Properti Di Luar Pulau Jawa


JAKARTA, presidentpost.id – Chairman PT Jababeka Tbk S.D. Darmono menjadi pembicara di “Talkshow The Rising Momentum” yang tergabung dalam acara BTN Golden Property Awards 2017. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Indonesia Property Watch (IPW) menggelar BTN Golden Property Awards 2017 yang diselenggarakan di Raffles Hotel Jakarta, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Senin (11/9). Acara ini sebagai bentuk penghargaan kepada para pelaku bisnis properti di tanah air.

Penghargaan tersebut dipersembahkan kepada para insan properti dan pengembang yang berkinerja positif dan menjaga momentum pertumbuhan bisnis properti di tanah air, termasuk mengawal program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Dengan hadirnya ajang ini, diharapkan para pengusaha properti semakin optimis menghadapi pasar properti di tanah air.

Menanggapi hal tersebut, S.D. Darmono mengemukakan bahwa dibutuhkan kreatifitas dan kemauan untuk menciptakan permintaan terhadap properti agar tercipta pasar.

“Pasar itu numpuk di pulau Jawa terutama di kota-kota besar. Harusnya diciptakan di daerah-daerah baru, yang tanahnya masih relatif murah dengan kombinasi ditemukannya lapangan kerja,” ujarnya.

Menurutnya, bila dibangun kawasan industri di suatu daerah maka akan tercipta lapangan pekerjaan, sehingga orang-orang akan memiliki penghasilan. Hal tersebut membuat daya beli masyarakat terus tumbuh.

“Optimisme itu bisa diciptakan lebih bagus karena ada pepatah mengatakan project hanya jadi kalau Tuhan sudah mengijinkan, Bumi sudah menyambut, dan manusianya sudah harmonis,” tuturnya.

“Timing-nya sekarang bagus sekali. Saat ini, rasa persatuan kita menguat dan kita punya presiden yang jujur, tegas, berani, dan pintar. Ditambah lagi, pertumbuhan ekonomi kita yang paling tinggi di dunia. Kapan lagi waktu yang tepat?”, tambahnya.

Beliau juga menyebutkan bahwa siapa lagi yang bisa kalau bukan kita sendiri yang berani bergerak mencari cara untuk menarik investasi dari luar negeri.

“Begitu disediakan supply, demand akan datang,” pukasnya.

Menurutnya juga, harus ada sinergi antara pemerintah, swasta, dan akademisi sehingga menimbulkan regulasi yang tepat untuk kepentingan masyarakat luas.

S.D. Darmono mengambil contoh Morotai, beliau menjelaskan bahwa seharusnya regulasi investasi di morotai tidak boleh sama dengan regulasi investasi di pulau Jawa.

“Jadi, regulasi di Morotai harus luar biasa bagus supaya orang mau investasi disana,” jelasnya.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak usahanya PT Morotai Jababeka, akan mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai di Maluku Utara. Pengembangan KEK di atas lahan seluas 1.250 hektar tersebut diperkirakan akan menghabiskan investasi sebesar Rp6,8 triliun.

Dalam talkshow tersebut juga hadir pula sebagai pembicara antara lain, Founder Lippo Group James Riady, Founder Intiland Hendro Gondokusumo, dan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. Maryono serta Presiden Direktur PT PP Tumiyana dengan Najwa Shihab sebagai moderator. (Reza/TPP)

http://thepresidentpostindonesia.com/wp-content/uploads/2017/09/BTN-Golden-Property-Award-2017-05-The-President-Post.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments