Sandiaga Uno Berbagi Kisah Bangun Bisnis dari Nol | Ekonomi


Jakarta – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbagi kisah suka-duka saat dirinya membangun bisnis dari nol.
Sandi menceritakan kisah perjalanan hidupnya sebagai pebisnis dalam diskusi bertema “Learning Under Fire”, saat meresmikan berdirinya Cre8 Community and Work Space di Mall PIK Avenue, Jakarta Utara, Selasa (7/2).

Co-Working space ini disebut- sebut sebagai yang terbesar se-Indonesia karena memiliki lebih dari 40 ruang kerja, dan memiliki event space yang mampu menampung hingga ratusan orang.

Learn under fire sebenarnya pengalaman saya juga, yang pernah di-fire (pecat) dari pekerjaan saya sebagai Chief Financial Officer di sebuah perusahaan investasi di luar negeri pada tahun ‘97”, kata Sandiaga Uno mengawali cerita.

Saat itu, kata dia tengah terjadi krisis besar- besaran di kawasan Asia termasuk Indonesia bahkan saat itu kurs rupiah naik hingga 2 kali lipat. Setelah itu, Sandiaga Uno memutuskan untuk kembali ke Tanah Air dan membangun bisnis konsultan bersama sahabatnya sejak bangku SMA bersama Rosan Roeslani. Singkat cerita, mereka memulai merintis bisnis dari kecil dan bersusahpayah mencari klien, hingga Dahlan Iskan menjadi klient pertama mereka.

Ia menyatakan dirinya masih punya mimpi besar untuk membuka lebih banyak lapangan kerja mengingat, di Jakarta angka pengangguran masih tinggi, dan mereka kerap mengeluhkan sulitnya mendapat pekerjaan di Ibu Kota.

“Saya punya mimpi untuk lima tahun ke depan bila mendapat amanah, untuk melahirkan 200 ribu pengusaha di Jakarta. Fokus saya di situ dan programnya itu OK OCE , dimana kita akan bekerjasama UMKM dan startup untuk provide kegiatan ekonomi yang kita harapkan juga selain menciptakan lapangan kerja tapi menjadi proses pembelajaran,” kata Sandiaga menjelaskan.

Dirinya juga menyatakan perlunya menjalin kerjasama dengan penyedia jasa co- working space seperti ini. Sebab, pemerintah tidak akan bisa “jalan” sendiri tanpa membangun mitra dengan komunitas.

“Saya kira, pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Tapi harus hand in hand dengan kominitas untuk memastikan bisnis itu kondusif, berkembang, dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Sandi.

Dalam kesempatan yang sama, Group CEO vOffice x Cre8, Albert Goh menyatakan membuka peluang seluasnya untuk tim Anies- Sandi bila ingin mengadakan pelatihan bisnis di Cre8 Co- Working Space. Albert menilai tempat ini bisa menjadi “garasi” inovasi yang tepat karena ditunjang dengan fasilitas memadai di lokasi strategis dan populer di kalangan masyarakat.

“Kami mendukung penuh program OK OCE Anies- Sandi. Untuk itu kami siap untuk menjadi mitra dalam penyediaan tempat mentoring bisnis,” papar Albert.

Ia menjelaskan, kantor Cre8 terdiri dari banyak ruang kerja, dan event space yang cukup luas sehingga mampu menampung puluhan, hingga ratusan orang. Selain itu, Cre8 juga didesain secara modern dan menonjolkan kesan nyaman sehingga dapat mendorong munculnya ide- ide kreatif.

“Pelaksanaan pelatihan usaha sangat tepat dilaksanakan di Cre8 karena kami memiliki kelengkapan fasilitas perkantoran mulai dari ruang kerja, meeting room yang dilengkapi dengan alat- alat presentasi, event space yang luas, bahkan memiliki sarana hiburan.Jadi akan sangat memudahkan pelaksanaan pelatihan bisnis,” pungkas Albert.

Turut hadir dalam peresmian tersebut adalah David Hilman (Founder Blitzmegaplex), Iman Kamil (CEO Unistellar), Erwin Soerjadi (CEO vOffice Indonesia), Anggawira (Koordinator Sahabat Anies-Sandi), Iqbal farabi (Wakil Koordinator Sahabat Anies-Sandi), dan Anthony Leong (Koordinator Anies-Sandi Digital Volunteer).

L Gora Kunjana/GOR

PR

http://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/725×460-2/1486512796.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments