Setelah Apartemen, Afgan Menimbang Investasi Vila

Bisnis

[ad_1]

Meski berkecimpung di dunia gemerlap, penyanyi dan pencipta lagu Afgansyah Reza tetap menekuni dunia bisnis. Di tengah kesibukannya menjadi bintang iklan Afgan, terus menjajaki pelbagai peluang bisnis baru untuk masa depannya.

Penyanyi yang lahir pada 27 Mei 1989 ini mengaku, sampai saat ini dirinya sudah menanamkan dana untuk berinvestasi properti berupa rumah tapak dan apartemen.

Afgan bilang, pertimbangan dirinya memilih investasi di bidang properti lantaran selama ini memiliki tingkat risiko yang rendah, dan imbal hasil yang lumayan tinggi. Terutama jika properti itu dihitung untuk investasi jangka panjang.

“Buat saya harga properti tidak akan pernah turun. Jadi kalau saya membeli untuk investasi bagus saja. Itu saja sih pertimbangannya,” tutur Afgan saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Tidak puas hanya memiliki rumah dan apartemen, Afgan juga membocorkan bila dirinya tengah mencari sebuah vila. “Setelah ini sih aku akan mencari vila. Kalau vila lokasinya bukan di sekitar Jakarta ya,” tutur Afgan.

Karena rencana investasi vila ini belum matang betul, pelantun lagu Sadis maupun Bukan Cinta Biasa ini, belum mau membeberkannya secara detail.

Misalnya soal di mana lokasi yang akan ia pilih. Lalu, apakah akan membeli vila itu dari pengembang properti, atau membangunnya secara mandiri, ia juga bungkam.

Menurut pria yang menamatkan kuliah jurusan bisnis di salah satu universitas di negeri jiran ini, dirinya memang harus berhitung cermat agar investasi yang ditanamkan dapat memberikan hasil maksimal.

Hingga kini, Afgan juga belum bisa memutuskan apakah investasi vila itu nantinya akan ia sewakan kepada masyarakat umum, agar bisa memberikan penghasilan rutin  maksimal, atau sebatas untuk liburan keluarga saja.

Bisnis karaoke 

Meski menggeluti investasi properti, pria yang kini laris menjadi bintang iklan salah satu merek ponsel ini sejatinya tak meninggalkan bisnis suara emas. Ia tetap aktif menggelar berbagai konser baik di dalam negeri maupun luar.

Bisnis lain yang masih berkaitan dengan tarik suara adalah bisnis rumah bernyanyi atau rumah karaoke keluarga.  Saat ini, paling tidak karaoke keluarga milik Afgan telah tersebar Serpong, Palembang, Jambi, Prabumulih, Medan, juga Pontianak.

Penyebaran karaoke keluarga ini memang cukup pesat, lantaran Afgan membuka kerjasama kemitraan.

Berapa besar keuntungan dari investasi-investasi ini, lalu bagaimana menghitung risikonya? Bagi Afgan semua bisnis yang dijalani sudah pasti ada risikonya.

Yang terpenting baginya adalah bagaimana memberikan layanan terbaik dalam usaha ini agar bisa meraih hati konsumen. Selamat berbisnis ya, moga cuan!

http://photo.kontan.co.id/photo/2013/07/15/1484861600p.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Pengertian Tersebut Memaknakan Apabila Tiap-tiap Perusahaan Perlu Mengakhirkan Dimana Beliau Bakal Menaruh Produknya Berlandaskan Harga Serta Harga.

lagi-lagi saat kamu dihadapkan dengan alternatif buat memanfaatkan pelayanan #internet perdagangan, kamu tak sanggup langsung selaku pecah belah mengandam kerjasama atas sewenang-wenang provider servis. 2. perdagangan produk canon merebak di segala dunia. tahap ini melimpah kita temui di dalam penjualan produk-produk elektronik yang teknologinya s kuno. masalah yang paling mendasar …

Bisnis
catering jogja ekonomis serta sedap

catering jogja termasuk pelayanan nasi dadu jogja, nasi bujur sangkar jogja, apabila kalian ingin pergi kuliner di jogja dengan lingkungan makan di jogja salah 1 warung ayam rempah jogja. memasok salah 1 kantor dengan harga di masih kota yogyakarta. kami pun menyajikan antaran makanan ringan box bakal kegiatan pertemuan dan …

Bisnis
30 ide dekorasi pernikahan khas

dekorasi pernikahan-sebelum anda mulai sebenarnya graphics invensi apapun, sangat penting untuk memutuskan apa yang kalian butuhkan dalam perihal permainan grafis. wait apa lagi peninggi servis ahli kita wedding organizer buat acara pernikahan kamu dan juga pasangan kamu. sebuah mode hangat bisa jadi sudah berkembang dalam umum islam di norwegia: menangkap …