Siapkan Rp500 M, BRI Caplok Bisnis Modal Ventura Tahun Ini


Jakarta, CNN Indonesia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berencana melakukan akuisisi perusahaan ventura dan sekuritas tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya pengembangan perusahaan.

“Kami berharap masa due diligence dapat segera rampung, dan proses akuisisi bisa dituntaskan tahun ini juga. Mengingat, hingga saat ini, BRI belum memiliki anak usaha yang bergerak di bidang perusahaan ventura dan sekuritas,” tutur Suprajarto melalui keterangan tertulis perseroan, dikutip Senin (10/7).

Secara terpisah, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengungkapkan tahun ini BRI menyiapkan belanja modal lebih dari Rp2 triliun. Sekitar Rp500 miliar di antaranya telah dialokasikan perusahaan untuk mengakuisisi perusahaan ventura.

“Perusahaannya [ventura] apa, nanti kami umumkan,” kata Haru kepada CNNIndonesia.com.

Selain mengakuisisi perusahaan ventura, tahun ini juga, BRI akan menyuntikan modal untuk mendukung pengembangan usaha anorganik. Pasalnya, tahun depan,BRI Syariah dan BRI Agro ditargetkan naik kelas menjadi Bank BUKU III.

“[Suntikan modal] ke BRI Agro Rp1 triliun,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, BRI juga sudah menyiapkan beberapa rencana aksi korporasi. Diantaranya, melakukan penerbitan obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap III Tahun 2017, dengan potensi penghimpunan dana Rp 3 triliun hingga Rp 5 triliun dan membuka Unit Kerja Luar Negeri di sejumlah Negara ASEAN, seperti Thailand dan Vietnam, termasuk mengubah unit kerja BRI di Hong Kong bisa naik kelas menjadi full branch.

Untuk rencana tersebut, Suprajarto menjelaskan, BRI masih melakukan kajian mendalam karena membuka bisnis di luar negeri membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Terkait rencana jangka panjang BRI menargetkan bisa meraih posisi sebagai The Most Valuable Bank in South East Asia pada tahun 2022. Visi ini dapat dicapai, dengan memperkuat core business BRI, salah satunya melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sebagai informasi, hingga akhir Mei 2017, perseroan telah memiliki aset sebesar Rp987,32 triliun atau naik 19,61 persen dari periode yang sama tahun lalu, Rp825,41 triliun. Adapun laba setelah tercatat sebesar Rp9,77 triliun, naik 6,89 persen dari akhir Mei 2016, Rp9,14 triliun.

Sesama bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyatakan belum berencana untuk mengakuisisi perusahaan modal ventura. Sejauh ini, perseroan masih memilih untuk mengajak perusahaan modal ventura maupun perusahaan perintis (startup) yang bekerja di bidang keuangan berbasis teknologi (fintech) bekerja sama.

“Memang kami belum memiliki venture capital yang ada tetapi kami bisa bekerja sama dengan venture capital yang ada,” tutur Direktur BNI Achmad Baiquni di kantornya pekan lalu.

Baiquni mengungkapkan, perseroan saat ini telah bekerja sama dengan lebih dari 10 perusahaan fintech. Ke depan, selama masih menguntungkan, peluang kerja sama terus terbuka.

“Sekarang kan era technology disruption, di mana kita terkaget-kaget. Kita baru mengimplementasikan [teknologi] kemarin, besok muncul yang baru lagi,”jelasnya.

Sementara, PT Bank Mandiri Tbk telah lebih dulu mengoperasikan anak usaha yang bergerak di bidang modal ventura, PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), sejak awal tahun lalu. Akhir tahun lalu, perseroan memiliki 99,97 persen kepemilikan saham MCI sedangkan sisakan dimiliki oleh anak usahanya yang lain, PT Mandiri Sekuritas. (gir)

https//images.cnnindonesia.com/visual/2017/01/20/77d77bb7-412b-417f-9e73-5ef94aeec11f.jpg?w=650



Sumber Artikel

Komentar

comments