STRATEGI BISNIS, Kemenkop: UKM Mesti Manfaatkan Internet


Ilustrasi. – .

Bisnis.com, JAKARTA— Pelaku usaha kecil dan menengah didorong untuk memanfaatkan internet untuk mengembangkan bisnis yang dijalankan.

Dalam acara Smesco Business Festival 2017, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi mengatakan penting bagi pemilik UKM untuk memahami dan memiliki situs web untuk mempromosikan bisnisnya di internet.

Selain itu, penting pula untuk membuat strategi marketing online yang efektif dan sukses dengan menggunakan nama domain yang telah dikenal secara global, seperti .com dan .net.

“Internet telah menjadi platform terbaik UKM untuk menjangkau audies mereka secara lokal maupun global. Bisnis yang ingin sukses jangan sampai ketinggalan tren terbaru agar bisa mempertahankan daya saing bisnis mereka,” papar dia dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (19/7/2017).

Media sosial seperti Facebook dan Instagram bisa menjadi penghubung antara UKM dengan calon pelanggan. Platform LINE dan WhatsApp juga dapat dipilih sebagai media komunikasi.

Ahmad melanjutkan kehadiran secara online tidak cukup hanya memiliki alamat internet, tapi juga terkait dengan aktivitas bisnis dan pengembangan merek. Hal ini dapat menjadi landasan reputasi dan kredibilitas merek tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Niagahoster Ade Syah Lubis menuturkan untuk mendapatkan kehadiran online yang kuat diperlukan situs web yang sukses dengan menggunakan nama domain yang tepat.

“UKM di Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan potensi ini dan kontribusi utama Smesco adalah membawa UKM tradisional ke era digital,” ujar dia.

Smesco Business Festival yang digelar pada 18-21 Juli 2017 digelar untuk memperingati satu dekade berdirinya Smesco Indonesia. Acara tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan atas perluasan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Selama pelaksanaan festival itu, Smesco mengundang lebih dari 1.500 UKM untuk bertemu dengan para buyer dan reseller. Kegiatan ini diharapkan bisa membuka akses UKM ke pasar ekspor, ritel modern, dan e-commerce.

Menurut Bank Dunia, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia sekitar 134 juta jiwa dari total penduduk sebanyak 256 juta jiwa. Kelas menengah ini memiliki pendapatan di kisaran US$2-US$20 per hari.

Dari jumlah itu, sekitar 1,65% di antaranya merupakan pengusaha atau entrepreneur. Pemerintah menargetkan jumlahnya dapat meningkat menjadi 5%. Di era digital saat ini, pemasaran secara online menjadi salah satu upaya untuk mendorong terciptanya entrepreneur. 



Sumber Artikel

Komentar

comments