Summarecon Raup Rp 198 Miliar dalam 3 Jam

Bisnis

[ad_1]

BEKASI, KompasProperti – Perlambatan bisnis properti yang terjadi sejak dua tahun terakhir tak memengaruhi kemampuan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dalam menjual produk terbarunya, The Orchard.

Terbukti, hanya dalam waktu lebih kurang tiga jam, SMRA meraup Rp 198 miliar dari penjualan 128 unit Burgundy, klaster perdana The Orchard.

Direktur Utama SMRA Adrianto P Adhi menuturkan, The Orchard merupakan antisipasi sekaligus pembuktian komitmen perseroan dalam menghadapi konstelasi bisnis properti saat ini.

“Kami siap, dalam kondisi apa pun harus tetap menunjukkan komitmen, tetap membangun, men-delivery tepat waktu, serta melakukan terobosan-terobosan menghasilkan produk baru,” tutur Adrianto menjawab KompasProperti, Sabtu (20/5/2017). 

Dia menambahkan, optimisme harus tetap ditunjukkan oleh para pelaku bisnis dan industri properti, supaya kebangkitan yang diharapkan dapat terwujud segera. 

Pasalnya, dana reptariasi dari hasil kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang diharapkan banyak pengembang, masih tersimpan di bank dan belum mengucur ke sektor properti.

Oleh karena itu, lanjut Adrianto, salah satu cara untuk mengantisipasi hal itu adalah dengan meneruskan pembangunan proyek esksiting, dan melansir produk baru. Ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar, dan iklim bisnis tetap kondusif.

Pasar Bekasi

Terkait kinerja penjualan perdana The Orchard klaster Burgundy, Executive Director Summarecon Bekasi Albert Luhur menjelaskan, animo pasar Bekasi terhadap produk baru ini sangat tinggi.

Klaster Burgundy, kata Albert, merupakan produk yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah yang tidak mendapat kesempatan memiliki hunian di Summarecon Bekasi yang saat ini harga termurahnya sudah mencapai Rp 1,5 miliar per unit.

“Dengan bermain di angka Rp 1,1 miliar untuk unit termurah, Burgundy disambut antusias pasar. Terutama para pembeli yang berdomisili di Kota Bekasi, dan sekitarnya,” terang Albert.

Para pembeli ini, tambah dia, ingin merelokasi tempat tinggalnya ke kawasan hunian yang lebih baik, fasilitas lengkap, serta dikelola secara profesional.

Komposisi konsumen asal Bekasi ini mendominasi pembelian dengan angka 70 persen. Sisanya merupakan pembeli dari Kabupaten Bekasi, Cikarang, dan Jakarta.

The Orchard merupakan produk baru SMRA yang dikembangkan di atas lahan seluas 30 hektar. Terdiri dari lima klaster yang masing-masing berisi 250 unit hingga 300 unit hunian.

Sementara, SMRA sendiri mencatat penjualan atau marketing sales per April 2017 senilai Rp 600 miliar. Kontribusi terbesar masih berasal dari Summarecon Serpong, disusul Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Bekasi, dan Summarecon Bandung.

 

http://assets.kompas.com/crop/0x83:1000×750/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/02/01/3002105961.png,0,-0,1)/data/photo/2017/05/20/3004794530.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …