Sunarto Isstianto, Doktor Pemberdayaan Masyarakat Bisnis Kecil/UMKM » JOGLOSEMAR.CO


Dok Pribadi

Usia tak menghalangi Sunarto Isstianto untuk terus menuntut ilmu hingga akhirnya mampu meraih gelar Doktor di bidang Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat dengan minat Pemberdayaan Bisnis Kecil/UMKM dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Hari ini, Selasa (2/5) Sunarto yang merupakan pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta, mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Suksesi Kepemimpinan Generasi Pendahulu kepada Generasi Penerus Dalam Bisnis Keluarga (Studi Kasus Industri Batik di Laweyan dan Kauman Surakarta)” di hadapan Dewan Penguji dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Prodi S3 Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat Pascasarjana UNS.

 Dalam disertasinya tersebut, pria kelahiran Sukoharjo 12 September 1950 ini membahas suksesi kepemimpinan dalam bisnis keluarga pada pengusaha batik baik di Laweyan maupun Kauman. Tujuannya, kata Sunarto, untuk menganalisis kepemimpinan generasi pendiri ke generasi penerus dalam bisnis keluarga di kampung batik Laweyan dan Kauman. Di samping itu juga menganalisis suksesi kepemimpinan yang dilakukan dalam bisnis keluarga di Kampung Batik Laweyan dan Kauman. Selain itu, untuk mengetahui budaya organisasi dalam menjalankan bisnis keluarga di Kampung Laweyan dan Kauman. Juga mengetahui model pemberdayaan untuk suksesi kepemimpinan untuk keberlanjutan dalam bisnis keluarga.

Sunarto yang kini juga sebagai Pembina Yayasan Bina Wiraswasta-STIE Surakarta, mengungkapkan penelitian ini menyimpulkan bahwa suksesi kepemimpinan generasi lama ke generasi penerus dalam bisnis keluarga di kampung batik Laweyan dan Kauman menunjukkan bahwa kemampuan memimpin dan mempengaruhi generasi penerus melalui suksesi kepemimpinan untuk keberlanjutan dalam bisnis keluarga dilakukan melalui internalisasi, capacity building, suksesi kepemimpinan, dan budaya organisasi yang didukung adanya intervensi dari stakeholder. Sehingga menghasilkan beberapa kompetensi generasi penerus baik kompetensi internal dan kompetensi eksternal serta etos kerja dari generasi penerus.

“Dampak yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah kemandirian generasi penerus dan keberlanjutan bisnis keluarga,” ungkapnya yang saat ini juga menjabat Dewan Pembina Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Surakarta. Meski dalam desertasinya mengambil studi kasus pada industri batik, namun itu bisa diterapkan juga dalam industri lain baik itu tekstil, sekolah, media, kuliner, properti dan masih banyak lagi.

 Dalam desertasinya, Sunarto menyatakan bahwa bisnis keluarga masih di pandang sebelah mata. Tak sedikit dari mereka yang harus gulung tikar lantaran tidak adanya penerus dalam bisnis keluarga tersebut. Banyak anak-anak dari pemilik bisnis keluarga ini memilih untuk menjadi karyawan baik sebagai PNS maupun di BUMN atau bekerja di tempat lain. Padahal bisnis yang dibangun oleh orang tuanya sangat potensial untuk di bangun dan harus mengalami kehancuran lantaran tidak adanya generasi penerus.

Untuk itu, suksesi kepemimpinan ini sangat penting disiapkan untuk menjaga eksistensi dari Bisnis keluarga. Sunarto pun menyarankan bagi mereka yang mendirikan bisnis keluarga untuk melibatkan putra-putrinya sedini mungkin supaya paham betul dan tahu bagaimana cara mengelola usaha. “Tak sedikit dari orang tua yang bingung siapa nanti yang akan meneruskan usahanya ketika yang bersangkutan sudah tua. Bahkan ada yang bingung ketika memiliki beberapa anak siapa yang ditunjuk untuk meneruskan. Karena tidak semua anak mau dan yang mau belum tentu mampu mengembangkan usaha orang tua. Sehingga ini semua perlu disiapkan sejak sedini mungkin,” kata Sunarto.

Mantan pejabat di tataran Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta ini bercerita untuk meraih gelar doktor ini memang butuh perjuangan yang luar biasa, bahkan sempat mengalami cobaan sakit dua kali. Namun itu semua dilalui dengan senang hati dan akhirnya berbuah manis dengan berhasil memperoleh gelar Doktor dengan dukungan keluarga, rekan, dan civitas kampus. Dwi Hastuti

https://i1.wp.com/images.joglosemar.co/2017/05/0205-sunarto.jpg?fit=273%2C350&ssl=1



Sumber Artikel

Komentar

comments