Tak Perlu Takut, Soal Persaingan Bisnis Properti


Inikah Penampakan Pengunjung di Pameran Properti Expo 2017

Tak perlu takut bisnis properti ditengah persaingan bebas. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tak perlu takut, soal persaingan bisnis properti dalam memilih kredit pemilikan rumah (KPR). Pasalnya, skema KPR tak hanya menguntungkan bagi perbankan, namun juga sangat menguntungkan bagi para debitur.

Selain itu, bisnis tersebut juga menjanjikan bagi para developer. Keuntungan besar ada di depan mata jika menggeluti bisnis properti ini. Alasan terkuatnya yaitu rumah bukanlah komoditi, tapi sebuah kepentingan. Tentunya dengan perbedaan harga tanah bisa membuat keuntungan.

Biasanya, kalangan developer bisa duduk manis untuk menjual satu unit rumah dengan keuntungan seharga satu unit mobil. Dengan menjalani proses jual/beli, keuntungan ini akan diperoleh. Apalagi di Indonesia, keinginan memiliki rumah sangat tinggi, bisnis ini tak ada matinya.

Industri properti terlihat tenang-tenang saja, namun perlu diketahui hasil dari bisnis ini cukup mencengangkan. Para pebisnis dapat mengubah daerah-daerah sampah menjadi gunung emas.

Maka dari itu, berbisnis properti tak perlu takut tergeser atau bahkan mati. Seorang pengembang tidak pernah risau jika perumahan di dekatnya sudah laku terlebih dahulu. Justru para developer akan senang jika daerah jualannya sudah banyak yang laku.

Stigmanya akan ada kemungkinan bahwa daerah tersebut menjadi banyak peminatnya. Oleh karena itu, berbisnis properti ini tidak terlalu khawatir dengan pesaing-pesaingnya.

Sementara itu, hasil survey pencari rumah di pameran Indonesia Properti Expo 2017 mencatat harga rumah di kawasan Depok terus meroket.

Hal itu juga terbukti pada rentang Februari terlihat meningkat mulai harga dari Rp 400 juta hingga Rp 2 miliar per unit. Angka ini tidak berbeda jauh dengan harga disepanjang musim pameran properti Agustus 2016 lalu, yaitu Rp 200 juta per unit sampai Rp.1 miliyar.

Country Manager INAPEX.co.id, Toerangga Putra mengatakan, sepanjang tahun 2016 kemarin, properti pada kategori ini di Depok terus mengalami kenaikan sebesar 1,14 persen. “Data pencari rumah merupakan hasil akumulasi dari ribuan pengunjung pameran Indonesia Properti Expo (IPEX),” katanya.

Penyelenggara pameran IPEX juga mencatat bahwa suplai hunian di Depok mengalami peningkatan sejak awal tahun 2016 lalu. “Pada Februari 2016, misalnya, terjadi peningkatan suplai sebanyak 29 persen dan meningkat 51,2 persen di Agustus 2016,” jelasnya.

Menurut Toerangga, peningkatan suplai hunian didorong oleh rencana pembangunan berbagai sarana infrastruktur yang sudah dan akan dimulai pada tahun 2017 ini.

Seperti wilayah maupun kota-kota lain yang terus menggenjot pembangunan infrastruktur, Depok juga akan memiliki sejumlah jalur baru untuk menunjang perekonomian kota sekaligus mengurai kemacetan lalu lintas.

Proyek-proyek itu meliputi pengembangan jalan tol Bocimi, stasiun KRL, LRT, dan Terminal Batu Jajar. Kota Depok, Jawa Barat yang diketahui tumbuh dengan berbasis ekonomi kreatif, sangat membutuhkan dukungan transportasi publik.

Tak hanya itu, Kota Depok juga memiliki keunggulan sumber daya manusia khususnya dikalangan muda dari sejumlah perguruan tinggi disekitarnya. “Depok bisa menjadi kota percontohan di Indonesia dengan perkembangan kotanya khususnya di era otonomi saat ini,” ujarnya.

http://duitkita.net/wp-content/uploads/2017/07/tak-perlu-takut-soal-persaingan-bisnis-properti.jpeg



Sumber Artikel

Komentar

comments